Sinte merupakan jenis narkoba dengan bentuk seperti tembakau atau cairan (liquid) rokok elektrik.

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Ganja Sintetis atau Lebih Dikenal dengan Sinte

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Ganja Sintetis (campuran) atau Lebih Dikenal dengan Sinte, Jenis narkoba yang sering digunakan oleh penyalahguna narkoba sangat banyak sekali jenisnya. Dimulai dari jenis narkoba yang berasal dari alam seperti ganja, kokain, opium dan lain sebagainya.

Selain narkoba yang berasal dari alam ternyata masih ada jenis narkoba yang berasal dari bahan-bahan kimia dan biasanya disebut sebagai narkotika sintetis. Diantaranya adalah ganja sintetis.

Sinte merupakan jenis narkoba dengan bentuk seperti tembakau atau cairan (liquid) rokok elektrik.
Sinte merupakan jenis narkoba dengan bentuk seperti tembakau atau cairan (liquid) rokok elektrik.

Meskipun sudah dilarang karena merupakan jenis obat-obatan terlarang namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh para penyalahguna narkoba. Mengonsumsi narkoba menjadi makanan sehari-hari yang justru sebenarnya mengancam diri mereka.

Solusi Untuk Kecanduan Ganja atau Sinte

Solusi Untuk Kecanduan Ganja atau Sinte
Solusi Untuk Kecanduan Ganja atau Sinte

Ganja adalah jenis narkoba yang berbeda tapi sama-sama memiliki efek halusinogen, berbahaya bagi kondisi fisik dan mental penggunanya. Jika terus mengkonsumsinya akan menimbulkan efek kecanduan, hal ini akan berlanjut jika tidak dihentikan.

Masalah kecanduan merupakan tahap yang paling serius dari penyalahgunaan NAPZA karena terlalu sering mengkonsumsinya, oleh karena itu jangan pernah menganggap ini hal sepele. Jika tidak segera ditangani akan menimbulkan efek berbahaya, karena efek ganja memberikan halusinogen dan membuat penyalahgunanya melakukan hal-hal yang sangat merugikan bagi dirinya atau orang disekitarnya.

Untuk membantu anggota keluarga pulih dari masalah ketergantungan NAPZA, sebaiknya segera hubungi Ashefa Griya Pusaka untuk mendapatkan program rehabilitasi yang tepat.

Rehabilitasi yang tepat memiliki program yang jelas untuk pemulihan Anda. Rehabilitasi narkoba merupakan salah satu cara yang paling tepat guna menyelamatkan para korban penyalahguna dari efek ketergantungan dan bahaya dari zat adiktif yang dikonsumsinya.

Sekilas Apa itu Ganja?

Kali ini kita akan membahas tentang apa itu ganja, berasal dari tanaman dengan nama latin Cannabis Sativa. Memiliki 100 bahan kimia berbeda, sering kali disebut dengan nama cannabinoid. Setiap kandungan kimia, memiliki efek samping yang berbeda pada tubuh penyalahgunanya.

Bahan kimia Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidol (CBD) ini merupakan yang sering kali digunakan dalam dunia medis untuk pengobatan. Perlu diketahui, efek sampingnya bisa menyebabkan mabuk atau high.

Senyawa cannabinoid secara alami diproduksi oleh tubuh manusia, fungsinya untuk mengatur konsentrasi, nafsu makan, rasa sakit, gerak tubuh dan sensasi indra lainnya. Namun, cannabinoid yang dihasilkan dari efek ganja, bisa menimbulkan efek samping yang sangat serius jika disalahgunakan.

Penyalahgunaan ganja sangat tidak dianjurkan. Jika ada yang menawarkan segera tolak dengan tegas! Ketahui juga bahwa ganja sendiri memiliki nama lain atau sebutan yang berbeda-beda tergantung jenisnya antara lain grass, mariyuana, weed, tea, pot, mary jane, hemp, hashis, charas, bhang, cimeng, sinte, tembakau gorila. Daun ganja berasal dari tanaman cannabis sativa yang biasa digunakan sebagai obat, akan tetapi sering sekali disalahgunakan dan akhirnya menyebabkan efek kecanduan. Ganja sendiri tidak termasuk kedalam kategori pohon, penanaman yang mudah membuat banyak orang menyalahgunakan tanaman ini.

