Cliad Obat Apa? Berikut Pengertian, Dosis Penggunaan, dan Efek Sampingnya - Ashefa Griya Pusaka

Cliad Obat Apa? Berikut Pengertian, Dosis Penggunaan, dan Efek Sampingnya

Cliad obat apa
Share on:

Cliad obat apa? Berikut pengertian, dosis penggunaan, dan efek sampingnya simak selengkapnya pada artikel ini!

Cliad Obat Apa? Berikut Pengertian, Dosis Penggunaan, dan Efek Sampingnya
Cliad Obat Apa? Berikut Pengertian, Dosis Penggunaan, dan Efek Sampingnya

Ketika seseorang terserang sebuah penyakit, tentu saja sangat dianjurkan untuk segera mengonsumsi obat. Saat ini sendiri sudah ada banyak obat yang beredar secara bebas di pasaran sehingga sangat memudahkan seseorang untuk membelinya. Namun, tahukah Anda Cliad obat apa?

Ketahui Cliad Obat Apa

Perlu Anda ketahui, bahwa Cliad merupakan salah satu jenis obat untuk mengatasi maag maupun kram perut akibat gangguan pencernaan. Obat ini sendiri mengandung clidinium dan chlordiazepoxide. Tentu saja, penggunaan dalam jangka panjang akan menyebabkan gangguan dan efek samping tertentu.

Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dengan memperhatikan resep dan petunjuk dokter. Meski begitu, obat ini masih cukup efektif untuk pengobatan lainnya. Seperti mengobati gejala kegelisahan jangka pendek, ketakutan, gejala penyalahgunaan obat, hingga kecemasan pra operasi.

Adapun cara kerja dari obat ini adalah dengan memperlambat gerakan alami pada usus. Tepatnya adalah dengan merelaksasi otot-otot yang ada di dalam usus dan lambung. Tidak heran jika obat ini termasuk golongan antispasmodik atau antikolinergik.

Manfaat dan Dosis Penggunaan Obat

Terdapat beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika seseorang mengonsumsi obat ini. Mulai dari dapat mengobati sindrom iritasi usus, mengobati luka pada dinding lambung, infeksi usus akut, hingga gastritis atau peradangan di organ lambung. Lantas, seperti apa dosis penggunaannya yang tepat?

Perlu Anda pahami terlebih dahulu bahwa penggunaan obat ini perlu sesuai dengan petunjuk dan anjuran dokter terkait. Umumnya, orang dewasa dapat mengonsumsinya sebanyak 1-2 tablet dalam waktu 3-4 kali setiap harinya. Sementara untuk orang lanjut usia hanya 1 tablet saja sebanyak 2 kali per hari.

Apabila Anda ingin menggunakan obat ini, maka tentu saja perlu memperhatikan aturan pakainya. Usahakan untuk mengonsumsinya ketika perut dalam keadaan kosong. Jika tidak tunggu 30-60 menit sebelum makan serta ketika ingin tidur di waktu malam hari.

Berbagai Efek Samping Penggunaannya

Ketika seseorang mengonsumsi obat ini, maka terdapat beberapa efek samping yang perlu dipahami lebih lanjut. Tentunya, berbagai efek tersebut perlu diwaspadai lebih lanjut agar seseorang tidak menyalahgunakannya. Di bawah ini beberapa efek samping dan beberapa bahayanya:

  • Menyebabkan Ketergantungan

Efek samping penggunaan obat ini adalah dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Selain itu, efek lebih lanjutnya juga dapat menjadikan seseorang ketergantungan secara psikologis. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak menyalahgunakan Cliad dengan sembarangan.

Adanya efek ketergantungan baik fisik maupun psikologis tersebut disebabkan karena kandungan Chlordiazepoxide. Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan petunjuk penggunaan dan dosis pemakaian sesuai dengan anjuran dokter terkait. Baca juga cara mengatasi ketergantungan obat

  • Terjadi Gejala Withdrawal Syndrome

Obat jenis ini juga dapat menyebabkan withdrawal syndrome. Terutama apabila seseorang mengonsumsinya dalam waktu yang lama dan dosis cukup tinggi. Tentu saja hal ini sangat tidak menyenangkan dan mengganggu aktivitas seseorang.

Pasalnya, seseorang dapat mengalami perubahan mood secara tiba-tiba, nafsu makan berkurang, merasa kelelahan, gelisah, dan lainnya. Untuk gejala withdrawal syndrome ini sendiri umumnya akan berbeda-beda pada setiap penggunanya. Hal ini akan bergantung pada jenis-jenis obatan yang dikonsumsi.

