Mengenal Obat Petidin dan Efek Samping Penyalahgunaannya - Ashefa Griya Pusaka

Mengenal Obat Petidin dan Efek Samping Penyalahgunaannya

Mengenal Obat Petidin dan Efek Samping Penyalahgunaannya
Share on:

Petidin merupakan salah satu obat yang masih tergolong sebagai narkotika. Umumnya, obat tersebut dimanfaatkan sebagai penghilang rasa nyeri. Baik itu nyeri yang bersifat sedang hingga berat sekalipun. Untuk beberapa kasus, obat ini digunakan saat selesai operasi atau proses seseorang melahirkan.

Mengenal Pengertian Petidin Lebih Jauh

Yuk kenali apa itu petidin? Ini adalah obat anti nyeri berbentuk kristal putih yan dapat mencair pada suhu 186-189 derajat Celcius. Obat ini sendiri dapat larut jika bercampur dengan air. Kandungannya sendiri terdiri dari bahan inaktif kalsium sulfat, talkum, hingga dikalsium fosfat.

Mengenal Obat Petidin dan Efek Samping Penyalahgunaannya

Umumnya, obat ini dijadikan sebagai anti nyeri. Dalam beberapa kasus, obat tersebut bahkan dapat mengurangi konstipasi, dan spasme otot polos. Apabila Anda menggunakannya pun tetap tetap dapat memberikan efek samping tertentu. Terutama pada saraf pusat hingga otot polos.

Baca juga Pengertian Morfin, Petunjuk Penggunaan dan Efek Sampingnya

Tidak hanya itu, obat tersebut juga dapat mengurangi rasa sakit pada sistem saraf dan otak. Saat ini sendiri penggunaannya sering dipakai selama proses persalinan. Umumnya, obat tersebut diberikan kepada pasien baik dalam bentuk tablet maupun suntikan atau injeksi.

Apakah Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Sebenarnya, belum dapat diketahui lebih lanjut mengenai dampak penggunaan obat ini bagi ibu hamil maupun ibu menyusui. Hanya saja, jika mereka mengalami efek sampingnya tentu dapat mengganggu perkembangan serta pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Baca juga Bahaya Ganja Bagi Wanita Hamil, Berisiko Lahirkan Bayi Autis 

Untuk itu,  sangat penting bagi para ibu hamil dan menyusui untuk mengonsultasikan penggunaan obat tersebut kepada dokter yang lebih berpengalaman. Jika perlu, mintalah kepada dokter terkait untuk mengonsumsi obat jenis lainnya saja agar tidak mendapatkan efek bahaya tertentu pada janin.

Tidak hanya dapat mengancam janin yang masih ada di dalam kandungan, penggunaan obat ini juga berpotensi mengancam bayi ketika mereka sudah lahir di dunia. Hal tersebut hanya akan menyebabkan bayi mengalami berbagai gejala seperti tidur abnormal, diare, sering muntah, hingga hiperaktivitas.

Efek Samping Obat dan Cara Menanganinya

Perlu Anda ketahui, bahwa efek samping belum tentu terjadi kepada setiap pengguna obat. Hanya saja, ketika penderita mengalami efek samping yang mengganggu tentu sangat penting untuk memeriksakan diri. Umumnya, efek samping tersebut berbeda-beda setiap orangnya. Berikut diantaranya:

  • Mual

Efek samping satu ini umumnya akan terjadi pada seseorang ketika mereka mengonsumsi petidin. Meski belum tentu terjadi pada semua orang, akan tetapi tentu efek tersebut perlu diwaspadai lebih lanjut. Kemudian apabila Anda mengalami hal ini usahakan untuk tidak terlalu khawatir.

Usahakan tetap menenangkan diri pasalnya, efek mual tersebut dapat hilang setelah beberapa hari. Kemudian, pastikan tetap mengonsumsi makanan sederhana. Usahakan juga untuk menghindari makanan bercita rasa pedas. Jangan lupa juga untuk menjaga tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

  • Muntah

Ketika seseorang mengonsumsi petidin, bisa saja mereka mengalami efek samping yakni muntah. Ketika hal tersebut terjadi, Anda bisa memposisikan diri untuk duduk kemudian bersandar. Cobalah untuk minum minuman manis agar perut dapat lebih tenang.

