Mengenal 4 Jenis Narkoba Baru : Fentanyl, Synthetic Cannabinoids, Synthetic Cathinones dan Kratom - Ashefa Griya Pusaka

Mengenal 4 Jenis Narkoba Baru : Fentanyl, Synthetic Cannabinoids, Synthetic Cathinones dan Kratom

jenis narkoba baru 1
Share on:

Saat ini setidaknya ada 4 jenis narkoba baru yang beredar di pasar gelap. Jenis narkoba baru adalah senyawa kimia yang dirancang untuk meniru efek narkoba yang sudah ada, tetapi memiliki struktur kimia yang berbeda sehingga tidak termasuk dalam peraturan narkotika yang ada.

jenis narkoba baru.jpg

Mengapa Jenis Narkoba Baru Dibuat

Ada beberapa alasan mengapa narkoba jenis baru atau “new psychoactive substances” (NPS) terus muncul yaitu :

  • Hukum dan Regulasi: Beberapa narkoba jenis baru diciptakan untuk menghindari peraturan narkotika yang sudah ada. Dengan merancang senyawa yang memiliki struktur kimia yang berbeda, pembuat narkoba berharap dapat meloloskan produk mereka dari peraturan hukum yang mengatur narkotika tertentu.
  • Permintaan Pasar: Konsumen yang mencari sensasi atau efek yang sama dengan narkotika tradisional kadang-kadang tertarik pada jenis narkoba baru karena mereka bisa lebih mudah diakses atau dijual secara ilegal. Ini bisa berdampak pada permintaan dan penawaran di pasar gelap.
  • Keuntungan Finansial: Produsen narkoba jenis baru dapat melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan besar dengan menjual produk baru yang belum dilarang. Hal ini juga dapat membantu mereka menghindari risiko yang terkait dengan narkoba yang telah dikenal oleh otoritas.
  • Eksplorasi Efek: Beberapa peneliti dan pengembang narkoba mungkin tertarik untuk menjelajahi efek baru atau berbeda yang dapat dihasilkan oleh senyawa kimia yang belum pernah digunakan sebelumnya.
  • Ketidakstabilan Hukum: Peraturan narkotika dan hukum dapat bervariasi dari satu negara ke negara lain, dan sering kali peraturan tersebut sulit untuk diubah atau disesuaikan dengan cepat terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Meskipun ada berbagai alasan mengapa narkoba jenis baru terus muncul, penting untuk diingat bahwa penggunaan narkoba jenis baru seringkali berisiko dan berbahaya. Karena jenis narkoba baru sering kali belum diuji secara menyeluruh dalam hal keamanan atau efek jangka panjang, penggunaannya dapat memiliki konsekuensi kesehatan yang serius dan bahkan fatal.

4 Jenis Narkoba Jenis Baru dan Efeknya

Berikut  4 jenis narkoba baru yang ditemukan di pasar dan mulai banyak diminati para pecandu yang ingin merasakan bagaimana efeknya.

  1. Fentanyl: Fentanyl adalah obat resep yang digunakan untuk meredakan rasa sakit yang parah, terutama setelah operasi atau kondisi medis yang serius. Namun, dalam bentuk sintetis yang ilegal, fentanyl dapat menjadi narkoba yang sangat berbahaya karena kekuatannya yang sangat tinggi. Fentanyl sintetis sering kali jauh lebih kuat daripada morfin dan heroin, dan dapat menyebabkan overdosis fatal dengan dosis yang sangat kecil. Karena kekuatannya yang ekstrem, fentanyl ilegal sering kali terlibat dalam krisis overdosis opiat di berbagai belahan dunia. Fentanyl umumnya tersedia dalam bentuk tablet hisap, patch kulit transdermal, dan suntikan. Dalam bentuk ilegal, fentanyl sintetis juga bisa berbentuk serbuk, tablet, atau bahkan dicampur dengan obat-obatan lain, seperti heroin.
  2. Synthetic Cannabinoids: Synthetic cannabinoids, juga dikenal sebagai “Spice” atau “K2,” adalah senyawa sintetis yang dirancang untuk meniru efek mariyuana. Namun, senyawa ini jauh lebih kuat dan sering kali lebih berbahaya daripada mariyuana alami. Jenis narkoba baru ini bisa memengaruhi otak dengan cara yang tidak dapat diprediksi dan sering kali memiliki efek samping yang merugikan, termasuk kejang, mual, kebingungan, bahkan kematian. Mereka juga sulit untuk diidentifikasi karena variasi formula yang cepat. Synthetic cannabinoids bisa berbentuk serbuk, kristal, atau cairan. Mereka seringkali dijual dalam bentuk produk seperti “Spice” atau “K2” yang meniru tampilan dan kemasan produk tembakau atau herbal lainnya.
  3. Synthetic Cathinones: Synthetic cathinones, juga dikenal sebagai “bath salts,” adalah senyawa sintetis yang meniru efek amfetamin atau kokain. Obat terlarang ini biasanya dijual dalam bentuk bubuk putih atau kristal dan dapat diminum, dihirup, atau dimasukkan. Efek penggunaan synthetic cathinones dapat mencakup euforia, peningkatan energi, paranoia, dan perilaku impulsif. Namun, juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk gangguan jantung, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Synthetic cathinones dapat ditemukan dalam bentuk serbuk putih atau kristal. Mereka seringkali dijual dalam kemasan yang mirip dengan obat-obatan lain atau sebagai “bath salts” dengan nama merek yang berbeda.
  4. Kratom: Kratom adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara dan telah digunakan secara tradisional sebagai obat herbal dan stimulan. Daun kratom mengandung senyawa yang berinteraksi dengan reseptor opioid dalam otak, yang dapat menghasilkan efek yang mirip dengan opiat. Beberapa orang menggunakannya untuk meredakan rasa sakit atau mengatasi gejala penarikan obat terlarang (sakau). Namun, ada juga risiko efek samping dan potensi kecanduan dengan penggunaan kratom, terutama jika digunakan secara berlebihan. Kratom umumnya dijual dalam bentuk daun kering atau bubuk. Orang juga dapat membuat minuman teh atau ekstrak dari daun kratom.