Memiliki pengaruh terhadap kondisi fisik ataupun mental bagi penyalahgunanya. Dari segi fisik, akibat konsumsi ganja bisa menyebabkan kanker paru karena asap yang dikeluarkan mengandung karsinogen.

Biasanya orang yang mengkonsumsi ganja akan memiliki masalah terkait radang saluran pernafasan, hiperinflasi paru, peningkatan hambatan jalan nafas, peningkatan tingkat infeksi pernafasan, gejala bronkitis kronis dan pneumonia.

Selain itu bisa menyebabkan risiko serangan jantung, stroke dan serangan iskemik transien.

Bagi kondisi mental, penyalahgunaan ganja juga bisa menurunkan daya ingat, gangguan bipolar, depresi, rasa cemas berlebihan, psikotik dan ingin bunuh diri.

Manfaat Ganja Dalam Dunia Medis

Dikutip dari WebMD Jika penggunaannya tepat, marijuana atau ganja bisa menjadi obat yang sangat membantu dalam dunia medis.

Pasien dengan kondisi kronis mendapatkan perbaikan dari sebelumnya. Seperti contohnya pasien dengan multiple sclerosis mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Sejarah panjang manfaat ganja yang biasa digunakan untuk terapeutik. Namun tanaman ganja termasuk ke golongan 1 dan kategori barang ilegal, jadi sulit untuk meneliti lebih dalam untuk mengetahui manfaat ganja,

Jenis Ganja Untuk Obat Medis

Diluar negeri seperti Amerika Serikat, ada empat jenis ganja yang sudah mendapatkan izin produksi untuk keperluan medis

Epidiolex
Obat ini berasal dari tanaman ganja, badan POM Amerika melegalkannya pada tahun 2013. Biasanya digunakan untuk mengobati kejang pada pasien epilepsi berat, sindrom dravet dan sintrom lennox-gastaut pada anak.

Sativex
Obat ini sudah diuji klinis di Amerika Serikat dan bisa membantu mengobati rasa nyeri kanker. Sativex merupkan campuran dari bahan kimia yang ada didalam tanaman ganja, penggunaanya biasanya disemprotkan kedalam mulut.

Marinol dan Cesamet
Kedua obat ini biasanya digunakan untuk membantu pasien AIDS mengatasi mual khilangan nafsu makan setelah kemoterapi.

Penggunaanya juga harus dibawah resep dokter, untuk merangsang nafsu makan 2,5 mg yang dikonsumsi sebelum makan siang, malam atau waktu tidur. Sedangkan untuk menghilangkan rasa mual, dosis sebanyak 5 mg 1-3 jam sebelum kemoterapi dan 2-4 jam setelahnya.

Efek samping dari obat ini akan merasakan lemas, mual, sakit perut, muntah, detak jantung terasa lebih cepat, pusing dan muka memerah. Sedangkan efek samping bagi kondisi psikologis, antara lain cemas, bingung, kantung, halusinasi dan paranoid.

Apa itu Tembakau Gorila

Tembakau gorila adalah salah satu sebutan dari produk ganja sintetis bahan baku tembakau dan zat kimia, ini merupakan jenis narkoba bukan jenis obat paling banyak disalahgunakan oleh kaum remaja karena memiliki harga yang lebih murah dibanding ganja alami.

Akhir-akhir ini narkoba jenis tembakau gorila atau yang biasa disebut ganja sintetis sedang marak disalahgunakan oleh kalangan anak muda. Pada point ini kita akan membahas secara lengkap mengenai pengertian dan perbedaannya dengan ganja.

Seperti dikutip dari penjelasan resmi Badan Narkotika Nasional (BNN), tembakau gorila atau tembakau super ialah jenis tembakau yang memiliki efek samping mirip dengan ganja. Penyalahgunaannya sangat populer dilingkungan generasi muda atau di kalangan pelajar, dengan julukan \”sinte, gorila\”. Menurut testimoni para pemakainya, akibatnya bisa menyebabkan nge-fly seperti tertimpa gorila.

