Mastektomi, Operasi Pengangkatan Payudara - Tujuan dan Prosedur - Ashefa Griya Pusaka

Mastektomi, Operasi Pengangkatan Payudara – Tujuan dan Prosedur

masektomi 1
Share on:

Mastektomi adalah prosedur bedah yang melibatkan pengangkatan seluruh atau sebagian payudara. Prosedur ini dapat dilakukan karena berbagai alasan, termasuk pengobatan atau pencegahan kanker payudara, serta mengatasi masalah medis lainnya.

Mengapa Harus Dilakukan Mastektomi

Mastektomi dilakukan dalam berbagai situasi yang melibatkan kesehatan payudara. Beberapa alasan utama untuk menjalani mastektomi meliputi:

  • Kanker Payudara: Mastektomi adalah salah satu metode pengobatan untuk kanker payudara. Tujuan utamanya adalah menghilangkan sel-sel kanker dan mencegah penyebarannya ke bagian tubuh lainnya. Jenis dan cakupan mastektomi dapat bervariasi tergantung pada stadium kanker dan rencana pengobatan.
  • Pencegahan Kanker: Beberapa wanita dengan risiko tinggi terkena kanker payudara, seperti riwayat keluarga yang kuat terhadap kanker payudara atau faktor genetik tertentu, mungkin memilih untuk menjalani mastektomi profilaktik untuk mengurangi risiko pengembangan kanker payudara di masa depan.
  • Penyakit Proliferasi Jaringan Payudara: Beberapa kondisi, seperti penyakit proliferasi jaringan payudara yang atipikal, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Mastektomi bisa menjadi pertimbangan untuk mencegah risiko lebih lanjut.
  • Tumor Besar atau Tumor Tertentu: Tumor payudara yang besar atau spesifik bisa menjadi indikasi untuk mastektomi. Prosedur ini dapat membantu menghilangkan tumor yang besar atau yang sulit diangkat melalui operasi lain.
  • Tidak Bisa Dilakukan Operasi Pengawetan Payudara: Pada beberapa kasus, mastektomi dapat direkomendasikan jika operasi pengawetan payudara (seperti lumpektomi diikuti oleh radioterapi) tidak mungkin dilakukan karena alasan medis tertentu.
  • Kondisi Medis Lainnya: Mastektomi juga bisa dipertimbangkan jika ada kondisi medis lain yang mempengaruhi payudara dan memerlukan tindakan operasi. Contohnya Mastalgia Berat. Mastalgia adalah istilah medis untuk nyeri payudara. Jika nyeri payudara parah tidak merespons perawatan medis konservatif, dokter mungkin meresepkan mastektomi parsial atau total sebagai pilihan pengobatan. Kemudian ada Fibroadenoma, adalah tumor jinak yang umum pada payudara. Jika fibroadenoma cukup besar atau menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan, mastektomi parsial atau total mungkin dianjurkan.

Keputusan untuk menjalani mastektomi adalah keputusan yang kompleks dan perlu dipertimbangkan dengan seksama. Pasien perlu berbicara dengan tim medis mereka, termasuk dokter bedah, onkolog, serta konselor, untuk mendiskusikan opsi, risiko, manfaat, dan dampak emosional dari mastektomi. Keputusan ini harus disesuaikan dengan situasi medis dan kebutuhan pribadi pasien.

Jenis Jenis Mastektomi

Berikut adalah beberapa jenis mastektomi dan situasi di mana prosedur ini dilakukan:

Mastektomi Total (Simple Mastectomy):

  • Mastektomi total melibatkan pengangkatan seluruh payudara beserta jaringan payudara.
  • Biasanya dilakukan pada pasien dengan kanker payudara atau risiko tinggi terkena kanker payudara, serta pada beberapa kasus gangguan nonkanker lainnya.

Mastektomi Radikal Modifikasi (Modified Radical Mastectomy):

  • Mastektomi radikal modifikasi melibatkan pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di sekitarnya, dan beberapa kelenjar getah bening aksila (ketiak).
  • Dilakukan pada pasien dengan kanker payudara yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di area aksila atau ketika diperlukan untuk pencegahan lebih lanjut.

Mastektomi Radikal Total (Total Radical Mastectomy):

  • Mastektomi radikal total melibatkan pengangkatan seluruh payudara, kelenjar getah bening aksila, serta otot dada besar di bawah payudara.
  • Proses ini dilakukan pada pasien dengan kanker payudara yang telah menyebar secara luas.

