Fakta Fakta Mencengangkan Kecanduan Video Game - Ashefa Griya Pusaka

Fakta Fakta Mencengangkan Kecanduan Video Game

kecanduan video game
Share on:

Bukan rahasia lagi bahwa video game sangat populer bagi banyak orang di dunia. Meskipun bermain video game bisa menjadi cara yang bagus untuk bersantai dan bersenang-senang, namun juga bisa membuat kecanduan. Berikut fakta fakta mencengangkan seputar kecanduan video game dan apa yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Statistik Kecanduan Video Game

Kecanduan video game semakin menjadi perhatian masyarakat saat ini. Berikut beberapa statistik yang menyoroti cakupan masalah ini:

  • Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 3% gamer di seluruh dunia mungkin menderita kecanduan video game. Di Amerika Serikat saja, angka ini setara dengan sekitar 28 juta orang yang mungkin menderita kecanduan video game. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Addictions, sekitar 8,5% gamer di seluruh dunia kecanduan video game.
  • Asosiasi Perangkat Lunak Hiburan melaporkan bahwa 65% orang dewasa Amerika bermain video game, dan di antara mereka yang berusia 18 hingga 34 tahun, jumlah rata-rata waktu yang dihabiskan untuk bermain game per minggu adalah tujuh jam.
  • Laporan yang sama juga mencatat bahwa 90% orang tua mengetahui sistem rating ESRB untuk video game, namun hanya 40% yang secara rutin memeriksa rating tersebut sebelum membelikan video game untuk anak-anak mereka.

Game berbeda memiliki tingkat kecanduan yang berbeda pula. MMORPG adalah game role-playing online multipemain masif yang paling membuat ketagihan, dengan 21% orang menghabiskan 20 jam setiap minggunya untuk bermain game itu sendiri. Kemudian genre Multiplayer online battle arena menyumbang 21%. Massively multiplayer online games sebesar 19%, Role-playing games 18% dan game genre Shooters 16%.

Mengapa Video Game Membuat Ketagihan?

Video game terbukti membuat ketagihan karena dapat mengaktifkan sistem penghargaan otak dan melepaskan dopamin, neurotransmitter yang terkait dengan kesenangan dan motivasi.

Ketika seseorang mengalami pengalaman yang menyenangkan selama bermain game, seperti memenangkan level atau menyelesaikan tantangan, otak mungkin melepaskan dopamin sebagai cara untuk memperkuat perilaku tersebut dan membuatnya lebih mungkin terjadi lagi di masa depan. Seiring waktu, otak mungkin mulai mengasosiasikan video game dengan pelepasan dopamin dan menciptakan keinginan akan sensasi tersebut.

Hyperarousal selama bermain game juga dikaitkan dengan kecanduan video game. Hyperarousal merupakan keadaan peningkatan gairah fisiologis yang erat kaitannya dengan gairah seksual pada orang dewasa. Jika seseorang mengalami hyperarousal saat bermain game, otaknya mungkin mulai mengasosiasikan video game dengan kesenangan dan gairah, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kecanduan.

Berapa Banyak Gamer Kecanduan Video Game?

Kecanduan video game adalah masalah serius yang mempengaruhi sebagian besar masyarakat. Berikut beberapa statistik dan contoh yang menyoroti cakupan masalahnya:

Statistik berdasarkan Usia :

Kecanduan video game adalah masalah yang menyerang orang-orang dari segala usia, namun tampaknya lebih banyak terjadi di kalangan orang dewasa muda. Berikut beberapa statistik dan contoh yang menggambarkan masalah ini:

  • Survei tahun 2018 yang dilakukan oleh Pew Research Center menemukan bahwa 22% orang dewasa berusia 18-29 tahun melaporkan bahwa mereka merasa tidak bisa berhenti bermain video game meski menginginkannya.
  • Sebagai perbandingan, hanya 9% orang dewasa berusia 30-49 tahun dan 3% orang dewasa berusia di atas 50 tahun yang melaporkan mengalami masalah yang sama.

