Selain Berhati Mulia - Ini Berbagai Manfaat Kesehatan Donor Darah - Ashefa Griya Pusaka

Selain Berhati Mulia – Ini Berbagai Manfaat Kesehatan Donor Darah

manfaat kesehatan donor darah 1
Share on:

Donor darah adalah tindakan mulia yang memiliki manfaat kesehatan bagi penerima dan juga para pendonor itu sendiri. Apa saja manfaat kesehatan donor darah bagi pendonor? Berikut penjelasan lengkapnya.

Manfaat Kesehatan Donor Darah bagi Pendonor

Donor darah adalah cara penting untuk menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan transfusi darah akibat cedera, operasi, kondisi medis serius, atau kebutuhan darah lainnya.

Namun bukan hanya itu, berikut beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh pendonor melalui donor darah:

  • Mengurangi Risiko Penyakit Jantung: Donor darah dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung karena dengan memberikan darah, tubuh akan memproduksi sel darah merah baru. Ini membantu menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh, yang berkontribusi pada kesehatan jantung.
  • Peningkatan Produksi Darah Baru: Setelah donor darah, tubuh akan memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang telah disumbangkan. Ini dapat membantu mempertahankan kesehatan dan vitalitas.
  • Mengatur Produksi Darah: manfaat kesehatan donor darah juga dapat membantu mengatur produksi sel darah dalam tubuh. Jika seseorang memiliki kelebihan zat besi, menjadi donor darah dapat membantu mengurangi kadar zat besi dalam tubuh.
  • Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Sebelum menjadi donor darah, calon donor akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, detak jantung, dan tes darah lainnya. Ini bisa membantu mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin belum terdiagnosis.
  • Meningkatkan Perasaan Bahagia: Menjadi donor darah dapat memberikan perasaan pencapaian dan kepuasan yang signifikan karena Anda berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa. Ini bisa memicu pelepasan endorfin dan memberikan perasaan bahagia.
  • Menjaga Keseimbangan Besi dalam Tubuh: Donor darah dapat membantu menjaga keseimbangan zat besi dalam tubuh, yang dapat mencegah penumpukan zat besi berlebihan yang dapat merusak organ dan jaringan.

Persyaratan Kesehatan Pendonor Darah

Tidak semua orang dapat menjadi pendonor darah. Ada persyaratan kesehatan tertentu yang harus dipenuhi. Kriteria untuk menjadi pendonor darah dapat bervariasi sedikit berdasarkan peraturan yang berlaku di tempat Anda.

Tetapi secara umum, ada beberapa kriteria umum yang harus dipenuhi untuk menjadi pendonor darah. Berikut beberapa kriteria umum menjadi pendonor darah:

  • Usia: Umumnya, pendonor darah harus berusia antara 17 hingga 65 tahun. Namun, batasan usia ini dapat bervariasi tergantung pada peraturan yang berlaku di negara atau lembaga donor darah setempat.
  • Berat Badan: Anda biasanya harus memiliki berat badan minimal tertentu untuk menjadi pendonor darah. Ini karena volume darah yang diambil selama proses donasi perlu sesuai dengan berat badan Anda agar tidak membahayakan kesehatan.
  • Kesehatan Umum: Anda harus dalam kondisi kesehatan yang baik pada saat donasi. Jika Anda mengalami penyakit menular, penyakit kronis tertentu, atau memiliki gejala penyakit tertentu, Anda mungkin tidak diizinkan untuk mendonorkan darah.
  • Tekanan Darah: Tekanan darah Anda harus berada dalam rentang yang diterima. Tekanan darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk mendonorkan darah.
  • Hemoglobin: Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Kadar hemoglobin Anda harus mencapai ambang batas yang ditentukan untuk memastikan bahwa Anda memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk didonorkan.
  • Gaya Hidup: Beberapa faktor gaya hidup tertentu, seperti kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, dapat mempengaruhi kelayakan Anda sebagai pendonor darah. Beberapa tempat mungkin memiliki batasan terkait ini.
  • Perjalanan dan Imunisasi: Beberapa perjalanan ke daerah tertentu atau menerima vaksinasi tertentu dalam jangka waktu tertentu sebelum donasi dapat mempengaruhi kelayakan Anda sebagai pendonor darah. Ini mungkin karena risiko tertentu terkait penyakit menular.
  • Waktu antara Donasi: Ada jangka waktu minimum yang harus Anda tunggu antara donasi darah yang satu dan yang lain. Ini dilakukan untuk memastikan tubuh Anda memiliki waktu untuk pulih sepenuhnya sebelum Anda mendonorkan darah lagi.
  • Riwayat Kesehatan: Anda mungkin ditanyai tentang riwayat kesehatan Anda, termasuk riwayat penyakit menular, operasi, atau kondisi medis tertentu. Hal ini dapat mempengaruhi kelayakan Anda sebagai pendonor.
  • Data Kesehatan Pribadi: Pastikan untuk memberikan informasi yang akurat dan jujur tentang kesehatan dan riwayat medis Anda selama proses pra-pemeriksaan. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan kesehatan Anda serta penerima darah.