Penggunaan narkoba ilegal atau digunakan di luar pengawasan medis yang tepat dapat memiliki dampak serius pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Penggunaan narkoba ilegal juga dapat melanggar hukum dan memiliki konsekuensi hukum yang serius.

Membentengi Kaum Muda dari Pengaruh Narkoba

Mencegah kaum muda dari tergoda menggunakan narkoba melibatkan pendekatan yang holistik, yang mencakup edukasi, dukungan, dan pengembangan keterampilan. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk membantu kaum muda agar tidak tergoda menggunakan narkoba:

  1. Edukasi yang Kuat: pihak yang berkompeten harus menyediakan informasi yang akurat tentang risiko dan dampak negatif penggunaan narkoba pada kesehatan fisik, mental, hubungan, dan prestasi akademik. Sosialisasikan fakta-fakta ini melalui program-program pendidikan yang kreatif dan menarik.
  2. Komunikasi Terbuka: Membuka jalur komunikasi yang terbuka antara orang tua, wali, guru, dan kaum muda sangat penting. Kaum muda harus merasa nyaman berbicara tentang tekanan yang mereka rasakan dan tantangan yang dihadapi.
  3. Pentingnya Kemandirian: Ajarkan kaum muda keterampilan pengambilan keputusan yang baik, kemampuan mengelola stres, dan cara mengatasi tekanan tanpa bergantung pada narkoba. Membantu mereka merasa percaya diri dalam menghadapi tantangan hidup.
  4. Kegiatan Positif: Mendorong partisipasi dalam kegiatan positif seperti olahraga, seni, musik, relawan, atau klub yang mengembangkan minat mereka. Kegiatan-kegiatan ini dapat membantu mengisi waktu luang dan membangun rasa pencapaian yang positif.
  5. Model Peran Positif: Menunjukkan contoh perilaku sehat dan positif sebagai orang tua, guru, saudara, dan anggota komunitas. Model peran yang baik dapat memberikan inspirasi kepada kaum muda dan jauh dari pengaruh narkoba.
  6. Pendidikan tentang Tekanan Kelompok: Bantu kaum muda memahami bagaimana tekanan kelompok dapat mempengaruhi keputusan mereka. Ajarkan mereka untuk berani mengatakan “tidak” jika merasa tidak nyaman atau tidak ingin terlibat dalam perilaku berisiko.
  7. Kampanye Anti-Narkoba: Melibatkan kaum muda dalam kampanye anti-narkoba di sekolah, komunitas, atau media sosial dapat membantu mereka merasa terlibat dalam usaha pencegahan.
  8. Mengenali Faktor Risiko: Membantu kaum muda mengenali faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjerumus dalam penggunaan narkoba, seperti pergaulan dengan teman yang menggunakan narkoba.
  9. Dukungan Emosional: Sediakan dukungan emosional yang kuat bagi kaum muda. Bantu mereka merasa didengar, diterima, dan diperhatikan.
  10. Sumber Informasi Aman: Berikan sumber informasi aman dan kredibel tentang narkoba, kesehatan, dan kesejahteraan secara umum. Ini membantu mereka mendapatkan pengetahuan yang benar dan akurat.

Tentunya setiap individu memiliki latar belakang dan tantangan yang berbeda. Pilihan untuk tidak menggunakan narkoba bisa dipengaruhi oleh kombinasi faktor edukasi, dukungan, dan pengembangan keterampilan dalam menghadapi tekanan dan tantangan dalam hidup.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top