Diabetes Pada Orang Muda, Mengapa Bisa Terjadi? - Ashefa Griya Pusaka

Diabetes Pada Orang Muda, Mengapa Bisa Terjadi?

diabetes orang muda 1
Share on:

Bila dulu diabetes atau kencing manis adalah penyakitnya orang tua, dalam beberapa tahun belakangan ini juga diderita orang muda. Diabetes pada orang muda, juga dikenal sebagai diabetes pediatrik.

Penjelasan Apa Itu Diabetes

Diabetes secara umum digambarkan sebagai kondisi kesehatan kronis (dalam waktu lama) yang memengaruhi cara tubuh penderitanya dalam mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi. Ada dua jenis utama dari diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1: Pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel di pankreas yang memproduksi insulin. Insulin merupakan jenis hormon yang membantu tubuh Anda menggunakan glukosa untuk energi. Tanpa insulin, glukosa menumpuk di darah Anda.

Diabetes tipe 2: Pada diabetes tipe 2, tubuh penderita menjadi resisten terhadap insulin, dan pankreas tidak menghasilkan cukup insulin untuk mengatasi resistensi ini. Ini menyebabkan glukosa menumpuk di darah penderita.

Untuk diperhatikan bahwa diabetes dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf.

Tidak ada obat untuk diabetes, tetapi dapat dikelola dengan pengobatan, diet, dan olahraga. Dengan pengelolaan yang tepat, penderita diabetes dapat hidup lebih lama dan juga sehat.

Diabetes Pada Orang Muda

Diabetes pada orang muda dapat terjadi karena beberapa alasan, antara lain:

  • Genetika: Jika Anda memiliki riwayat keluarga diabetes, Anda lebih mungkin mengembangkan kondisi tersebut sendiri.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas: Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2.
  • Ketidakaktifan fisik: Kurang berolahraga dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
  • Ras atau etnis: Kelompok ras dan etnis tertentu, seperti Afrika Amerika, Hispanik Amerika, dan Amerika Asli, lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2.
  • Obat-obatan tertentu: Beberapa obat, seperti steroid, dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Jika Anda khawatir anak Anda mungkin menderita diabetes, penting untuk menemui dokter untuk pemeriksaan. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi dari diabetes.

Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita diabetes muda:

  • Penyakit jantung: Diabetes dapat meningkatkan risiko anak Anda terkena penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan stroke.
  • Masalah mata: Diabetes dapat merusak pembuluh darah di mata, menyebabkan masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur, retinopati diabetik, dan kebutaan.
  • Penyakit ginjal: Diabetes dapat merusak ginjal, menyebabkan gagal ginjal.
  • Kerusakan saraf: Diabetes dapat merusak saraf, menyebabkan mati rasa, kesemutan, dan nyeri pada tangan dan kaki.
  • Ketoasidosis diabetik: Ini adalah komplikasi yang mengancam jiwa yang dapat terjadi ketika kadar gula darah sangat tinggi.

Gejala Gejala Diabetes

Sebagaimana penyakit lain, diabetes pun memunculkan beberapa gejala khas. Orang yang mengalami gejala-gejala tersebut tentu harus waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter. Berikut adalah beberapa gejala penyakit kencing manis atau diabetes :

  • Meningkatnya rasa haus
  • Sering buang air kecil
  • Meningkatnya rasa lapar
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kelelahan.
  • Penglihatan kabur.
  • Apabila menderita luka maka penyembuhannya akan lambat.

Jika Anda memiliki salah satu dari gejala tadi, penting untuk menemui dokter untuk pengujian. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi dari diabetes.

Prosedur Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Pemeriksaan kadar gula darah umumnya dilakukan untuk memantau kondisi diabetes atau mencurigai adanya masalah dengan metabolisme gula darah. Berikut adalah prosedur umum untuk pemeriksaan kadar gula darah:

Persiapan:

  • Pastikan Anda tidak makan atau minum apa pun selama 8-10 jam sebelum pemeriksaan. Ini dikenal sebagai puasa dalam pemeriksaan gula darah puasa.
  • Periksa dengan dokter atau laboratorium apakah ada instruksi khusus sebelum pemeriksaan.

