Ingin Bebas Dari Stres Berkepanjangan? Coba Terapkan Mindfullness - Ashefa Griya Pusaka

Ingin Bebas Dari Stres Berkepanjangan? Coba Terapkan Mindfullness

teknik mindfulness 1
Share on:

Stres berkepanjangan, juga dikenal sebagai stres kronis, adalah kondisi ketika seseorang mengalami tingkat stres tinggi dan berlangsung dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut tentu tak boleh dibiarkan, dan Mindfulness adalah salah satu obatnya.

Mengapa Orang Mengalami Stres Berkepanjangan?

Berbeda dengan stres akut yang merupakan respons alami tubuh terhadap situasi yang menantang, stres berkepanjangan dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang jika tidak ditangani dengan baik.

Beberapa penyebab stres berkepanjangan dapat meliputi:

  • Beban kerja yang berlebihan: Tuntutan pekerjaan yang terlalu banyak atau jadwal kerja yang padat dapat menyebabkan stres berkepanjangan.
  • Masalah keuangan: Masalah finansial yang berlarut-larut dapat menyebabkan tekanan dan stres yang terus menerus.
  • Masalah hubungan: Konflik dan masalah dalam hubungan dengan keluarga, teman, atau pasangan dapat menjadi sumber stres berkepanjangan.
  • Penyakit atau kondisi medis: Kondisi kesehatan tertentu atau penyakit kronis yang menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan mental dapat menyebabkan stres berkepanjangan.
  • Perubahan besar dalam hidup: Peristiwa besar seperti perubahan pekerjaan, perpindahan rumah, atau kehilangan orang terdekat dapat menyebabkan stres berkepanjangan.

Dampak stres berkepanjangan terhadap tubuh dan pikiran meliputi:

  • Gangguan tidur: Kesulitan tidur, insomnia, atau tidur yang tidak nyenyak.
  • Kelelahan kronis: Merasa lelah sepanjang waktu meskipun setelah istirahat yang cukup.
  • Gangguan emosi: Perasaan cemas, cemas berlebihan, perasaan putus asa, dan mudah marah.
  • Penurunan daya tahan tubuh: Stres kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit.
  • Gangguan pencernaan: Stres berkepanjangan dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan masalah seperti gangguan lambung atau diare.
  • Gangguan mental: Stres kronis dapat berkontribusi pada masalah mental seperti depresi dan kecemasan.

Untuk mengatasi stres berkepanjangan, penting untuk mengambil tindakan yang tepat. Beberapa strategi yang dapat membantu mengelola stres diantaranya adalah apa yang disebut teknik mindfulness.

Apa Itu Teknik Mindfulness

Mindfulness adalah praktik yang mendapat perhatian signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena banyak manfaatnya bagi kesejahteraan psikologis dan fisiologis. Dari pengurangan stres hingga kejernihan mental yang lebih baik, mindfulness telah terbukti memiliki dampak positif pada berbagai aspek kehidupan kita.

Pada intinya, mindfulness adalah tentang pemahaman yang jelas tentang momen saat ini. Orang akan dapat, menyampaikan gagasan untuk melihat sesuatu dengan jelas dan membuat pilihan yang bijaksana. Saat kita penuh perhatian, kita memupuk ketenangan, rasa syukur, dan welas asih, yang dapat sangat memengaruhi kebahagiaan kita.

Teknik perhatian penuh dapat dipraktikkan sebagai keadaan pikiran atau sebagai cara hidup. Ini melibatkan kesadaran dari waktu ke waktu akan emosi, pikiran, dan sensasi tubuh kita, tanpa menghakimi. Dengan mengembangkan kesadaran yang lembut dan mengayomi ini, kita dapat mengalami kehidupan yang lebih bahagia dan lebih produktif.

Mindfulness sendiri berasal dari pengobatan Tiongkok kuno. Mindfulness telah diintegrasikan ke dalam terapi Barat modern untuk mengatasi berbagai kondisi psikologis dan fisiologis. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness dapat meningkatkan aktivitas mental, mengubah konektivitas otak, dan mengatur proses tubuh. Bahkan beberapa sesi latihan dapat mengarah pada peningkatan sistem saraf pusat dan otonom, yang sangat penting untuk pengaturan stres dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Prosedur Mindfulness

Mindfulness sejatinya berputar di sekitar tiga elemen penting: niat, perhatian, dan sikap. Niat mengacu pada penggunaan nilai dan aspirasi kita sebagai kompas untuk mengarahkan tindakan kita. Perhatian melibatkan melatih pikiran kita untuk tetap membumi pada saat ini. Sikap memerlukan mendekati pengalaman kita dengan kasih sayang dan rasa ingin tahu.

