3 Suplemen Herbal dan Nutrisi Terbaik untuk Depresi - Ashefa Griya Pusaka

3 Suplemen Herbal dan Nutrisi Terbaik untuk Depresi

suplemen herbal untuk depresi 1
Share on:

Depresi adalah kondisi kesehatan mental kompleks yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Meski ada obat medis, 3 suplemen herbal berikut ini dapat diandalkan mengatasi depresi yang sedang melanda. Apa saja suplemen herbal yang dimaksud?

Apa itu Depresi?

Depresi lebih dari sekedar perasaan sedih atau mengalami masa sulit. Ini adalah kondisi medis serius yang berdampak negatif pada pikiran, perasaan, dan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Depresi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan, dan kemampuan menikmati hidup.

Depresi diindikasikan berupa perasaan sedih, putus asa, dan kurangnya minat atau kesenangan yang terus-menerus terhadap aktivitas yang dulunya menyenangkan. Seringkali perasaan sedih tersebut lebih parah dari perasaan sedih yang normal dan bahkan dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun jika tidak ditangani.

Penyebab pasti depresi belum sepenuhnya dipahami, namun diyakini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, biologis, lingkungan, dan psikologis. Beberapa faktor risiko umum terjadinya depresi meliputi:

  • Riwayat keluarga yang mengalami depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya
  • Riwayat pribadi masalah kesehatan mental, seperti kecemasan atau penyalahgunaan zat terlarang
  • Kondisi medis tertentu, seperti penyakit kronis atau ketidakseimbangan hormon
  • Peristiwa kehidupan yang traumatis, seperti kehilangan orang yang dicintai, perceraian, atau pelecehan
  • Stres kronis atau isolasi sosial yang berkelanjutan

Gejala depresi dapat berbeda-beda pada setiap orang, namun beberapa tanda dan gejala umum antara lain:

  • Perasaan sedih, hampa, atau putus asa yang terus-menerus
  • Hilangnya minat atau kesenangan pada aktivitas yang pernah dinikmati
  • Perubahan nafsu makan dan berat badan (baik bertambah atau berkurang)
  • Gangguan tidur, misalnya insomnia atau tidur berlebihan
  • Kelelahan atau kehilangan energi
  • Kesulitan berkonsentrasi, mengambil keputusan, atau mengingat sesuatu
  • Perasaan bersalah, tidak berharga, atau menyalahkan diri sendiri secara berlebihan
  • Gelisah atau mudah tersinggung
  • Pikiran tentang kematian atau bunuh diri

Tentu saja mengalami beberapa gejala di atas tidak serta merta seseorang mengalami depresi. Namun, jika gejala ini menetap dalam jangka waktu lama dan berdampak signifikan terhadap fungsi sehari-hari, segera cari bantuan.

Asupan Nutrisi untuk Depresi

Dalam menangani depresi, pendekatan holistik yang mencakup pengobatan tradisional dan terapi komplementer dapat diterapkan. Selain terapi dan pengobatan, mengkonsumsi suplemen herbalcdapat memainkan peran pendukung dalam meningkatkan kesehatan mental.

Mempertahankan pola makan seimbang sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan mental. Pola makan yang kaya nutrisi memberi tubuh bahan bakar yang dibutuhkan untuk berfungsi secara optimal. Terkait depresi, nutrisi tertentu terbukti memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan mental.

Memasukkan berbagai makanan sarat nutrisi ke dalam diet Anda sangatlah penting. Makanan kaya asam lemak omega-3, seperti ikan berlemak seperti salmon atau mackerel, kenari, dan biji rami, terbukti mampu mengurangi gejala depresi. Vitamin B, yang ditemukan dalam biji-bijian, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan, juga penting untuk kesehatan otak dan pengaturan suasana hati. Selain itu, vitamin D, yang dapat diperoleh dari paparan sinar matahari dan makanan yang diperkaya seperti susu dan jus jeruk, telah dikaitkan dengan peningkatan mood.

Meskipun pola makan seimbang harus menjadi dasar untuk memperoleh nutrisi penting, terkadang sulit untuk memenuhi semua asupan yang direkomendasikan melalui makanan saja. Di sinilah suplemen dapat menjadi pelengkap yang bermanfaat untuk menunjang kesehatan mental.

Suplemen dapat membantu menjembatani kesenjangan antara nutrisi yang Anda peroleh dari makanan dan tingkat yang dibutuhkan untuk kesehatan mental yang optimal. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pola makan yang sehat, melainkan sebagai upaya tambahan.

Suplemen asam lemak omega-3, seperti kapsul minyak ikan, dapat memberikan dosis terkonsentrasi dari lemak bermanfaat ini. Vitamin B kompleks yang mencakup vitamin B6, B9 (folat), dan B12 juga tersedia sebagai suplemen. Selain itu, suplemen vitamin D dapat dikonsumsi untuk memastikan tingkat yang memadai, terutama bagi individu yang memiliki paparan sinar matahari terbatas.

