Alkohol Soju: Minuman Keras Asli Korea - Ashefa Griya Pusaka

Alkohol Soju: Minuman Keras Asli Korea

Alkohol Soju
Share on:

Alkohol Soju adalah minuman keras asli Korea Selatan yang terkenal karena kepopuleran drama korea. Alkohol Soju diracik menggunakan bahan baku utama beras. Di samping itu, soju pun dapat diracik dari gandum, ubi, barley maupun tapioka. Namanya saja minuman keras, soju pun bisa membuat peminumnya mabuk.

Soju menawarkan citarasa clean dan netral yang nikmat bila diminum untuk menemani menyantap camilan. Warna alkohol soju serupa warna vodka, akan tetapi terasa manis dan tidak begitu menyengat. Tersedia beragam pilihan rasa alkohol soju, seperti rasa lemon, peach, anggur, strawberry, dan juga yogurt.

Fakta Alkohol Soju

Di Korea Selatan, minum bersama merupakan cara untuk membangun tim, dan itu diperbolehkan. Jika pernah mengunjungi negara ini, Anda bisa melihat beberapa adegan, seperti sekelompok orang mabuk, berpelukan, berjalan dan menyanyikan lagu sambil tertawa-tawa. Masyarakat Korea tidak akan menganggapnya hal yang aneh, karena mereka berfikir orang-orang yang mabuk adalah para pekerja yang kembali ke rumah setelah seharian bekerja keras.

Baca juga: Ini Manfaat Alkohol untuk Tubuh, Jika Dikonsumsi Sewajarnya

Alkohol Soju adalah minuman beralkohol nasional di Korea. Mabukan bukan lagi hal yang mengerikan, karena orang Korea suka “mabuk”, maka dari sini produk tersebut pun sangat diminati. Pada tahun 2006, lebih dari tiga setengah miliar botol Soju terjual. Itu sekitar satu botol seminggu untuk setiap orang Korea, termasuk wanita, anak-anak, dan orang tua.

Sejarah soju muncul pada abad keempat belas, ketika Korea dihancurkan oleh kuk Tatar-Mongol. Dari bangsa Mongollah orang Korea mengadopsi semua fitur teknologi penyulingan minuman. Sejak itu, soju lahir, minuman beralkohol yang terbuat dari ubi jalar atau biji-bijian. Komposisi minumannya termasuk produk yang mengandung fruktosa, soju memiliki rasa yang sedikit manis. Selain itu juga, kemungkinan besar yang menjadi penyebab setelah tegukan pertama, seseorang bahkan tidak mengerti bahwa dia minum-minuman yang mengandung alkohol.

Baca juga : Kandungan Alkohol Dalam Minuman Keras, Bisa Sangat Berbahaya!

Pada pertengahan abad ke-20, untuk mengurangi konsumsi beras, pemerintah Korea Selatan melarang metode tradisional pembuatan soju yang berbahan dasar gandum murni. Minuman tersebut mulai diproduksi dengan mengencerkan etil alkohol dan menambahkan berbagai macam zat aromatik. Vodka tradisional Korea secara tradisional dibuat secara eksklusif dari bahan-bahan alami – barley, beras, gandum atau kentang.

Di Korea, ada juga etiket tertentu dalam minum alkohol soju. Misalnya, yang lebih tua harus membelikan Soju untuk yang lebih muda, yang pada gilirannya tidak boleh minum di depan yang lebih tua. Di Korea ada kultus untuk menghormati orang yang lebih tua. Cara minum alkohol soju pun ada aturannya. Soju dituangkan ke dalam gelas dengan kedua tangan. Mengisi gelas sendiri dianggap bentuk yang buruk, namun harus dilakukan oleh pemilik rumah tempat Anda makan, atau pelayan. Anda tidak dapat mengisi kembali gelas sampai Anda meminum semua isinya hingga tetes terakhir.

Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Konsumsi Minuman Alkohol

Minum soju pun harus perlahan, dalam tegukan kecil. Dalam kasus yang jarang terjadi, dan hanya dengan persetujuan bersama dari semua yang hadir, minuman dapat diminum dalam satu tegukan. Dalam setiap tegukan, mereka yang lebih muda dari perayaan itu pasti harus berpaling dari rekan-rekan mereka yang lebih tua. Minum sambil melakukan kontak mata dianggap tidak sopan.

Kandungan Alkohol Soju

Soju mengandung alkohol kurang-lebih 20% hingga 40%. Jenis-jenis soju memang dikategorikan sesuai kadar alkohol di dalamnya. Umumnya, soju yang mempunyai rasa buah berkandungan alkohol kurang-lebih 16%. Sementara minuman soju standar memiliki kandungan sampai 22%. Sedangkan soju tradisional memiliki konsentrasi alkohol sampai 40%. Alkohol soju tentu saja tak halal bagi kaum muslim.

Itulah pembahasan mengenai alkohol soju yang dapat kami sampaikan. Cari informasi berguna lainnya di Ashefagriyapusaka.co.id

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top