Efek Ketergantungan Narkoba Sangat Berbahaya - Ashefa Griya Pusaka

Efek Ketergantungan Narkoba Sangat Berbahaya

Efek Ketergantungan Narkoba
Share on:

Narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) merupakan zat atau obat yang dapat memberikan efek kepuasan tersendiri bagi penggunanya. Namun ketika sudah kecanduan, efek ketergantungan narkoba akan sangat berbahaya bagi tubuh, psikologis, dan kehidupan dalam bermasyarakat.

Efek
Efek Ketergantungan Narkoba

Kebanyakan penggunaan narkoba diawali oleh hal-hal sepele, seperti ikut-ikutan teman, tertarik karena tersebar bebas di lingkungan sekitar, ataupun sebagai upaya mengatasi stres dan depresi pada diri. Ketika sudah menggunakan napza sekali, maka seseorang akan merasakan sensasi kepuasan yang belum pernah ia rasakan.

Kemudian akan timbul rasa ingin menggunakan kembali lagi dan lagi. Lalu ketika si pengguna tersadar, ternyata ia sudah tidak bisa lepas dari penggunaan narkoba. 

Selain penggunaan yang terus menerus, pengguna atau orang yang menjadi korban penyalahguna narkoba akan menginginkan lebih banyak rasa kepuasan, akibatnya Ia akan menambah dosis pemakaian napza yang digunakan sehingga akan lebih sulit untuk melepaskan dirinya dari kecanduan tersebut.

Efek Ketergantungan Narkoba

Ketergantungan narkoba merupakan kondisi dimana seorang pengguna zat atau obat terlarang sudah tidak bisa lagi hidup tanpa bantuan narkoba. Hal ini tentu memberikan dampak negatif terhadap kesehatan jasmani dan rohani si penyalahguna narkoba.

Dari berbagai segi, narkoba atau napza mempunyai dampak negatif yang besar.  Hal tersebut dapat kita lihat dari perubahan keadaan fisik, psikologis, dan sosial tersebut. Sangat penting mengetahui ciri ciri pecandu narkoba supaya bisa membantu mereka pulih dan keluar dari zona berbahaya tersebut.

Berikut ini, penjelasan mengenai efek ketergantungan narkoba akan kita bahas dalam beberapa poin.

1. Bahaya Terhadap Kesehatan Fisik

Salah satu efek ketergantungan narkoba adalah gangguan pada sistem tubuh, narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan fisik. Bagian atau organ tubuh tidak sanggup menahan dampak buruk yang ditimbulkan oleh pemakaian narkoba yang terus menerus. Adapun dampak yang timbul pada fisik tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Mengganggu sistem syaraf otak dengan menimbulkan gangguan kesadaran, halusinasi, kejang-kejang, hingga merusak syaraf.
  • Mengganggu peredaran darah dan menginfeksi jantung.
  • Sulit bernafas, menekan fungsi pernafasan, dan menyebabkan pengerasan pada jaringan paru-paru.
  • Mengganggu kesehatan reproduksi pada endokrin dengan menyebabkan penurunan fungsi hormon reproduksi serta fungsi seksual terganggu.
  • Menyebabkan suhu tubuh sering meningkat drastis, mual-mual bahkan hingga muntah, sering merasa sakit kepala, sulit tidur, dan pengecilan hati.

Poin di atas merupakan dampak ketergantungan narkoba dilihat dari fungsi fisik. Untuk korban penyalahguna napza yang menggunakan suntikan, sangat besar kemungkinannya terkena penyakit HIV dan Hepatitis. Yang terburuk adalah ketika tubuh sudah tidak sanggup menahan efek samping yang berbahaya dari narkoba, maka lama kelamaan bisa menyebabkan overdosis dan potensi kematiannya sangatlah besar.

2. Menyebabkan Gangguan Psikologis

Kita perlu mengetahui bagaimana bisa sangat berbahaya, penyalahgunaan narkoba juga memiliki dampak bagi psikologis pecandu. Gangguan psikologis ini lebih mempengaruhi cara bersikap dan kemampuan diri untuk mengendalikan emosi serta kepercayaan dirinya. Berikut dampak ketergantungan narkoba terhadap psikologis.

  • Menjadi agresif dan memiliki tingkah laku yang brutal.
  • Kehilangan kepercayaan diri, lebih sering mencurigai orang lain, tidak peduli dengan keadaan sekitar, dan suka mengkhayal.
  •  Selalu merasa gelisah dan takut akan sesuatu hal yang kadang tidak ia ketahui, sering melakukan tindakan ceroboh, dan lamban dalam melakukan sebuah pekerjaan.
  • Merasa tertekan, mudah kesal dan marah, serta sulit untuk fokus pada sesuatu.
  • Selalu merasa tidak aman, punya keinginan bunuh diri, dan cenderung melukai diri sendiri.

Gangguan pada psikologis korban penyalahguna narkoba secara langsung tidak bisa memicu kematian. Namun dengan semua rasa tekanan dan ketakutan yang ada dalam diri orang tersebut, maka ia bisa melakukan tindakan tidak terduga dimanapun dan kapan pun. Bahkan ia bisa mengakhiri hidupnya kapan saja.

