Pahami Ciri Ciri Orang Harus ke Psikiater, Konsultasikan Segera Mungkin! - Ashefa Griya Pusaka

Pahami Ciri Ciri Orang Harus ke Psikiater, Konsultasikan Segera Mungkin!

Pahami Ciri Ciri Orang Harus ke Psikiater
Share on:

Memiliki masalah mental bukanlah hal yang mudah untuk di tangani dengan mandiri. Peran psikiater sangat penting untuk membantu keluarga kita pulih dari masalahnya. Oleh karena itu, kita perlu memahami ciri ciri orang harus ke psikiater supaya bisa membantu menyelesaikan masalahnya.

ciri ciri orang harus ke psikiater
Seseorang yang memiliki masalah dengan sikapnya harus segera mengunjungi psikiater

Permasalahan dengan mental merupakan kondisi yang tidak sehat. Menurut definisi dari Badan kesehatan Dunia (WHO), sehat memiliki arti terbebas dari segala jenis penyakit baik secara mental, fisik, dan sosial. Sedangkan sehat mental artinya, terbebas dari segala pikiran, perasaan negatif dan masalah lainnya yang bisa mengganggu keseimbangan hidup dan produktivitasnya.

Oleh sebab itu, jika seseorang memiliki masalah dengan mental, maka harus segera dibantu supaya bisa hidup lebih baik lagi.

Seseorang yang memiliki masalah dengan gangguan mental, berpotensi memiliki kehidupan yang tidak baik, misalnya seperti rusaknya hubungan dengan orang lain dan menurunkan kualitas hidupnya.

Jangan Anggap Sepele, Pahami Ciri Ciri Orang Harus ke Psikiater

Jangan Anggap Sepele, Pahami Ciri Ciri Orang Harus ke Psikiater
ciri ciri orang harus ke psikiater

Seseorang yang memiliki masalah dengan gangguan mental, maka harus dibantu secara maksimal. Masalah ini akan lebih berisiko jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Dalam beberapa kasus, seseorang yang memiliki masalah dengan mentalnya memiliki keinginan untuk bunuh diri. Segera konsultasikan dengan psikolog jika Anda membutuhkan bantuan dengan kesehatan mental. Kali ini kita akan membahas ciri ciri orang harus ke psikiater, segera hubungi psikolog jika Anda mengalami hal berikut ini:

  1. Sedih Berkepanjangan, marah atau Memiliki Perubahan Perilaku

Setiap orang pasti pernah merasa sedih dan marah. Masalah emosional ini akan dianggap tidak wajar jika terjadi secara berkepanjangan. Perasaan emosi ini jika dibiarkan begitu saja, bisa menjadi penyebab depresi. Selain itu juga, memiliki perasaan seperti ini, bisa membuat seseorang menarik diri dari lingkungan sosialnya.

Begitu juga dengan orang yang memiliki perubahan perilaku terhadap dirinya sendiri. Bisa jadi ini akibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang

  1. Rasa Cemas yang Sulit Dikendalikan

Rasa cemas merupakan perasaan yang sangat wajar dimiliki oleh siapapun. Namun, jika memiliki rasa cemas yang berlebihan bisa mengganggu kegiatan sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Gangguan kecemasan ini biasanya ditandai dengan gejala gemetar, jantung berdebar, sering merasa lelah, sesak napas, hingga otot lebih tegang, sulit tidur, kesemutan, berkeringat, pusing, sakit perut, mulut terasa kering, dan hilangnya kesadaran.

Perasaan cemas ini juga bisa saja muncul akibat kejadian traumatis yang mengerikan. Tidak hanya menyerang mental, kejadian traumatis juga bisa mengganggu kesehatan fisik orang tersebut.

  1. Suasana Hati yang Suka Berubah-ubah Secara Ekstrem

Perubaahan suasana hati yang ekstream (mood swing), ketika seseorang memiliki masalah ini sebaiknya segera dibantu dengan penanganan yang tepat. Perubahan suasana hati ini akan naik atau turun secara mendadak, yang lebih parah bisa memicu penyakit bipolar disorder bagi penderitanya.

  1. Memiliki Pranoid

Paranoid adalah gangguan kepribadian yang cenderung tidak bisa mempercayai orang lain. Memiliki pikiran yang selalu buruk, orang yang memiliki masalah ini biasanya pernah merasakan trauma yang sangat mengguncang jiwanya.

Orang ini juga akan memiliki rasa kurang percaya diri dan selalu curiga. Hal ini akan terjadi secara terus-menerus. Menurut penelitian, paranoid merupakan kasus gangguan mental yang paling sering terjadi.

