Mengenal Gangguan Kecemasan yang Sering Luput dari Perhatian - Ashefa Griya Pusaka

Mengenal Gangguan Kecemasan yang Sering Luput dari Perhatian

Mengenal Gangguan Kecemasan
Share on:

Pernahkah kamu merasa cemas dan panik? Gangguan kecemasan yaitu perasaan khawatir, cemas maupun takut yang berlebihan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Sedangkan, gangguan panik yaitu serangan panik yang tiba-tiba, berulang tanpa ada alasan yang jelas dan terjadi kapan saja dan dimana saja.

Merasa cemas dan panik merupakan hal yang lumrah dialami setiap orang. Tetapi, perlu diketahui cemas yang dirasakan setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengalami kecemasan yang ringan dan ada yang mengalami kecemasan tingkat tinggi sehingga mengganggu kesehatan baik fisik maupun psikis. 

Gangguan Kecemasan yang berkepanjangan hingga bertahun-tahun, tidak mudah untuk disembuhkan. Sebab, gangguan kecemasan berisiko meningkatkan beragam masalah kesehatan. Salah satunya menyebabkan fungsi tubuh. Lalu, apa sih sebenarnya gangguan kecemasan dan bagaimana gejalanya? Simak yuk pembahasan berikut ini. 

Apa itu Gangguan Kecemasan?

Kamu pasti pernah merasa cemas atau gugup dalam hidup, misalnya saat menghadapi ujian, sebelum wawancara kerja, menghadapi masalah kerja dan mengambil keputusan penting.

Rasa cemas muncul merupakan hal yang normal, sebab respon alami ketika seseorang mengalami stress. Tapi, harus diwaspadai, saat seseorang mengalami cemas berlebihan ditandai dengan gugup, takut, khawatir, atau gelisah tanpa sebab yang jelas.

Gangguan Kecemasan bisa mengakibatkan kerja organ tubuh misalnya paru, lambung dan jantung tidak normal. Seringkali orang yang mengalami cemas yang tinggi merasakan dada sesak atau dada sakit, jantung berdebar lebih cepat dari biasanya yang menyebabkan lemas. Tetapi, hasil dari laboratorium atau pemeriksaan menyatakan bahwa organ telah berfungsi dengan baik

Kondisi tersebut, disebut dengan serangan panik. Bagaimana gangguan cemas bisa terjadi? Gangguan cemas terjadi, saat coping mechanism yaitu seseorang sudah tidak mampu menangani rasa cemas, sehingga ada kesalahan pada otak membuat seseorang mengira dalam bahaya atau ancaman walaupun sebetulnya tidak ada.

Coping mechanism yaitu berbagai usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi masalah yang menyebabkan stres pada dirinya. Selain itu, upaya untuk menyelesaikan masalah secara langsung, beradaptasi dengan perubahan, dan respon pertahanan pada situasi yang mengancam. 

Adapun beberapa gejala gangguan kecemasan yang bisa dirasakan seseorang berupa gejala psikologi, yakni:

  1. Merasa khawatir, takut berlebihan dan panik.
  2. Merasa tegang, tidak nyaman dan selalu merasa dalam bahaya.
  3. Merasa gelisah dan tidak tenang
  4. Berbicara berlebihan dan cepat
  5. Sulit konsentrasi
  6. Takut mati, hilang kendali dan takut gila
  7. Sulit tidur
  8. Merasa mau pingsan atau tercekik

Sementara itu, gejala gangguan Kecemasan pada seseorang yang terjadi pada fisik, yakni:

  1. Tekanan darah dan jantung berdebar kencang
  2. Tegang otot di kepala
  3. Sakit kepala, pusing
  4. Merasa mual dan tidak enak di lambung
  5. Diare maupun sembelit
  6. Berkeringat dingin
  7. Mulut kering
  8. Nyeri perut 
  9. Sulit bernapas dan sesak tenggorokan
  10. Napas pendek
  11. Badan gemetar, lemah, lemas atau lelah
  12. Merasa mati rasa dan kesemutan

Adapun jenis-jenis gangguan kecemasan, yakni gangguan panik, gangguan kecemasan umum atau Generalized Anxiety Disorder (GAD), gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial, Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Gangguan Kecemasan Berbeda dengan Stres

Menurut Kristin Wilson, MA, LPC, wakil presiden penjangkauan klinis untuk Newport Academy, mengatakan bahwa, gangguan kecemasan berbeda dengan stres. Pada umumnya, kecemasan ditandai dengan gejala kegelisahan yang berkepanjangan, perasaan takut, khawatir dan perasaan tidak nyaman. Kecemasan juga berisiko menyebabkan sakit, lemas, lemah penurunan fungsi tubuh, sulit tidur hingga tekanan darah tinggi.

Sedangkan, pada stress yaitu reaksi pada tekanan kondisi yang tak nyaman, ancaman maupun respon dari hal eksternal. Stres bisa hilang saat hal eksternal yang mengganggu selesai. Namun, berbeda dengan gangguan kecemasan. Kondisi tersebut terus berlanjut walaupun masalah telah selesai.

Mengelola Stres dan Terapi Bisa Menyembuhkan Gangguan Kecemasan

Ada tips untuk mencegah dan mengatasi gangguan kecemasan. Hal paling penting mengelola stress dengan baik. Disarankan yang menderita gangguan kecemasan melakukan terapi. 

Menurut Dr. Scott Symington, Ph.D. seorang Psikolog dan penulis Freedom from Anxious Thoughts and Feelings: A Two-Step Mindfulness Approach for Moving Beyond Fear and Worry mengatakan bahwa gangguan kecemasan bisa diobati. Gangguan kecemasan salah satu kondisi kesehatan mental yang paling bisa diobati. Caranya dengan melakukan perawatan dan terapi yang paling efektif untuk mengurangi gangguan kecemasan.

Walaupun gangguan kecemasan bisa diobati, penting sekali untuk mengelola stres dengan baik demi mencegah risiko tersebut. Saat kondisi seperti ini, Seseorang membutuhkan dukungan dan pendampingan dari orang terdekat dan lainnya. Gangguan kecemasan dapat semakin parah saat orang di sekeliling tidak memberi dukungan, tidak memberi perhatian dan tidak mempedulikan. 

Selain itu, gangguan kecemasan bisa diatasi lewat cara yang simple misalnya istirahat yang cukup, mengurangi asupan kafein, tidak minum alkohol, mengonsumsi makanan bergizi, tidak menyalahgunakan zat penenang, tidak merokok, olahraga secara rutin dan yoga atau meditasi.

Demikianlah penjelasan tentang gangguan kecemasan. Apabila kamu merasa memerlukan bantuan untuk mengatasi gangguan kecemasan segera ke dokter atau berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dokter akan menganalisa apakah gangguan kecemasan muncul berhubungan dengan kondisi kesehatan fisik. 

Selanjutnya, dokter akan memberikan perawatan yang tepat dalam mengurangi gangguan cemas. Termasuk merujuk ke spesialis kedokteran jiwa dalam membantu mendiagnosa gangguan cemas. Kamu bisa mengunjungi Ashefa Griya Pusaka terkait masalah gangguan kecemasan. 

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top