Frekuensi Mendonorkan Darah

Jangka waktu antara donasi darah biasanya ditentukan oleh peraturan dan pedoman dari lembaga donor darah setempat atau lembaga medis yang berwenang. Namun, secara umum, jangka waktu antara donasi darah bisa bervariasi tergantung pada jenis donasi dan kebijakan yang berlaku.

  • Pemberian Darah Utuh: Donor darah utuh biasanya memiliki jangka waktu antara donasi sekitar 8 minggu (56 hari) di banyak negara. Ini memberikan tubuh waktu yang cukup untuk memulihkan jumlah sel darah merah dan komponen darah lain yang diberikan.
  • Pemberian Komponen Darah Tertentu: Jika Anda mendonorkan komponen darah tertentu, seperti trombosit atau plasma, jangka waktu antara donasi mungkin lebih pendek daripada darah utuh. Ini karena tubuh memulihkan komponen-komponen ini lebih cepat daripada sel darah merah utuh.
  • Plasmaferesis atau Aferesis: Metode ini memungkinkan donor untuk mendonorkan komponen darah tertentu, seperti plasma atau trombosit, sementara sel darah merah dan bagian darah lain dikembalikan ke tubuh. Jangka waktu antara donasi plasmaferesis bisa lebih pendek daripada donasi darah utuh, mungkin sekitar 2 minggu atau lebih, tergantung pada pedoman lembaga donor darah.

Jangka waktu antara donasi darah juga dapat dipengaruhi oleh kesehatan individu, kebutuhan pasokan darah, dan jenis donasi yang Anda lakukan. Pastikan memberikan tubuh cukup waktu untuk pulih sepenuhnya sebelum mendonorkan darah lagi.

Berapa cc Darah yang Diambil dalam Sekali Donor?

Jumlah darah yang diambil selama satu sesi donor darah dapat bervariasi tergantung pada jenis donasi yang dilakukan dan pedoman lembaga donor darah. Namun secara umum jumlah darah yang diambil dalam sekali donor yaitu:

  • Pemberian Darah Utuh: Dalam sesi donor darah utuh, biasanya diambil sekitar 450 hingga 500 mililiter (cc) darah. Jumlah ini biasanya dianggap aman dan tidak menyebabkan masalah kesehatan bagi pendonor yang sehat.
  • Pemberian Plasma: Jika Anda mendonorkan plasma melalui metode plasmaferesis, darah akan diambil melalui perangkat khusus yang memisahkan komponen plasma dari sel darah merah dan bagian darah lain. Jumlah plasma yang diambil mungkin lebih dari 600 cc, tetapi sel darah merah dan komponen darah lain dikembalikan ke tubuh.
  • Pemberian Trombosit: Jika Anda mendonorkan trombosit melalui metode aferesis, jumlah darah yang diambil juga bisa bervariasi. Biasanya, trombosit diambil dari darah dengan perangkat aferesis, dan sel darah merah serta komponen darah lain dikembalikan ke tubuh. Jumlah trombosit yang diambil dalam satu sesi juga dapat bervariasi.

Tubuh manusia memiliki banyak sel darah dan komponen darah, sehingga jumlah yang diambil selama proses donor tidak menyebabkan masalah kesehatan bagi pendonor yang sehat. Setelah donasi, tubuh akan memulai proses menggantikan komponen darah yang hilang, dan pulih sepenuhnya dalam beberapa hari.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top