Biasanya mereka mencampur tembakau biasa dengan tembakau super/gorila ini, kemudia dilinting seperti rokok, lalu dihirup melalui mulut. Efek samping yang diberikan halusinasi, euforia berlebihan dan kecanduan. Ketika orang tersebut tidak kuat dengan efek samping yang timbul, akibatnya mengalami muntah hingga black out.

Masyarakat umum biasanya mengira sinte ialah ganja, perlu diluruskan kembali sebenarnya ini adalah nama lain dari tembakau super/tembakau sintetis. Pada dasarnya memang seperti ganja, banyak yang bilang bahwa ini merupakan alternatif ganja, oleh karena itu harga perbatangnya pun lumayan mahal yaitu berkisar 25 ribu.

Tembakau jenis ini pernah dianggap legal, sampai kementrian kesehatan mengeluarkan peraturan baru ditahun 2017 dan memasukannya ke narkotika golongan satu. Golongan ini merupakan yang paling berbahaya dan memiliki efek kecanduan yang tinggi, oleh karena itu penggunaanya juga terbatas hanya boleh untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kamu juga perlu mengetahui \”hari tanpa tembakau sedunia\” yaitu tepat di tanggal 31 Mei setiap tahunnya.

Tembakau Sintetis

Tembakau sintetis adalah zat yang termasuk kedalam golongan NPS(New Psychoactive Substance), Kemunculan \’herbal highs\’ di pasaran bukanlah fenomena baru. Produk semacam itu biasanya terdiri dari campuran tanaman sintetis dengan sedikit efek psikoaktif. Namun, sejak 2004, komposisi produk herbal ini tampaknya telah berubah secara substansial untuk memasukkan senyawa psikoaktif baru yang kuat yang dikenal sebagai cannabinoid sintetis.

Observasi tentang mekanisme aktivitas ganja dimulai beberapa dekade yang lalu ketika molekul dengan perilaku yang mirip dengan 9-tetrahydrocannabinol (THC) pertama kali diperiksa. Sebuah analog sintetis THC, pertama kali disintesis di Israel pada tahun 1988  dan dianggap memiliki potensi setidaknya 100 kali lipat dari THC. Karena struktur kimianya yang mirip dengan THC, \’HU-210\’ dianggap sebagai \’cannabinoid klasik\’ dan telah ditemukan dalam cannabinoid sintetis yang dijual di Amerika Serikat dan negara lain. Kelompok lain dari cannabinoid sintetis yang disebut \’non-klasik\’ termasuk sikloheksilfenol atau 3-arilsikloheksanol (senyawa \’CP\’). Senyawa \’CP\’, dikembangkan sebagai analgesik potensial oleh Pfizer, sebuah perusahaan farmasi, pada 1980-an.

Varietas cannabinoid sintetik lain yang tidak terkait dengan THC juga telah muncul di pasaran. Ini termasuk aminoalkylindoles, seperti naphthoylindoles (misalnya JWH-018), phenylacetylindoles (misalnya JWH-250), dan benzoylindoles (misalnya AM-2233). JWH-018, bisa dibilang cannabinoid sintetis yang paling banyak dikenal, termasuk dalam kelompok aminoalkylindoles dan dianggap tiga kali lebih kuat dari THC. Aminoalkylindoles sejauh ini merupakan senyawa yang paling umum ditemukan dalam produk herbal yang dicampur dengan cannabinoid sintetis. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sintesis aminoalkilindol kurang rumit dibandingkan dengan sintesis cannabinoid klasik, non-klasik atau hibrida. Senyawa JWH sebelumnya telah dikembangkan sebagai senyawa uji dalam penelitian interaksi reseptor-obat oleh Profesor John William Huffman  dan timnya di Amerika Serikat.

Sementara ganja dan THC dikendalikan di bawah kesepakatan internasional, tidak ada cannabinoid sintetis yang saat ini berada di bawah pengaturan regulasi internasional. Namun, beberapa telah diatur dan dicantuman dalam regulasi dan pengaturan di tingkat nasional.