3. Menimbulkan Dampak Sosial

Dalam kehidupan sosial di masyarakat, seorang yang ketergantungan terhadap napza akan sulit untuk menyatu meskipun sebelumnya ia adalah orang yang bersosial. Nyatanya korban penyalahguna narkoba kesulitan mengendalikan dirinya dan emosinya sendiri sehingga sering kali menimbulkan masalah yang sangat meresahkan di masyarakat sekitarnya, contohnya seperti mencuri.

Karena kelakuan korban penyalahguna narkoba yang umumnya sulit dikendalikan, masyarakat biasanya akan mengucilkan si korban penyalhguna narkoba, sehingga orang itu menjadi anti-sosial, dan terkadang mengalami gangguan mental.

Cara Pulih dari Ketergantungan Narkoba

Ketergantungan terhadap obat atau napza merupakan sebuah kondisi kronis yang tidak bisa dianggap remeh. Efek ketergantungan narkoba sangat merugikan bagi kehidupan si korban penyalahguna. Bahkan korban penyalahguna narkoba punya peluang besar untuk dijatuhi hukuman pidana penyalahgunaan narkoba.

Sanksi bagi penyalahguna narkoba sudah diatur dalam Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika dengan hukuman penjara hingga maksimal 4 tahun untuk penyalahgunaan terhadap diri sendiri.

Baca juga 6 Alasan Mengapa Narkotika dan Psikotropika Dilarang Peredarannya

Namun jika korban penyalahguna atau pengguna narkoba tersebut terbukti atau dapat dibuktikan sebagai korban penyalahgunaan narkoba maka ia hanya wajib mengikuti rehabilitasi tanpa sanksi penjara.

Adapun cara untuk pulih dari ketergantungan narkoba ada 2 cara.

1. Pemulihan Mandiri

Pemulihan secara mandiri bisa dilakukan apabila ketergantungan belum mencapai tingkat tinggi. Artinya dapat dilakukan jika kecanduan terhadap narkoba masih di bawah batas dan masih bisa mengendalikan diri sendiri. Namun, banyak orang yang merasa lelah menghadapi suami pecandu narkoba. Sebagai upaya memaksimalkan proses sebaiknya hubungi pusat rehabilitasi narkoba

Cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Mulai menjauhkan diri dari lingkungan orang-orang dengan pengaruh buruk.
  • Meminta dukungan dari keluarga, sahabat, dan orang tercinta agar bisa pulih dari ketergantungan narkoba.
  • Meminta saran dan pendapat orang sekitar.
  • Menjalankan hobi sesuai minat dan bakat, serta melakukan pola hidup sehat.
  • Mengunci diri di ruangan kosong ketika sakau kambuh.
  • Mendekatkan diri kepada Tuhan dan menguatkan mental spiritual agar bisa pulih dari jeratan narkoba.

Cara ini bisa dilakukan, namun kemungkinan berhasilnya kecil jika tidak ada kemauan yang kuat dari dalam diri sendiri. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba terlebih dahulu untuk menyembuhkan diri secara mandiri.

2. Mengikuti Rehabilitasi

Jawaban paling relevan ketika Anda memiliki masalah dengan narkoba, ialah tidak bisa memulihkan kecanduannya secara mandiri. Menangani orang-orang dengan masalah ketergantungan zat adiktif, memerlukan bantuan dari tenaga medis yang sudah sangat profesional dibidangnya. Sebagai contoh dengan cara mengikuti program dan metode rehabilitasi sudah diatur sedemikian rupa oleh pihak panti atau pusat rehabilitasi merupakan langkah yang tepat.

Cara yang paling tepat untuk merehabilitasi pecandu atau korban penyalahguna narkoba ialah dengan membawanya ke pusat rehabilitasi.

Segera konsultasikan masalah penyalahgunaan NAPZA ke pusat rehabilitasi narkoba Ashefa Griya Pusaka. Selanjutnya akan diarahkan untuk mengikuti rehabilitasi. Fase atau tahapan rehabilitasi terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Fase Rehabilitasi Medis, yaitu tahapan detoksifikasi. Dokter akan memeriksa keadaan fisik dan psikologis pasien penyalahguna narkoba, kemudian memberikan obat dengan dosis sesuai sebagai pengganti narkotika yang digunakan hingga efek sakau hilang.
  • Fase Nonmedis, pada tahap ini pasien akan mengikuti konseling untuk melatih dan memulihkan psikologisnya. Program konseling yang akan diberikan, seperti TC (Theurapeuic Communty), Metode 12 Steps, binaan spritual, dan penguatan keagamaan dengan tujuan agar pasien bisa terus menguatkan dirinya untuk terbabas dari ketergantungan terhadap narkoba.
  • Tahapan Bina Lanjut, yaitu tahapan dimana penyalahguna dirasa sudah selesai menjalani rehabilitasi secara medis dan nonmedis lalu kemudian di bimbing untuk kembali melakukan pekerjaan dan kegiatan normalnya. Setelah mendapat pengarahan, pasien akan dikembalikan pada keluarga dan bisa menjalani hidupnya di masyarakat kembali.

Penutup

Efek ketergantungan narkoba sangat berbahaya bagi kehidupan seseorang. Maka dari itu, sudah seharusnya kita menjauhi yang namanya narkoba. Tidak hanya berbahaya bagi fisik, tapi juga berbahaya bagi psikologis. Tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan kehidupan orang lain di lingkungan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh: https://ashefagriyapusaka.co.id.

Scroll to Top