Ini Ragam Penyakit Akibat Stres Berlebihan - Ashefa Griya Pusaka

Ini Ragam Penyakit Akibat Stres Berlebihan

Ini Ragam Penyakit Akibat Stres Berlebihan
Share on:

Jika stres menguntungkan dalam taraf ringan untuk menghadapi kesulitan hidup, namun bisa berbahaya ketika menjadi kronis karena membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Apa saja gejala penyakit akibat stres berlebihan yang membuat penderitanya drop? Bagaimana cara menanganinya?

Ini Ragam Penyakit Akibat Stres Berlebihan
Ini Ragam Penyakit Akibat Stres Berlebihan

Stres biasanya memiliki efek langsung berupa kegugupan, lekas marah, dan ketegangan. Kondisi tersebut terkait dengan risiko terkena penyakit lain yang akan menyerang fisik. Kesulitan dalam beradaptasi dengan kekhawatiran sehari-hari memiliki banyak efek lain pada kesehatan. Berikut berbagai penyakit akibat stres berlebihan yang harus diwaspadai.

Gangguan Makan

Penyakit pertama yang mungkin timbul dari stres adalah gangguan makan. Yang paling sering dialami adalah :

  • Asupan makanan yang tidak teratur dan ketidakseimbangan nutrisi.
  • Kelebihan berat badan dan obesitas;
  • Anoreksia dan bulimia.
  • Gangguan pencernaan mulai dari sakit perut, kram, diare atau sembelit.

Gejala penyakit akibat stres berlebihan itu terkadang mencerminkan adanya iritasi usus besar. Stres bahkan merupakan faktor risiko untuk dua penyakit yang lebih serius yaitu : tukak lambung dan tukak duodenum. Penyebab maag memang berupa infeksi bakteri (Helicobacter pylori) tetapi stres akan memperburuk frekuensi dan intensitas gejala.

Hipertensi dan Migrain

Tekanan darah tinggi adalah peningkatan abnormal tekanan darah di arteri. Sembilan dari sepuluh penderita penyakit ini bahkan tidak memiliki penyebab spesifik. Stres merupakan faktor risiko terjadinya tekanan darah tinggi. Ini sering merupakan efek samping dari gaya hidup orang yang stres: terlalu banyak bekerja, alkoholisme dan merokok, makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis atau terlalu asin. Migrain juga umum dialami para penderita stres. Pembengkakan berlebihan pada arteri dan pembuluh otak dapat dikaitkan dengan produksi serotonin yang tidak normal.

Kelelahan dan Nyeri

Kelelahan kronis mempengaruhi kebanyakan orang yang mengalami stres. Kelelahan di pagi hari, kesulitan dalam melakukan usaha, tak mampu menyelesaikan tugas yang mudah, kurangnya antusiasme, dan kantuk di siang hari. Efek lain yang sering dialami dari stres dan kecemasan adalah rasa sakit yang nyata atau yang dibayangkan terutama di tungkai, perut, dan kepala.

Gangguan Perilaku

Hiperventilasi adalah peningkatan mendadak jumlah udara di paru-paru. Hal tersebut disebabkan oleh percepatan laju pernapasan. Biasanya, peningkatan kadar oksigen tersebut akan meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat otot, memungkinkan kita menghadapi bahaya yang tidak terduga. Pada orang yang stres, hal tersebut terjadi tanpa alasan. Pada lebih dari 60% kasus, hiperventilasi dikaitkan dengan serangan panik. Awalnya disebabkan oleh pelepasan adrenalin, dimanifestasikan oleh keringat, tremor, mual, kebingungan mental, dan kontraksi usus.

Infeksi Virus atau Mikroba

Penyakit akibat stres berlebihan ini pun tak boleh diremehkan karena resiko paling buruk adalah kematian. Karena sistem kekebalan melemah oleh stres, tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus atau mikroba berulang. Penderita pun sangat mudah terkena penyakit karena virus. Dan parahnya itu bisa terjadi berulang-ulang selama kondisi tubuh tidak fit.

Penyakit Autoimun

Penyakit akibat stres berlebihan pun dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, rheumatoid spondylitis, multiple sclerosis, penyakit Crohn, psoriasis atau vitiligo. Penyakit autoimun terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, yang tidak dapat lagi memenuhi perannya untuk melindungi tubuh dan mulai menyerangnya.

Mengapa stres dapat menyebabkan penyakit? Secara ilmiah bisa dijelaskan bahwa stres kronis menginduksi keadaan inflamasi permanen, melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit, khususnya oleh fenomena oksidasi sel. Dalam keadaan siaga permanen, tubuh mengeluarkan kelebihan kortisol, hormon stres, dan tubuh tidak lagi mampu bereaksi terhadap sinyal peringatan. Akibatnya, metabolisme habis dan tidak lagi berhasil mengatur dirinya sendiri, kemudian menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Manusia memiliki titik kelemahan (sistem saluran pencernaan, sakit kepala, jantung berdebar-debar, diare, berkeringat, gangguan tidur) yang diaktifkan pada saat stres. Titik-titik kelemahan ini dapat menyebabkan penyakit kronis. Respon terhadap stres bervariasi dari orang ke orang. Situasi stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan mental dan fisik.

Karena itu jika stres berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari, sangat urgen untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Langkah yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi penyebab stres dengan bantuan psikolog atau psikiater. Pekerjaan, kehidupan keluarga, kehidupan sebagai suami istri, dan banyak lagi bisa menyebabkan stres. Dokter atau psikiater yang akan memberikan solusi yang tepat seperti : hipnosis, terapi perilaku dan kognitif, yoga, aktivitas olahraga, pijat dan bahkan pemberian resep obat.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top