Selain itu, sangat penting bagi Anda untuk menghindari minuman asam. Baik itu jus anggur, jus jeruk, atau minuman asam lainnya. Pastikan juga tubuh tetap mengonsumsi makanan bergizi dan minum air yang cukup agar tidak merasa lemas setelah muntah.

  • Sakit di Area Kepala

Merupakan salah satu efek samping yang cukup umum terjadi. Apabila hal ini terjadi kepada Anda, usahakan untuk memperbanyak waktu istirahat di rumah. Selain itu, pastikan untuk minum banyak air putih agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Sangat penting juga untuk menghindari alkohol saat memakai obat ini.

Hal tersebut tidak lain karena alkohol hanya akan memperburuk sakit di area kepala. Ada baiknya Anda meminta rekomendasi dari apoteker untuk mendapatkan obat penghilang rasa sakit di bagian kepala. Tetapi, tidak perlu khawatir karena rasa sakit ini dapat terjadi setelah satu minggu pertama konsumsi obat.

  • Mengantuk

Efek samping lain ketika seseorang mengonsumsi obat ini adalah merasa mengantuk. Hal ini berarti, seseorang tidak selalu mengalami efek yang sama. Efek ini sendiri dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat jenis lainnya. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak terlalu panik.

Terlebih, apabila Anda mengonsumsi obatnya sudah sesuai dengan resep dokter. Tentu saja, tidak terlalu khawatir mengenai efek samping penggunaan obatnya karena konsumsinya pun sudah diawasi dokter. Tetapi, jika gejala mengantuk terjadi sampai berhari-hari tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri.

  • Efek Samping Lainnya

Seseorang juga dapat mengalami efek samping lainnya. Seperti mengalami sembelit, mulut kering, ruam dan kemerahan pada kulit, gatal, berkeringat, pernapasan dangkal, hingga sulit untuk buang air kecil. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya dengan sembarangan.

Terlebih, beberapa efek samping yang dapat timbul tersebut tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Tidak heran jika penggunaannya pun perlu diawasi lebih lanjut oleh pihak dokter. Oleh sebab itu, jangan sampai menyalahgunakan obat tersebut.

Beberapa Bahaya Jika Menyalahgunakan Obat

Selain dapat menimbulkan efek samping, ada banyak bahaya yang dapat terjadi kapan saja ketika seseorang menyalahgunakan obat ini. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja bahaya penyalahgunaan obat tersebut. Seperti di bawah ini:

  • Ketergantungan

Obat ini dapat menyebabkan seseorang kecanduan. Itulah mengapa sangat disarankan untuk tidak menyalahgunakannya secara berlebihan. Terlebih apabila melampaui dosis yang sudah diresepkan oleh dokter. Anda juga perlu menggunakannya dengan frekuensi dan aturan pakai sesuai anjuran dokter terkait.

Baca juga Apa Bedanya Istilah Kecanduan dengan Ketergantungan Obat

Selain itu, usahakan untuk langsung menginfokan diri ke dokter apabila terdapat anggota keluarga yang mempunyai masalah dengan ketergantungan obat tersebut. Jika penyalahgunaan ini tetap dilakukan, maka bahaya paling parah adalah dapat menyebabkan seseorang mengalami kematian.

Baca juga Bagaimana Cara Mengatasi Ketergantungan Obat

  • Gangguan Pernapasan

Perlu Anda ketahui, bahwa obat ini dapat menyebabkan masalah pernapasan pada seseorang. Tentu saja, adanya efek tersebut sangat mengancam jiwa penggunanya. Terutama pada saat 24 jam hingga 72 jam sejak pemberian pertama serta setiap penambahan dosis yang dilakukan.

Anda juga perlu segera memberitahukan kepada dokter, apabila memiliki riwayat asma, paru-paru obstruksi kronis, penyakit pernapasan, cidera kepala, dan lain sebagainya. Obat ini sendiri dapat menyebabkan tekanan intrakranial sehingga tidak dimanfaatkan pada proses terapi. Itu tadi penjelasan lengkap tentang petidin yang bisa Anda ketahui. Setiap obat sendiri pada dasarnya memiliki efek sampingnya masing-masing. Akan tetapi, tentu saja ketika menggunakan obat ini sangat penting berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu agar tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut.

Butuh konsultasi penyalahgunaan NAPZA? Segera hubungi Ashefa Griya Pusaka.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top