Cannabinoid sintetis biasanya ditambahkan ke bahan tanaman dengan perendaman atau penyemprotan, tetapi dalam beberapa kasus bentuk padatnya (bubuk kristal) ditambahkan ke bahan tanaman, yang mengarah ke campuran yang tidak homogen. Mereka dijual sebagai \’Spice Gold\’, \’Spice Silver\’, \’Spice Diamond\’, \’K2\’, \’Bliss\’, \’Black Mamba\’, \’Bombay Blue\’, \’Blaze\’, \’Genie\’, \’Zohai\’, \’ JWH -018, -073, -250\’, \’Kronic\’, \’Yucatan Fire\’, \’Skunk\’, \’Batu Bulan\’, \’Mr. Tersenyum\’. Mereka biasanya dihisap, namun ada juga laporan yang menginformasikan penggunaan secara oral.

Cannabinoids sintetis bertindak sebagai Synthetic Cannabinoid Receptor Agonis (SCRA). Zat ini memiliki fitur struktural yang memungkinkan pengikatan ke salah satu reseptor cannabinoid yang diketahui, dan menghasilkan efek yang mirip dengan delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), satu-satunya komponen psikoaktif yang diketahui dalam ganja. Cannabinoids sintetis sering dicampur ke produk herbal.

Sementara efek samping ganja didokumentasikan dengan baik, data tentang toksisitas pada manusia terkait dengan penggunaan cannabinoid sintetis masih terbatas. Seperti NPS lainnya, produk yang dijual sebagai cannabinoid sintetis sering kali mengandung beberapa bahan kimia dalam konsentrasi yang berbeda, sehingga sangat sulit untuk menentukan efek spesifik zat. Pengetahuan yang tersedia tentang toksisitas senyawa ini berasal dari laporan ilmiah dan pengamatan klinis.

Masalah kesehatan yang terkait dengan penggunaan cannabinoid sintetis termasuk masalah kardiovaskular dan gangguan psikologis, dan tampaknya ada potensi karsinogenik dengan beberapa metabolit zat yang terkandung dalam produk ini .

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2011 tentang toksisitas parah setelah konsumsi cannabinoid sintetis menunjukkan bahwa JWH-018 dapat menyebabkan kejang dan takiaritmia (detak jantung tidak teratur). Dalam review laporan klinis dari 2010, kecanduan dan gejala putus zat mirip dengan yang terlihat dengan penyalahgunaan ganja juga terkait dengan penggunaan cannabinoids sintetis. Analisis cannabinoid sintetis dalam campuran herbal \’seperti rempah-rempah\’ menyoroti meningkatnya jumlah laporan tentang bunuh diri yang terkait dengan penggunaan produk ini sebelumnya.

Cannabinoid sintetis memiliki efek yang bervariasi tergantung pada suasana hati seseorang (sering disebut \’set\’) atau lingkungan tempat mereka berada (\’setting\’):

Set: keadaan pikiran seseorang, pertemuan sebelumnya dengan obat-obatan psikoaktif, dan harapan tentang apa yang akan terjadi. Misalnya, perasaan stres atau kecemasan sebelum menggunakan cannabinoid sintetis dapat diperbesar dan menghasilkan pengalaman yang tidak menyenangkan.

Setting: lingkungan di mana seseorang mengkonsumsi cannabinoid sintetis – baik yang dikenal dan familiar, dengan siapa, apakah di dalam atau di luar ruangan, jenis musik dan cahaya. Misalnya, menggunakan cannabinoid sintetis di tempat yang tenang, sunyi dan lingkungan yang santai dapat menghasilkan pengalaman yang menyenangkan tetapi berada di tempat yang bising dan ramai dapat menghasilkan pengalaman yang negatif.