Meskipun suplemen dapat menjadi tambahan yang berharga, suplemen tersebut harus digunakan di bawah bimbingan ahli kesehatan. Mereka dapat membantu menentukan dosis yang tepat berdasarkan kebutuhan pribadi Anda dan memastikan bahwa tidak ada potensi interaksi dengan obat apa pun yang mungkin Anda pakai.

  • Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3, khususnya asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), telah mendapat perhatian karena potensi efek antidepresan. Asam lemak esensial ini ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden, serta kenari, biji rami, dan biji chia.

Penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi gejala depresi dengan mendukung kesehatan otak dan regulasi peradangan. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami efektivitas dan dosis optimalnya. Penting untuk diperhatikan bahwa asam lemak omega-3 harus diperoleh melalui sumber makanan alami atau suplemen di bawah bimbingan ahli kesehatan.

  • Vitamin B

Vitamin B, termasuk B6, B9 (folat), dan B12, berperan penting dalam fungsi otak dan kesehatan mental. Rendahnya kadar vitamin ini dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi. Memasukkan makanan yang kaya vitamin B, seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, sereal yang diperkaya, dan produk hewani, ke dalam makanan Anda dapat membantu mendukung kesehatan mental Anda. Folat, khususnya, dikaitkan dengan rendahnya risiko gejala depresi.

  • Vitamin D

Vitamin D, sering disebut sebagai “vitamin sinar matahari”, terlibat dalam berbagai proses tubuh, termasuk fungsi otak dan pengaturan suasana hati. Penelitian menemukan hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan peningkatan risiko depresi.

Meskipun tubuh kita secara alami dapat memproduksi vitamin D saat terkena sinar matahari, vitamin D juga dapat diperoleh dari sumber makanan seperti ikan berlemak, produk susu yang diperkaya, dan kuning telur. Jika kekurangan vitamin D didiagnosis, suplemen disarankan untuk mencapai tingkat optimal.

  • Magnesium

Magnesium adalah mineral yang terlibat dalam berbagai reaksi biokimia dalam tubuh, termasuk yang berkaitan dengan fungsi otak dan pengaturan suasana hati. Kadar magnesium yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi.

Memasukkan makanan kaya magnesium ke dalam pola makan Anda, seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan biji-bijian, dapat membantu mendukung kesehatan mental Anda. Selain itu, suplemen magnesium dapat dipertimbangkan di bawah bimbingan profesional kesehatan untuk memastikan asupan yang tepat.

Suplemen Herbal untuk Depresi

Selain nutrisi penting, suplemen herbal juga mendapat perhatian karena potensi manfaatnya dalam mengatasi depresi. Berikut beberapa suplemen herbal yang biasa digunakan untuk mengatasi depresi:

  • St.John’s Wort

John’s Wort, juga dikenal sebagai Hypericum perforatum, adalah suplemen herbal terkenal yang digunakan karena potensi sifat antidepresannya. Telah digunakan selama berabad-abad dalam praktik pengobatan tradisional. John’s Wort mengandung senyawa aktif seperti hypericin dan hyperforin yang dipercaya dapat mempengaruhi neurotransmitter di otak, termasuk serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Studi klinis menunjukkan bahwa St. John’s Wort mungkin sama efektifnya dengan obat antidepresan tertentu dalam mengobati depresi ringan hingga sedang.

  • Kunyit

Merupakan rempah-rempah yang telah digunakan untuk keperluan kuliner dan pengobatan. Mengandung beberapa komponen aktif, termasuk crocin dan safranal, yang dipercaya memiliki khasiat meningkatkan mood. Penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat membantu meringankan gejala depresi dengan cara mempengaruhi neurotransmiter dan mengurangi peradangan di otak.

  • Rhodiola Rosea

Rhodiola Rosea, juga dikenal sebagai akar Arktik atau akar emas, merupakan ramuan adaptogenik yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama berabad-abad. Dipercaya memiliki sifat antidepresan dan ansiolitik. Rhodiola Rosea mengandung senyawa aktif seperti salidroside dan rosavin, yang diduga memodulasi pelepasan dan pengambilan kembali neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin.

Penelitian menunjukkan bahwa Rhodiola Rosea dapat membantu meningkatkan mood dan mengurangi gejala depresi ringan hingga sedang. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa respons individu terhadap suplemen herbal dapat berbeda-beda. Meskipun suplemen herbal mungkin menawarkan manfaat potensial untuk mengatasi depresi, penting untuk diingat bahwa suplemen herbal bukanlah pengganti nasihat medis profesional.

Penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan petunjuk penggunaan. Setiap suplemen herbal memiliki pedoman khusus yang harus dipatuhi untuk hasil dan keamanan optimal. Mengonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik dan justru bisa berbahaya. Sangat penting untuk membaca label produk dengan cermat.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top