Pemilihan metode:

Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan menggunakan berbagai metode, termasuk pengukuran glukosa darah puasa, tes toleransi glukosa oral (OGTT), atau pemantauan glukosa berkelanjutan (CGM). Dokter akan menentukan metode yang paling sesuai berdasarkan kebutuhan dan kondisi Anda.

Pengambilan sampel darah:

Biasanya, pemeriksaan kadar gula darah melibatkan pengambilan sampel darah dari vena di tangan atau lengan menggunakan jarum suntik steril. Sebelum pengambilan sampel, area yang akan ditusukkan jarum akan dibersihkan dengan alkohol atau zat antiseptik lainnya.

Analisis sampel:

  • Sampel darah yang diambil kemudian akan dianalisis di laboratorium untuk mengukur kadar gula darah.
  • Hasil pemeriksaan biasanya akan tersedia dalam beberapa jam atau beberapa hari, tergantung pada fasilitas pemeriksaan.
  • Setelah pemeriksaan selesai, dokter atau tenaga medis akan menganalisis hasilnya dan memberikan penjelasan serta rekomendasi sesuai kondisi Anda. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk memahami hasil pemeriksaan dan implikasinya terhadap kesehatan Anda.

Nilai Kadar Gula Darah Normal atau Diabetes

Nilai kadar gula darah normal dan diabetes dapat bervariasi tergantung pada konteks dan unit pengukuran yang digunakan. Di bawah ini adalah rentang umum untuk kadar gula darah:

Kadar Gula Darah Normal (sebelum makan atau dalam kondisi puasa):

  • Fasting plasma glucose (FPG) atau Glukosa Darah Puasa: 70-99 mg/dL (3.9-5.5 mmol/L)
  • Random plasma glucose (RPG) atau Glukosa Darah Sewaktu: Kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)

Diagnosis Diabetes (berdasarkan American Diabetes Association):

  • Fasting plasma glucose (FPG): 100 mg/dL (5.6 mmol/L) atau lebih tinggi.
  • 2-hour plasma glucose (OGTT): 140 mg/dL (7.8 mmol/L) atau lebih tinggi.
  • HbA1c (hemoglobin A1c): 6.5% atau lebih tinggi. HbA1c merupakan pengukuran rata-rata kadar gula darah dalam waktu sekitar 2-3 bulan terakhir.

Pre-diabetes (risiko tinggi mengembangkan diabetes):

  • Fasting plasma glucose (FPG): 100-125 mg/dL (5.6-6.9 mmol/L)
  • 2-hour plasma glucose (OGTT): 140-199 mg/dL (7.8-11.0 mmol/L)
  • HbA1c: 5.7-6.4%

Penting untuk dicatat bahwa kriteria di atas adalah pedoman umum, dan diagnosis diabetes harus dilakukan oleh dokter berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut dan konteks medis secara menyeluruh. Nilai ambang batas dan kriteria untuk diabetes dapat berbeda di beberapa negara atau organisasi kesehatan. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kadar gula darah Anda, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi dan diagnosis yang tepat.

Hidup Sehat dengan Diabetes

diabetes orang muda

Diabetes tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikendalikan dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengelola diabetes:

  • Minumlah obat Anda seperti yang diresepkan oleh dokter Anda.
  • Makan makanan yang sehat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Pantau kadar gula darah Anda secara teratur.
  • Jaga kakimu.
  • Temui dokter Anda secara teratur untuk pemeriksaan.

Jika anak Anda menderita diabetes, penting untuk bekerja sama dengan dokter untuk mengembangkan rencana perawatan yang meliputi:

  • Obat: Bergantung pada jenis diabetesnya, anak Anda mungkin perlu mengonsumsi insulin, obat oral, atau keduanya.
  • Diet: Diet sehat penting untuk semua orang, tetapi sangat penting bagi penderita diabetes. Dokter anak Anda dapat membantu Anda mengembangkan rencana makan sehat yang memenuhi kebutuhan masing-masing.
  • Olahraga: Olahraga teratur dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan mengurangi risiko komplikasi.
  • Pemantauan diri: Anak Anda perlu belajar cara memantau kadar gula darahnya di rumah. Ini akan membantu mereka melacak kemajuan mereka dan memastikan kadar gula darah mereka berada dalam kisaran yang sehat.

Dengan pengobatan dan perawatan yang tepat, diabetes pada usia muda dapat meraih umur panjang dan juga hidup dengan sehat.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top