Ada laporan tentang dorongan yang kuat untuk meningkatkan dosis, gejala putus zat, dan keinginan yang terus-menerus berlangsung hingga seminggu setelah menggunakan cannabinoids sintetis, situasi ini menunjukkan bahwa cannabinoids sintetis mungkin lebih adiktif daripada ganja. Penggunaan cannabinoid sintetis secara teratur pada akhirnya dapat menyebabkan kondisi kesehatan mental, masalah jantung, dan gangguan perilaku dan kognitif.

Cannabinoid sintetis dan kesehatan mental

Orang dengan kondisi kesehatan mental atau riwayat keluarga dengan kondisi ini harus menghindari penggunaan cannabinoid sintetis.

Orang yang menggunakan cannabinoid sintetis memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala kecemasan dan depresi, dan penggunaan jangka panjang sangat terkait dengan kondisi kesehatan mental yang serius. Baik individu yang sehat maupun yang rentan dapat mengalami psikosis setelah menggunakan cannabinoid sintetis. Dan, dibandingkan dengan ganja, gejala psikotik yang terkait dengan cannabinoid sintetis lebih parah dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu setelah penggunaan terakhir.

Psikosis

Studi menunjukkan hubungan antara cannabinoid sintetis dan psikosis. Penggunaan cannabinoid sintetis dapat dikaitkan dengan psikosis dan dokter mulai menduga apakah beberapa pasien dengan gejala psikotik yang tidak dapat dijelaskan mungkin pernah menggunakan cannabinoid sintetis. Berbeda dengan kebanyakan obat rekreasi lainnya, keadaan psikotik dramatis yang disebabkan oleh penggunaan cannabinoid sintetis telah dilaporkan, dalam banyak kasus, bertahan selama beberapa minggu, dan dalam satu kasus selama tujuh bulan, setelah penghentian total penggunaan narkotika.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cannabinoid sintetis tidak hanya dapat menginduksi psikosis, tetapi juga dapat memperburuk gangguan psikotik yang sebelumnya stabil dan mungkin memicu gangguan psikotik kronis (jangka panjang) di antara individu yang rentan seperti mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mental. Individu dengan faktor risiko gangguan psikotik sering dinasihati agar tidak menggunakan cannabinoid sintetis. Psikiater telah menyarankan bahwa kurangnya bahan kimia antipsikotik, seperti CBD dalam kanabis alami, dapat membuat kanabinoid sintetis lebih cenderung menginduksi psikosis daripada kanabis alami.

Efek mengonsumsi cannabinoid sintetis dengan obat lain termasuk obat yang dijual bebas atau diresepkan dapat tidak terduga dan berbahaya.

Cannabinoid sintetis + antidepresan

bercampur dengan obat antidepresan seperti SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors) berbahaya dan dapat menyebabkan demam, detak jantung cepat, kejang, gagal organ, koma, dan kematian.

Cannabinoid sintetis + stimulan seperti metamfetamin kristal (es) atau kokain

efeknya bisa sangat berbahaya dan meningkatkan kemungkinan mengalami kecemasan.

Apa itu Sinte?

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Ganja Sintetis atau Lebih Dikenal dengan Sinte
Mengenal Lebih Jauh Mengenai Ganja Sintetis atau Lebih Dikenal dengan Sinte

Lalu apa itu sinte? Bagaimana gejala yang akan dirasakan jika menyalahgunakan narkobe jenis ini? Apakah sama bahayanya dengan jenis narkotika lainnya? Untuk mengenal lebih jauh mengenai sinte simak penjelasan di bawah ini ya.

Banyak yang mengira kalau sinte ialah ganja, namun ternyata nama lain ini digunakan untuk tembakau gorila atau sintetis. Sinte adalah tembakau sintetis yang termasuk kedalam golongan NPS(New Psychoactive Substance), ini merupakan jenis narkoba yang diklasifikasikan sebagai kategori halusinogen.

Masyarakat biasanya mengenal dengan nama ganja sintetis, namun narkoba jenis ini memiliki nama lain sendiri antara lain Hanoman, Ganesha, Thunderbear, Cap Badak, hingga Cap Gorilla yang hingga saat ini paling dikenal.