Dengan menumbuhkan kesadaran, kita dapat membebaskan diri dari pola pikir negatif dan emosi reaktif. Perhatian penuh atau mindfullness memungkinkan kita melangkah keluar dari siklus pemikiran dan penilaian otomatis, memberi kita jeda untuk merespons situasi yang menantang dengan lebih terampil.

Ini juga akan membantu kita mengembangkan metakognisi, kemampuan untuk mengamati pikiran kita tanpa terjerat di dalamnya. Kesadaran metakognitif ini memungkinkan kita untuk mengalami dunia secara lebih langsung dan dengan lebih sedikit bias, menumbuhkan emosi positif seperti keheranan, kekaguman, dan rasa syukur.

Penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa mindfulness dapat membantu mengurangi respons stres tubuh. Dengan mengubah aktivitas otak yang berkaitan dengan perhatian dan regulasi emosi, mindfulness mengurangi reaktivitas kita terhadap stres dan meningkatkan rasa tenang.

Perubahan perilaku ini bisa jadi tidak disadari, mengarah pada perubahan transformatif dalam cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak. Mindfulness bahkan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam membantu pemulihan kecanduan dengan meningkatkan kesadaran diri akan pola pikir.

Teknik mindfulness berfokus pada kesadaran dan pengamatan dengan sengaja terhadap pengalaman saat ini tanpa menilai atau menghakimi. Berikut adalah prosedur dasar untuk melakukan teknik mindfulness:

  • Pilih tempat yang tenang: Cari tempat yang tenang dan nyaman di mana Anda tidak akan terganggu selama sesi mindfulness.
  • Tentukan waktu: Tetapkan waktu yang sesuai untuk praktik mindfulness Anda. Mulai dari beberapa menit hingga 15-20 menit adalah waktu yang baik untuk pemula.
  • Posisi yang nyaman: Duduk atau berbaring dalam posisi yang nyaman. Jaga tulang belakang lurus dan lengan Anda rileks di sisi tubuh Anda.
  • Fokus pada pernapasan: Mulailah dengan fokus pada pernapasan. Amati napas masuk dan keluar dari hidung atau gerakan perut saat bernapas. Tidak usah mengubah pola pernapasan, hanya perhatikan dengan sengaja.
  • Kesadaran terhadap tubuh: Arahkan perhatian Anda ke tubuh Anda. Rasakan sensasi fisik, seperti sentuhan pakaian di kulit, rasa nyaman atau tidak nyaman, dan perasaan fisik lainnya.
  • Amati pikiran dan emosi: Ketika pikiran atau emosi muncul, biarkan mereka datang dan pergi tanpa menghakimi. Jika Anda terdistraksi oleh pikiran, kembali perlahan-lahan ke fokus pada pernapasan atau tubuh.
  • Tanamkan kedermawanan pada diri sendiri: Jangan memaksakan pikiran atau perasaan apa pun. Biarkan diri Anda menjadi seperti apa adanya, tanpa perlu menilai atau mengubahnya.
  • Gunakan pendekatan yang lembut: Jika pikiran mengembara jauh, perhatian Anda berpindah, atau Anda merasa frustrasi, bersikaplah lembut pada diri sendiri. Kembalilah dengan lembut ke objek perhatian Anda.
  • Praktikkan secara konsisten: Latihan mindfulness membutuhkan konsistensi dan ketekunan. Lakukan latihan ini secara teratur, bahkan jika pada awalnya sulit untuk tetap fokus.

Praktik mindfulness memang membutuhkan waktu dan latihan. Semakin sering Anda melakukannya, semakin terbiasa Anda menjadi dengan prosesnya, dan manfaatnya akan lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Selain teknik meditasi formal, Anda juga dapat menerapkan elemen kesadaran pada aktivitas sehari-hari, seperti makan dengan kesadaran penuh, berjalan dengan perlahan untuk merasakan setiap langkah, atau memberikan perhatian penuh pada tugas yang sedang Anda lakukan. Selamat berlatih dan mencapai ketenangan bebas dari stres!

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top