  • Menyebabkan Sakit Kuning

Mengonsumsi obat ini terkadang dapat menyebabkan seseorang mengalami perubahan warna kekuningan pada kulit. Umumnya hal tersebut dikenal dengan istilah sakit kuning. Hanya saja, tentu hal ini akan berbeda-beda efeknya pada setiap pengguna.

Terkadang beberapa orang bahkan mengalami disfungsi hepar, gangguan kemih, mengantuk, gangguan fungsi hati, erupsi pada bagian kulit, hingga kesulitan buang air besar atau konstipasi. Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan dosis pemakaiannya.

  • Menyebabkan Mulut Kering

Efek samping lainnya adalah dapat menyebabkan mulut terasa kering dari biasanya. Seseorang juga dapat mengalami kenaikan suhu tubuh, gugup, sakit kepala, mual, hingga lemas/lemah. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka usahakan untuk segera menghubungi dokter untuk melakukan pengobatan lebih lanjut.

Beberapa orang bahkan dapat mengalami alergi, gangguan buang air kecil, penglihatan kabur, menstruasi tidak teratur, hingga pembengkakan akibat adanya penumpukan dalam organ atau jaringan. Apabila berbagai efek samping tersebut terus terjadi, maka usahakan untuk langsung memeriksakan diri.

Apakah Aman untuk Ibu Hamil?

Cliad atau chlordiazepoxide ini pada dasarnya sangat tidak dianjurkan untuk digunakan ibu hamil/menyusui. Pasalnya, penggunaan obat tersebut terbukti sangat beresiko terhadap janin yang dikandung ibu hamil. Oleh sebab itu, alangkah baiknya untuk tidak menggunakannya.

Usahakan untuk menghindari penggunaan obat tersebut agar tidak terjadi hal-hal buruk pada janin yang dikandung. Begitu juga dengan ibu menyusui usahakan untuk tidak menggunakan obat ini. Apabila dirasa perlu pastikan untuk mendapatkan rekomendasi obat lainnya dari dokter terkait.

Pasalnya, kandungan obat ini sangat tidak dianjurkan untuk digunakan ibu hamil. Termasuk ketika mereka memasuki trimester pertama kehamilan. Jangan sampai hanya karena penggunaan obat ini janin yang dikandung ibu hamil mengalami masalah sehingga pastikan untuk menghindarinya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Mengonsumsi Obat Cliad

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika mengonsumsi obat ini. Hal tersebut agar nantinya tidak ada efek samping lebih lanjut saat menggunakannya. Atau setidaknya pengguna mendapatkan manfaat lebih maksimal. Berikut beberapa hal tersebut.

  • Gunakan Sesuai Anjuran Dokter

Tentu sangat penting bagi Anda untuk menggunakannya sesuai dengan anjuran dokter. Oleh sebab itu, jangan sampai mengonsumsinya melebihi dosis dan aturan penggunaan. Sangat dianjurkan juga untuk tidak menambah durasi penggunaan.

Anda juga tidak boleh menghentikan pengobatan di tengah jalan tanpa konsultasi dengan dokter. Pasalnya, obat tersebut dapat menyebabkan bahaya penggunaan dalam jangka pendek maupun panjang. Itulah mengapa sangat penting untuk menghentikannya secara bertahap.

  • Hindari Penggunaan Jangka Panjang

Perlu Anda ketahui bahwa obat ini dapat menyebabkan seseorang mengantuk. Tidak hanya itu, obat tersebut juga sangat rentan menyebabkan penggunanya ketergantungan psikologis dan fisik. Itulah mengapa sangat penting untuk menggunakannya dalam jangka pendek saja.

Usahakan untuk menghindari penggunaan jangka panjang karena akan cukup membahayakan tubuh. Seperti dapat menyebabkan kesulitan bernapas hingga kematian. Selain itu, tentu masih ada banyak efek samping lain yang dapat ditimbulkan sehingga sangat berbahaya jika disalahgunakan.

Itu tadi informasi tentang Cliad yang bisa Anda ketahui. Kini Anda tentu sudah lebih paham tentang Cliad obat apa. Apabila ingin menggunakannya pastikan mematuhi setiap petunjuk dokter. Usahakan juga untuk tidak menggunakannya melewati anjuran dosisnya agar tidak menyebabkan bahaya lebih lanjut.

Membantu keluarga yang mengalami masalah ketergantungan obat merupakan tindakan yang mulia. Cara ini bisa menyelamakan mereka dari dampak penyalahgunaan narkoba dan hidup lebih baik lagi. Segera hubungi Ashefa Griya Pusaka untuk mendapatkan program yang tepat

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top