Sinte merupakan campuran bahan kimia industri dan tembakau dan merupakan salah satu jenis narkoba yang berbahaya bagi tubuh penyalahgunanya. Bahaya sinte karena didalamnya mengandung AB-CHMINACA, FUB-AMB, 5-Fluoro-ADB dan beberapa varian lainnya. Zat ini sangat berbahaya untuk tubuh manusia dan bisa menyebabkan kematian.

Baca juga Bahaya Ganja Bagi Wanita Hamil, Berisiko Lahirkan Bayi Autis   

Salah satu yang paling populer disalahgunakan, jenis narkoba dengan bentuk seperti tembakau atau cairan (liquid) rokok elektrik. Narkoba ini merupakan salah satu jenis narkotika golongan 1. Narkotika golongan 1 hanya boleh digunakan dan dimanfaatkan sebagai Penelitian dan IPTEK.

Tembakau sintetis atau sinte merupakan campuran dari bahan kimia industri yang kemudian disalahgunakan dengan menjualnya secara illegal misalnya dengan menyemprotkan ke daun tembakau kering atau potongan rumput kemudian di jual dengan harga yang lebih murah daripada ganja alami.

Banyak juga para penyalahguna mengonsumsi tembakau sintetis atau sinte yang menggunakan lintingan rokok. Sinte juga merupakan salah satu jenis narkotika yang disebut sebagai zat psikoaktif baru.

Zat psikoaktif merupakan jenis narkoba psikoaktif yang biasanya tidak diatur di pasaran. Sehingga hanya menyalin efek obat-obatan terlarang. Oleh karena itu sinte dianggap mirip dan meniru efek ganja tradisional atau ganja alami.

Namun pada efek nya tembakau sintetis atau sinte memiliki efek yang lebih kuat daripada ganja alami. Hal tersebut terjadi karena efek THC pada zat kimia sintetis memiliki ratusan kali lebih kuat dibandingkan THC pada ganja alami.

Tembakau sintetis atau sinte memiliki efek yang lebih kuat disebabkan karena kandungan yang hampir mirip dengan ganja namun justru lebih keras dan lebih kuat.

Sejarah Ganja Sitetis

Salah satu jenis narkotika golongan 1 yakni tembakau sintetis atau sinte merupakan senyawa yang pertama kali dirancang sekitar 20 tahun yang lalu. Penelitian tersebut dilakukan oleh John William Huffman. Beliau merupakan mahasiswa lulusan Harvard dan seorang professor kimia organic di salah satu Clemson University.

Alasan medis menjadi titik awal dalam penelitian untuk kesehatan menyelidiki efek zat kimia sintetis atau sinte yang dilakukan kepada hewan. Namun tembakau sintetis atau sinte ini tidak dikeluarkan sebagai konsumsi manusia karena efeknya yang sangat kuat.

Baca juga Meskipun Berbahaya Tanaman Ganja Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan, Cek Faktanya!

Pada tahun 2008 setelah karyanya dipublikasikan. Satu jenis tembakau sintetis atau sinte kemudian disebut dengan JWH-018 yang secara tiba-tiba muncul ribuan mil di laboratorium forensik Jerman.

Mereka memberi nama “Spice” dan akhirnya sinte ini menyebar dan banyak orang yang penasaran mengenai senyawa kimia ini yang disebut sebagai ganja varian baru. Namun yang lebih parahnya lagi banyak masyarakat yang menyalahgunakannya, dampak penyalahgunaan narkoba ini akan sangat terasa bagi kehidupannya.

Selain itu banyak juga masyarakat yang dengan mudah nya membuat tembakau sintetis tersebut dan karena harganya yang lebih murah dibandingkan narkotika lainnya sehingga banyak penyalahguna yang menyukainya.

Sehingga tidak sedikit bandar jalanan yang memanfaatkan hal tersebut dengan membuka pasar baru dengan menjual tembakau sintetis secara illegal dan banyak juga konsumen yang membelinya padahal efeknya sangat besar terasa jika dikonsumsi.

Bagaimana Efek Sinte Bagi Penyalahguna?

Efek sinte bagi penyalahguna akan semakin berbahaya jika terus disalahgunakan, karena memiliki banyak kandungan bahan kimia berbahaya didalamnya.

Bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam tembakau sintetis diantaranya adalah THC. Senyawa psikoaktif alami yang juga berada di dalam tanaman cannabis Sativa. Selain itu sinte mengandung senyawa kimia sintetik lainnya yang sangat berbahaya.

THC dan beberapa senyawa lainnya memiliki efek euphoria sebagai hasil dari pengikatan system reseptor CB1 di dalam otak. Namun jika melihat efek lainnya, tembakau sintetis atau sinte ini memiliki resiko dan daya rusak sangat kuat dibandingkan ganja asli. Baca juga 5 Efek Ganja Untuk Vitalitas Seksual Pria

Meskipun dosis yang digunakan sangat rendah namun efek nya masih akan dirasakan sangat kuat sehingga perlu dihindari dalam mengonsumsi jenis narkotika satu ini. beberapa efek yang dapat dirasakan ketika mengonsumsi sinte diantaranya adalah :

  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Kerusakan ginjal
  • Penglihatan menghitam dan kabur
  • Sakit kepala
  • Ngilu
  • Kejang
  • Anggota tubuh mengalami kedutan
  • Kebingungan
  • Pembesaran pupil
  • Turunnya kadar kalium di dalam darah
  • Meningkatkan glukosa

Selain itu gejala yang dapat dirasakan dari segi psikis diantaranya adalah :

Resiko penyakit yang bisa didapatkan jika mengonsumsi sinte sangat banyak dan berbahaya bagi tubuh. Diantaranya adalah :

  • Sesak napas
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Gagal jantung akut
  • Darah tinggi
  • Kematian

Kematian bisa saja dialami oleh para penyalahguna sinte sehingga perlu dipahami oleh para penyalahguna narkotika. Dosis yang digunakan oleh para penyalahguna akan menimbulkan efek yang berbeda pula.

Efek dan gejala yang ditimbulkan akibat mengonsumsi tembakau sintetis atau sinte ini sangat banyak. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa setelah mengonsumsi sinte ini ia bertingkah laku seperti zombie atau mayat hidup.

Oleh karena itu sudah seharusnya menggunakan narkotika dengan seharusnya. Sinte hanya dibolehkan sebagai bahan penelitian dan IPTEK. Sehingga jika digunakan untuk hal lainnya tidak diperbolehkan.

Kesimpulan

Sinte merupakan salah satu jenis narkoba yang berbahaya bagi tubuh penyalahguna nya. Memilik efek yang sangat berbahaya di dalamnya mengandung AB-CHMINACA, FUB-AMB, 5-Fluoro-ADB dan beberapa varian lainnya.

Tembakau ini merupakan jenis narkoba dengan bentuk seperti tembakau atau cairan (liquid) rokok elektrik. Sinte merupakan salah satu jenis narkotika golongan 1. Narkotika golongan 1 hanya boleh digunakan dan dimanfaatkan sebagai Penelitian dan IPTEK.

Sinte merupakan campuran dari zat kimia yang disemportkan ke daun tembakau yang telah diproses sedemikan rupa.

Meskipun dosis yang digunakan sangat rendah namun efek nya masih akan dirasakan sangat kuat sehingga perlu dihindari dalam mengonsumsi jenis narkotika satu ini. Efek yang bisa dirasakan seperti pusing, kejang hingga mengakibatkan resiko berbahaya dan memicu penyakit yang mengakibatkan kematian lainnya.

Selain itu pun tingkat kematian akibat mengonsumsi narkotika jenis ini pun sangat tinggi karena kandungan yang terdapat di dalam sinte memiliki kandungan yang sangat kuat dan keras sehingga perlu adanya kesadaran agar tidak mengonsumsi narkoba.

Sumber : Hellosehat, Rumah Cemara, Cnbindonesia, detik

Konsultasi masalah penyalahgunaan NAPZA, segera hubungi hot line 081388884646 artinya Anda bisa menyelamatkan orang yang disayangi untuk pulih dari masalah ketergantungan.

rehabilitasi narkoba
Scroll to Top