Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda - Ashefa Griya Pusaka

Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda

Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda
Share on:

Bahaya narkoba bagi generasi muda perlu diketahui, untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba dan anak kita bisa menolaknya dengan tegas!

Belakangan ini, narkotika serta obat-obatan zat adiktif lain sangat populer di kalangan generasi muda dan remaja bangsa Indonesia. Penyalahgunaan ini merebak ke berbagai lapisan dan lingkungan.

Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda
Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

Tidak hanya di lingkungan preman dan anak-anak nakal, narkoba juga telah masuk ke lingkungan kampus dan sekolah. Saat ini sudah ada banyak korban dari benda haram tersebut yang dijumpai di lingkungan remaja serta generasi muda.

Dari yang berbentuk kapsul, tepung, tablet dan tepung, pil koplo hingga sabu-sabu bahkan dengan bentuk yang sangat sederhana yaitu daun ganja banyak dijual di amplop-amplop. Apapun jenisnya tentu narkoba sangat berbahaya dan harus dihindari.

Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda
Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi generasi muda terjerumus kecanduan barang haram ini. Baik dari faktor lingkungan, kurang perhatian, masalah di sekolah, tempat kerja hingga pergaulan. Tanpa mereka sadari obat-obatan ini dapat menjadi ancaman bagi mereka.

Baca juga 6 Alasan Mengapa Narkotika dan Psikotropika Dilarang Peredarannya

Jika tidak mengkonsumsinya, korban penyalahguna narkoba akan merasa ketagihan. Ini mengakibatkan timbulnya perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit  pada tubuh. Inilah beberapa bahaya narkoba bagi remaja generasi bangsa:

  • Berpengaruh Terhadap Fisik dan Mental

Para remaja diharapkan nantinya menjadi penerus bangsa yang baik. Akan tetapi semakin hari kian rapuh digrogoti oleh obat dan zat adiktif perusak syaraf. Yang berakibat generasi muda tersebut tidak dapat berfikir jernih.

Dampak penyalahgunaan narkoba, bangsa cerdas dan  tangguh bisa-bisa hanya tinggal kenangan. Sebab ketergantungan obat terlarang ini akan mendorong seseorang terus mengonsumsi obat-obatan tersebut secara berulang-ulang atau berkesinambungan.

  • Bahaya usia 11-24 Tahun

Para penyalahguna narkoba pada umumnya menyasar ke berbagai lingkungan, termasuk remaja berusia 11 hingga 24 Tahun. Padahal, usia ini merupakan usia produktif atau masuk ke dalam usia pelajar.

Pada awalnya mereka yang memiliki rasa penasaran ingin mencoba. Kemudian pada akhirnya mengalami ketergantungan. Efek negatif dari penyalahgunaan obat-obatan ini terhadap anak-anak ataupun remaja dilihat dari adanya perubahan sikap, kepribadian dan sering bolos.

  • Efek psikologis remaja

Remaja yang menggunakan narkoba akan berdampak pada psikologisnya yang kurang cekatatan, pemalas yang pada akhirnya sering membolos, kurang kedisiplinan hingga berakibat buruknya nilai pelajaran.

Penyalahguna juga sering menguap dan mengantuk tidak memperhatikan pelajaran. Tidak hanya itu, ada juga yang suka mencuri untuk membeli obat-obatan tersebut. Jika tidak mendapatkan, maka akan mengalami stress.

Ketahui juga cara menghindari narkoba yang efektif untuk dilakukan, dengan begitu kamu bisa menolaknya ketika zat terlarang ini datang di kehidupanmu.

Hidup Sehat Tanpa Narkoba

Seseorang, khususnya remaja perlu menerapkan hidup sehat di tengah maraknya penyimpangan remaja terjerat narkoba. Ini akan dapat menjauhkan seseorang dari iming-iming kenikmatan mengkonsumsi benda terlarang tersebut.

Ada banyak cara hidup sehat yang dapat diterapkan bagi remaja agar terhindar dari narkoba. Cara tersebut pastinya akan melindungi diri dan kesehatan tubuh dan mental. Terlebih tidak digerogoti oleh zat-zat terlarang di dalam narkotika.

Bisa menerapkan hidup sehat adalah salah satu tips untuk menghindari penyalahgunaan narkoba. Dengan cara membiasakan pola sehat. Ini efektif untuk menghindari berbagai hal negatif seperti narkoba dan zat adiktif lainnya.

