Bagaimana Menghentikan Kecanduan LSD? - Ashefa Griya Pusaka

Bagaimana Menghentikan Kecanduan LSD?

kecanduan lsd
Share on:

Para pengguna narkoba jenis psikedelik biasanya berharap akan mendapatkan pengalaman transformatif. Salah satu cara menjauhkan dari realitas kehidupan sehari-hari. Keinginannya adalah untuk mencapai keadaan euforia dan perasaan gembira. Namun hal itu dengan cepat berubah menjadi berbahaya ketika pengguna mengalami kecanduan LSD.

Apa Itu LSD?

Berasal dari ergot, jamur yang tumbuh pada gandum hitam dan biji-bijian lainnya, LSD, juga dikenal sebagai Acid. Ini adalah narkoba halusinogen dengan efek kuat. Meskipun beberapa orang menggunakan zat pengubah pikiran yang ampuh ini agar bisa mengalami perubahan kondisi kesadaran, LSD telah mendapatkan reputasi buruk karena efek psikologis parah yang dapat ditimbulkannya.

Salah satu dampak tersebut dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai ‘bad trip’, sebuah pengalaman psikologis yang sangat menyusahkan dan bisa sangat sulit untuk dijalani. Acid trip mengacu pada perubahan kondisi kesadaran yang disebabkan oleh asupan LSD. Efek halusinogen Acid dapat menyebabkan penggunanya melihat, mendengar, dan merasakan sensasi yang tampak nyata padahal sebenarnya tidak. Efek psikologis ini dapat menghasilkan wawasan pribadi yang mendalam dan rasa keterhubungan yang lebih tinggi dengan alam semesta, sehingga menjadikan jenis narkoba ini menarik bagi sebagian orang.

Acid trip karena kecanduan LSD dapat berlangsung antara delapan hingga 12 jam, dengan efek puncak terjadi dalam dua hingga empat jam setelah konsumsi. Namun, dalam beberapa kasus, efeknya dapat bertahan atau muncul kembali hingga 24 jam.

Meskipun Acid Trip bisa menjadi pengalaman yang luar biasa, indah, dan mengubah hidup bagi sebagian orang, Acid Trip juga bisa menimbulkan banyak stres dan kecemasan. Pengguna mungkin mengalami halusinasi visual dan pendengaran, distorsi waktu, dan rasa kesadaran diri yang meningkat.

Bad Acid Trip merupakan pengalaman menyedihkan yang terkait dengan penggunaan LSD. Ini ditandai dengan emosi negatif yang intens seperti ketakutan, paranoia, dan panik. Pengguna mungkin mengalami pikiran yang menakutkan, takut kehilangan kendali, atau bahkan takut akan kematian. Mereka mungkin juga merasa terputus dari kenyataan dan mengalami persepsi yang menyimpang.

Untuk menghentikan Acid Trip, penting untuk dipahami bahwa setelah LSD tertelan, efeknya tidak dapat “dihentikan” sesuka hati. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengelola dan mengurangi gejala-gejala terkait dengan Acid Trip yang buruk.

Meskipun pengguna mungkin ingin menghentikan rasa yang tidak nyaman, kenyataannya adalah, begitu zat tersebut masuk ke dalam sistem tubuh, mereka tidak dapat menghentikannya dengan segera. Efek LSD bertahan minimal delapan jam, dan bahkan setelah itu, efeknya dapat kembali lagi selama beberapa jam lagi. Namun, pengguna dapat mengelola gejala-gejala yang tak nyaman itu.

Mencoba memaksakan untuk mengakhiri lebih awal bad trip dapat mengakibatkan kekacauan emosional yang tidak terselesaikan. Karena itu dianjurkan pengguna untuk menerima bahwa situasi tersebut tidak sepenuhnya berada dalam kendali mereka dan fokus pada apa yang dapat dikendalikan, seperti lingkungan dan pola pikir.

Langkah-Langkah Menghentikan Kecanduan LSD

Meskipun pengguna tidak dapat segera menghentikan gejala Acid Trip yang buruk, mereka tetap dapat mengambil langkah-langkah untuk mengelola dan mengurangi gejala-gejala tak nyaman tersebut. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:

Pastikan Keamanan Fisik

Pertama dan terpenting, pastikan pecandu LSD itu aman secara fisik. Jauhkan mereka dari potensi sumber bahaya dan jangan biarkan mereka sendirian.

Ciptakan Lingkungan yang Tenang

Ciptakan lingkungan yang tenang dan tenteram. Ubahlah keadaan sekitar bila perlu ke tempat yang dirasa aman dan nyaman. Pencahayaan lembut, benda-benda yang familier, dan musik yang menenangkan dapat membantu menciptakan suasana yang menenangkan.

Tetap Terhidrasi

Hidrasi sangat penting selama munculnya gejala Acid Trip. Pastikan orang tersebut memiliki akses terhadap air dan ingatkan mereka untuk meminumnya perlahan secara teratur.

Gunakan Teknik Grounding

Teknik grounding dapat bermanfaat dalam mengatasi gejala-gejala yang menyusahkan. Teknik-teknik ini membantu menghubungkan orang tersebut dengan momen saat ini dan dapat mencakup latihan pernapasan dalam, mindfullness, dan fokus pada lingkungan fisik.

Yakinkan Pecandu

Yakinkan orang tersebut bahwa efek obatnya akan hilang pada akhirnya. Hal ini dapat membantu mengurangi perasaan cemas dan panik.

Hindari Pengobatan Sendiri

Hindari mengonsumsi zat lain untuk mencoba menghentikan gejala sakau LSD. Mengkonsumsi obat tambahan malah dapat memperumit situasi dan berpotensi memperburuk keadaan.

Carilah Bantuan Medis jika Diperlukan

Dalam kasus yang ekstrim, mungkin perlu mencari bantuan medis. Jika orang tersebut menjadi agresif, mengungkapkan pikiran untuk bunuh diri, atau mengalami gejala fisik yang parah, segera hubungi layanan darurat.

Setelah efek LSD menghilang, penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental pecandu. Pastikan mereka tetap terhidrasi dan makan makanan bergizi. Selama Acid Trip, biasanya pengguna melupakan kebutuhan dasar tersebut. Beristirahatlah yang banyak. Gejala Acid Trip dapat melelahkan secara fisik dan mental, dan tubuh pengguna memerlukan waktu untuk pulih.

Dengan pengetahuan dan strategi yang tepat, gejala-gejala tak nyaman akibat kecanduan LSD dapat dikelola dan dilakukan proses pemulihan. Efek Acid Trip bersifat sementara, dan mencari bantuan medis dapat membantu pecandu mengatasi perasaan kompleks yang mungkin timbul.

Memang cara terbaik untuk menghindari gejala buruk dari kecanduan LSD adalah dengan menghindari penggunaan jenis narkoba ini sama sekali. Penggunaan narkoba memiliki risiko yang besar, dan pilihan paling aman adalah tidak menggunakan narkoba sedikit pun.

Ada bantuan yang tersedia bagi pecandu yang ketergantungan fisik atau ketergantungan psikologis karena kecanduan narkoba termasuk LSD. Program pemulihan kecanduan yang ditawarkan oleh klinik rehabilitasi narkoba akan memberikan pendekatan  komprehensif kepada para pecandu LSD maupun narkoba lainnya.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top