Mastektomi Subkutan (Skin-Sparing Mastectomy):

  • Mastektomi subkutan adalah varian dari mastektomi total di mana sebagian besar kulit payudara dijaga, sehingga memungkinkan rekonstruksi payudara lebih baik.
  • Biasanya digunakan pada pasien dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah atau ketika rekonstruksi payudara direncanakan.

Mastektomi Profilaktik (Prophylactic Mastectomy):

  • Mastektomi profilaktik dilakukan sebagai tindakan pencegahan pada pasien dengan risiko tinggi terkena kanker payudara, terutama pada mereka dengan riwayat keluarga yang kuat terhadap kanker payudara atau faktor genetik tertentu (seperti mutasi gen BRCA1 atau BRCA2).

Mastektomi dapat berdampak emosional dan fisik pada pasien. Setelah prosedur, beberapa pasien memilih untuk melakukan rekonstruksi payudara guna mengembalikan bentuk payudara atau mencapai tampilan yang lebih alami. Setelah mastektomi, pemantauan kesehatan yang ketat dianjurkan untuk memastikan tidak ada penyebaran kanker atau komplikasi lainnya.

Keputusan untuk menjalani mastektomi adalah keputusan yang serius dan penting. Pasien harus berbicara dengan tim medis mereka, termasuk dokter bedah, onkolog, dan konselor, untuk memahami pilihan dan implikasi dari prosedur ini serta untuk membuat keputusan yang terbaik sesuai dengan situasi dan kebutuhan pribadi.

Prosedur Masektomi

Prosedur mastektomi melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh jaringan payudara. Ada beberapa jenis mastektomi yang bisa dilakukan, tergantung pada kondisi pasien dan tujuan dari prosedur tersebut. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam prosedur mastektomi:

Persiapan dan Anestesi:

  • Pasien akan diminta untuk mengenakan pakaian rumah sakit dan melepas perhiasan atau objek logam yang mungkin mengganggu selama prosedur.
  • Sebelum operasi dimulai, pasien akan diberikan anestesi umum atau anestesi lokal dengan sedasi, tergantung pada jenis mastektomi yang akan dilakukan dan preferensi pasien.

Pengangkatan Payudara:

  • Selama mastektomi, dokter bedah akan membuat sayatan pada kulit payudara sesuai dengan jenis mastektomi yang direncanakan.
  • Dalam mastektomi total, seluruh payudara akan diangkat, termasuk jaringan payudara dan jaringan di bawahnya.
  • Dalam mastektomi parsial atau parsial dengan rekonstruksi seketika, hanya bagian tertentu dari payudara yang diangkat. Ini mungkin dilakukan untuk menjaga bentuk payudara yang lebih alami atau untuk mempersiapkan rekonstruksi segera setelah mastektomi.

Pengangkatan Kelenjar Getah Benign (Opsional):

  • Jika mastektomi termasuk pengangkatan kelenjar getah bening aksila (ketiak), dokter bedah akan mengangkat kelenjar getah bening yang terletak di sekitar payudara.

Pembersihan dan Penutupan Sayatan:

  • Setelah jaringan payudara dan bagian lain yang perlu diangkat telah diangkat, dokter bedah akan membersihkan area operasi.
  • Sayatan akan ditutup dengan jahitan atau bahan penutup lainnya. Beberapa teknik modern juga menggunakan lem perekat yang diresorb bersama waktu.

Pemulihan dan Perawatan Pasca Operasi:

  • Pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan setelah operasi selesai.
  • Setelah sadar dari anestesi, pasien akan dipantau untuk memastikan bahwa pemulihan berjalan lancar.
  • Dalam beberapa kasus, pasien mungkin bisa pulang pada hari yang sama setelah operasi, tetapi dalam beberapa kasus lain, perlu menginap beberapa hari.

Perawatan Luka dan Pemulihan:

  • Pasien akan diberikan instruksi tentang perawatan luka dan tindakan pemulihan pasca operasi.
  • Pemulihan penuh setelah mastektomi bisa memakan waktu beberapa minggu. Pasien harus menghindari aktivitas fisik yang berat selama periode pemulihan.

Rekonstruksi Payudara (Opsional):

  • Beberapa pasien mungkin memilih untuk melakukan rekonstruksi payudara setelah mastektomi. Rekonstruksi bisa dilakukan segera setelah mastektomi atau dalam waktu yang berbeda.

Setelah mastektomi, pasien harus melakukan pemantauan kesehatan secara teratur dengan tim medis mereka. Dalam beberapa kasus, terapi tambahan seperti radioterapi, kemoterapi, atau terapi hormon mungkin diperlukan tergantung pada kondisi dan stadium penyakit pasien.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top