Ini diutarakan oleh Psikolog klinis dan forensik Kasandra Putranto. \”Cara untuk terhindar dari narkotika ya tentunya dengan membiasakan hidup sehat,\” ucap Kasandra.

Menurutnya, cara sederhana untuk memulai pola sehat yaitu dengan menghindari stress, bijak memilih makanan, setiap hari selalu menyempatkan olahraga, kurangi mengkonsumsi gula, memperbanyak minum air putih dan harus cukup tidur.

Bukan hanya itu saja, psikolog ini pun juga menyebutkan sejak dini perlu ditanamkan di dalam keluarga, masyarakat dan sekolah bahwa narkoba merupakan hal yang penting untuk ditinggalkan. Hal ini guna melindungi diri sendiri dari potensi risiko dari pergaulan yang toleran dengan narkotika.

Menurut Kasandra yang merupakan lulusan Universitas Indonesia ini, upaya pencegahan lain dilakukan untuk meningkatkan daya tahan bisa menjauhkan diri dari adanya potensi risiko terjerat narkoba. Karena ada kalangan yang telah menjadi korban barang terlarang ini.

Cara Menasehati Pecandu Narkoba

Generasi muda harapan bangsa dituntut untuk cerdas dan tangguh. Namun sayangnya banyak generasi yang terjerat kasus narkoba dan akhirnya merusak mental serta kehidupan mereka. Harus putus sekolah hingga masalah pekerjaan. Baca juga cara mengatasi suami kecanduan narkoba

Narkoba itu sendiri kini sudah masuk ke lingkungan sekolah. Banyak pelajar yang notabene memiliki rasa ingin tahu tinggi mencoba menggunakannya. Oleh karena itu, penting melakukan edukasi bahaya narkoba bagi remaja agar tidak terjerumus.

Seseorang yang mengalami ketergantungan obat-obatan akan mengalami perubahan, baik perubahan sosial ataupun emosional. Maka menasehati orang tersebut sangat penting agar membantu korban jujur kepada dirinya sendiri dengan mengakui ketergantungannya.

Cara menasehati pecandu narkoba bisa dilakukan dengan meyakinkan korban pasti akan pulih. Di tahap ini, terus berikan motivasi tanpa terkesan mengguruinya. Ajak dirinya menjauhi lingkungan yang buruk agar nasehat yang diberikan kepadanya dapat diterima korban.

Hal itu karena dari lingkungan buruklah biasanya seseorang ikut-ikutan mencoba menggunakan barang terlarang tersebut. Maka sebaikhya dorong korban untuk secara perlahan menjauhi lingkungan yang menjebaknya.

Memberi dukungan kepada korban bukan berarti menyetujui penyalahgunaan narkoba. Tetapi agar bisa mendekatkan diri kepadanya untuk memberikan nasehat-nasehat bijak tanpa terkesan menggurui.

Setelah itu, Anda bisa melakukan penyadaran kepada korban agar menjauhi narkoba termasuk mendapatkan bantuan medis. Karena tingkat pemulihan dari korban penyalahgunaan zat adiktif itu sendiri tergantung golongan jenis barang yang dikonsumsi.

Rehabilitasi narkoba juga dilihat dari lamanya waktu pemakaian yang telah dilakukan oleh penyalahguna tersebut. Sehingga tidak jarang harus dibantu dari tim medis dan pendampingan terhadap korban hingga berangsur terlepas dari ketergantungan barang haram ini.

Kesimpulan

Sebagai calon penerus bangsa, tentu generasi muda dituntut untuk memiliki kepribadian yang baik agar terhindar dari narkoba sehingga masa depan tidak hancur.  Putusnya sekolah, dikeluarkan dari kampus dan pekerjaan menjadi sanksi bagi penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan ini di lingkungan generasi muda remaja dan dewasa ini semakin meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku dari remaja tersebut bisa membahayakan anak bangsa dikemudian hari.

Lingkungan remaja kini sangat rawan dimasuki penyebaran narkoba. Dan sudah ada banyak remaja yang terjerat kasus ini. Berawal dari pertemanan yang salah hingga coba-coba ingin mengkonsumsinya menjadi awal kehancuran bagi generasi muda. Mereka umumnya mengkonsumsi tanpa memperhatikan bahaya narkoba bagi generasi muda.

Artikel ini dipublikasikan oleh: https://ashefagriyapusaka.co.id.

Scroll to Top