  1. Suka Menyakiti Diri Sendiri

Gangguan mental juga bisa membuat seseorang suka menyakiti diri sendiri. Misalnya memukul, membenturkan tubuh, menabrakan diri secara sengaja ataupun menggoreskan benda tajam kekulit. Biasanya seseorang yang suka menyakiti diri sendiri, memerlukan pertolongan dari psikolog.

  1. Memiliki Rasa Halusinasi

Halusinasi adalah gangguan persepsi yang membuat seseorang merasakan seolah melihat, mendengar, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.

Penyebab dari gangguan halusinasi adalah akibat gangguan mental, efek samping penyalahgunaan narkoba atau akibat penyakit tertentu. Halusinasi tidak bisa dianggap sepele, karena bisa berbahaya bagi diri sendiri maupun orag lain.

  1. Mempunyai Riwayat Penyalahgunaan NAPZA

Napza adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Penyalahgunaan napza juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental penggunanya. Walaupun sebelumnya orang tersebut memiliki riwayat penyalahgunaan, efek samping dari obat-obatan terlarang ini akan terus mengganggunya.

Efek samping ini akan semakin parah berdasarkan banyaknya zat yang dikonsumsi orang tersebut. Seseorang yang memiliki permasalahan dengan narkotika biasanya akan sulit untuk keluar dari ketergantungan yang dialaminya.

Ini merupakan masalah serius yang membutuhkan pertolongan tepat dari tenaga medis dan non medis dibidang adiksi.

Adiksi artinya tubuh akan meminta zat tersebut secara terus-menerus dengan dosis yang ditingkatkan. Jika tidak segera ditangani, akibatnya bisa menyebabkan overdosis hingga kematian bagi penyalahgunanya.

Segera hubungi Ashefa Griya Pusaka untuk mendapatkan bantuan dan menolong keluarga Anda pulih dari masalah ketergantungannya.

  1. Stres Jangka Panjang

Stres adalah kondisi psikis bagi seseorang yang memiliki tekanan dalam hidupnya, baik secara emosi dan mental. Perasaan stres ini ditandai dengan masalah kecemasan, kegelisahan, dan mudah tersinggung. Seseorang yang memiliki stres dalam waktu yang lama biasanya cenderung menarik diri dari lingkungannya, mudah marah, nafsu makan berkurang, melakukan perilaku yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi narkoba, dan minum alkohol.

Selain berdampak pada kondisi mental, stres juga bisa mempengaruhi kondisi fisik. Misalnya orang tersebut jadi mudah lelah, sakit kepala, gangguan tidur, sakit perut, nyeri otot, obesitas, penurunan gairah seksual, hipertensi, dan gagguan pada jantung.

  1. Baru Kehilang Seseorang yang Dianggap Berarti

Kehilangan sosok seseorang yang paling berarti dalam hidup merupakan kondisi terberat yang mungkin pernah terjadi. Duka yang dalam dijiwa, secara terus-menerus mengguncang dirinya. Seperti kejadian ini terlalu besar untuk ditanggung sendiri, apa lagi merasa Anda yang jadi penyebabnya.

Duka berlarut-larut ini, lama-kelamaan bisa jadi masalah serius bagi hidup Anda. Efeknya bisa merusak kesehatan mental, oleh karena itu jika Anda memiliki teman atau anggota keluarga yang sedang mengalami hal ini, sebaiknya berikan support dan hiburlah supaya kondisinya jadi lebih baik.

  1. Mengalami Insomnia atau Perubahan Pola Tidur

Banyak penyebab yang memungkinkan kita jadi sulit untuk tidur atau memiliki pola tidur yang tidak jelas. Sebagian orang mengalami hal ini, karena merasa stres berat, sehingga mempengaruhi pola tidurnya.

Pola tidur yang tidak baik ini akan memicu insomnia pada diri kita. Efek dari insomnia ini bisa memicu berbagai masalah seperi ganggaun kecemasan, menggunakan narkoba, depresi, konsumsi alkohol, dan juga gangguan jiwa. Jika Anda mengalami hal ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan psikiater.

Akhir Kata

Mempunyai masalah mental merupakan penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Apalagi jika didukung dengan faktor penyalahgunaan narkoba. Pentingnya memahami ciri ciri orang harus ke psikiater, untuk membantu permasalahan yang sedang dialaminya. Anda juga bisa menghubungi Ashefa Griya Pusaka untuk berkonsultasi secara gratis.

Masalah mental merupakan kondisi yang tidak sehat, hal ini bisa mengganggu keseimbangan hidup dan produktivitas penderitanya. Oleh sebab itu, seseorang yang memiliki masalah dengan gangguan mental harus dibantu supaya bisa hidup lebih baik lagi.

Jangan sampai masalah mental ini dianggap sepele, karena akibatnya bisa sangat mengerikan jika dibiarkan.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top