Statistik ini menunjukkan bahwa orang dewasa muda lebih mungkin berjuang melawan kecanduan video game dibandingkan orang yang lebih tua.

Statistik berdasarkan Gender :

Berikut beberapa statistik kecanduan video game berdasarkan gender:

  • Menurut survei tahun 2018 yang dilakukan oleh Pew Research Center, 21% pria dan 13% wanita melaporkan bahwa mereka merasa tidak bisa berhenti bermain video game meski menginginkannya.

Statistik berdasarkan Lokasi Geografis :

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Addictions, tingkat kecanduan video game bervariasi berdasarkan lokasi geografis. Berikut beberapa statistik yang menyoroti perbedaan-perbedaan ini:

  • Di Asia, tingkat kecanduan video game cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Misalnya, sebuah penelitian yang dilakukan di Tiongkok menemukan bahwa 10% mahasiswa mengalami kecanduan video game.
  • Di Eropa, prevalensi kecanduan video game sangat bervariasi antar negara. Misalnya, sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia menemukan bahwa hanya 1,4% gamer yang mengalami kecanduan, sementara penelitian lain yang dilakukan di Yunani menemukan bahwa 8,6% gamer memenuhi kriteria kecanduan.
  • Di Amerika Utara, tingkat kecanduan video game tampaknya serupa dengan tingkat kecanduan di Eropa. Sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada menemukan bahwa sekitar 8% gamer mengalami kecanduan.
  • Di Amerika Selatan dan Afrika, penelitian mengenai tingkat kecanduan video game masih terbatas.

Video Game yang Paling Membuat Kecanduan

Video game tertentu terbukti lebih membuat ketagihan daripada yang lain, dan tingkat kecanduan dapat sangat bervariasi tergantung pada game tersebut. Berikut beberapa contoh tambahan video game dan tingkat kecanduannya:

  • League of Legends : 27%
  • Counter-Strike: Global Strike : 22%
  • Overwatch: 21%
  • Dota 2: 20%
  • Candy Crush Saga: 18%
  • PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) : 13%
  • Clash of Clans (CoC) : 10%

Alasan Umum Memainkan Video Game

Menurut survei yang dilakukan oleh Entertainment Software Association, ada beberapa alasan umum mengapa gamer (di Amerika) bermain video game. Berikut rincian persentasenya:

  • Untuk bersenang-senang (82%)
  • Untuk menghilangkan stres (44%)
  • Untuk mengisi waktu (42%)
  • Untuk stimulasi atau tantangan mental (39%)
  • Untuk terhubung dengan teman dan keluarga (26%)

Statistik ini menunjukkan bahwa bagi sebagian besar gamer, bermain video game pada dasarnya merupakan bentuk hiburan dan relaksasi.

Berapa Jam Video Game yang Merupakan Kecanduan?

Meskipun tidak ada jumlah jam tertentu yang dapat dianggap sebagai kecanduan video game, para ahli umumnya sepakat bahwa bermain video game lebih dari dua jam per hari secara teratur dapat menjadi tanda perilaku bermain game yang bermasalah.

Faktor lainnya termasuk dampak bermain game terhadap kehidupan sehari-hari seseorang, kemampuan mereka mengendalikan kebiasaan bermain game, dan apakah mereka terus bermain meskipun ada konsekuensi negatifnya. Beberapa orang mungkin dapat bermain video game untuk jangka waktu yang lebih lama tanpa mengalami kecanduan, sementara yang lain mungkin menjadi kecanduan hanya dalam waktu singkat.

Berapa Persen Orang Tua Menganggap Video Game Buruk?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Common Sense Media, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk membantu keluarga menavigasi media dan teknologi, 71% orang tua percaya bahwa video game berkontribusi terhadap masalah perhatian anak.

Selain itu, 67% orang tua percaya bahwa video game menyebabkan gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan kesehatan fisik yang buruk. Statistik ini menunjukkan bahwa banyak orang tua yang mengkhawatirkan dampak kecanduan video game terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua orang tua memandang video game dari sudut pandang negatif. Beberapa orang melihatnya sebagai cara bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan meningkatkan koordinasi tangan-mata.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top