Apakah Pecandu Narkoba Bisa Hidup Normal Kembali? - Ashefa Griya Pusaka

Apakah Pecandu Narkoba Bisa Hidup Normal Kembali?

apakah pecandu narkoba bisa hidup normal kembali
Share on:

Angka korban penyalahguna narkoba di Indonesia semakin tinggi, bahkan berdasar hasil survei kasusnya telah mencapai 3.419.188 orang dan terus bertambah. Mulai dari kalangan publik figur hingga masyarakat biasa tersandung kasus narkotika. Lantas, apakah pecandu atau penyalahguna narkoba bisa hidup normal kembali?

Mengacu pada pasal 54 Undang-Undang Narkotika, menyebut bahwa korban penyalahgunaan narkoba  harus menempuh rehabilitas medis dan sosial. 

Apa Itu Rehabilitasi Narkoba?

Apakah Pecandu Narkoba Bisa Hidup Normal Kembali?

Rehabilitasi adalah salah satu cara memulihkan korban penyalahguna narkoba dan membantu pasien kembali hidup normal bermasyarakat.  

Kecanduan narkoba memberikan dampak yang buruk bagi diri serta hubungan sosial dengan masyarakat. 

Dengan menjalani rehabilitasi, korban penyalahguna narkoba akan terlindung dari efek berhenti mengkonsumsi narkoba yang menyertaiBaca juga Dampak Penggunaan Narkoba Bagi Masyarakat di Lingkungan Pengguna

Kondisi Tubuh Ketika Pengguna Berhenti Memakai Narkoba

Apakah Pecandu Narkoba Bisa Hidup Normal
Apakah Pecandu Narkoba Bisa Hidup Normal

Narkoba memang memberikan efek candu yang dahsyat pada penggunanya, dan bukan sesuatu yang mudah bagi tubuh untuk melepas pengaruhnya. Ketahui juga mengapa narkotika dan psikotropika dilarang peredarannya

Seperti yang Anda ketahui, ketika korban penyalahguna menghentikan penggunaan narkoba maka akan mengalami gejala sakau. Setiap korban penyalahgunaan narkoba menunjukkan gejala yang berbeda, bergantung pada tingkat ketergantungan dan jenis narkotika.

Berikut beberapa gejala dari efek berhenti mengkonsumsi narkoba jenis heroin/morfin yang mudah Anda kenali, seperti:

  • Hidung tersumbat 
  • Muncul keringat berlebih
  • Gangguan tidur
  • Gelisah
  • Sering menguap
  • Nyeri otot
  • Tekanan darah tinggi
  • Diare
  • Mengalami kram perut
  • Sering merinding
  • Jantung berdebar kencang
  • Penglihatan mulai kabur

Sementara efek berhenti mengkonsumsi narkoba jenis kokain menunjukkan gejala, sebagai berikut :

  • Depresi
  • Gelisah
  • Nafsu makan terus meningkat
  • Mengalami gangguan mimpi buruk
  • Lambat dalam melakukan aktifitas
  • Tubuh terasa kurang enak badan dan lelah

Begini tahapan kondisi dan  ciri-ciri orang yang berhenti memakai narkoba jenis ganja, seperti :

  • Mengalami kecemasan yang berlebihan 

Dalam rentang waktu 24 sampai 72 jam setelah  berhenti menggunakan narkoba, korban penyalahgunaan narkoba akan mengalami kecemasan. 

Tenaga ahli akan mengajak korban untuk relaksasi, dengan melakukan yoga, meditasi, memberikan obat khusus dan lainnya.

  • Cepat Tersinggung dan Mudah Marah

Salah satu ciri dari orang yang berhenti memakai narkoba adalah cepat tersinggung dan marah. Hal ini terjadi pada kurun waktu 24 sampai 72 jam setelah total tidak menggunakan narkoba. 

  • Depresi

Pada minggu-minggu awal, korban penyalahgunaan narkoba yang berhenti total akan mengalami depresi. 

Bahkan akan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas hingga perasaan tertekan.

  • Insomnia

Selanjutnya, pengguna narkoba juga terserang gangguan insomnia hingga beberapa malam pasca berhenti memakai narkoba. 

  • Muncul Gangguan Kesehatan

Setelah terlepas dari narkoba, korban penyalahgunaan narkoba akan mengalami gangguan kesehatan. Hal ini merupakan dampak dari masalah tidur dan perasaan tertekan di atas. 

Pasca berhenti memakai narkoba, sebagian orang akan mengalami tremor hingga flu berat. 

Jika kondisi ketergantungan di atas tidak tertangani dengan tepat, dapat mengakibatkan kematian karena overdosis. Itulah mengapa rehabilitasi narkoba menjadi penting dalam upaya mengatasi ketergantungan narkotika. 

Apakah Pecandu Narkoba Bisa Hidup Normal

Seperti ulasan di atas, korban penyalahgunaan narkoba tetap dapat pulih dan hidup normal setelah menjalani proses rehabilitasi.  

Di dalam pusat rehabilitasi, korban penyalahgunaan narkoba akan belajar untuk menerima kesalahan dan memperbaiki hubungan dengan orang-orang sekitar. 

Korban akan mendapatkan sesi terapi untuk mengidentifikasi setiap masalah yang berhubungan dengan ketergantungan dan mencari jalan keluarnya. 

Secara umum, tahapan rehabilitasi terdiri dari tiga poin mendasar, antara lain:

  • Detoksifikasi 

Pada fase detoksifikasi, terapis atau tenaga medis akan memeriksa kondisi korban secara menyeluruh. Termasuk memastikan jenis narkotika yang pasien konsumsi, tingkat ketergantungan hingga kondisi kesehatan. 

Fase detoksifikasi merupakan yang paling sulit, karena korban harus benar-benar terbebas dari narkoba 100%. Tentu saja, korban penyalahguna narkoba akan mengalami gejala sakau. Seperti contohnya orang yang memiliki masalah dengan sabu, untuk memulai proses pemulihan maka ia harus melewati program detoksifikasi. Namun, detoksifikasi ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Ketahui juga ciri ciri pengguna sabu

Tim medis/ dokter akan memberikan obat pereda gejala agar gejala yang muncul berkurang. Selain itu, korban penyalahguna narkoba juga mengonsumsi air putih, serta makanan bergizi untuk mempercepat pemulihan. 

Setelah mengalami efek berhenti mengkonsumsi narkoba yang buruk, perlahan kondisi tubuh korban pun membaik. Berangsur konsentrasi, memori dan kecerdasan otak mulai kembali. 

Tenaga ahli akan melatih kembali fungsi otak dan mempercepat proses pemulihan dengan memberikan banyak pelatihan. 

  • Fase primary/  program khusus

Usai melalui fase detoksifikasi, korban penyalahgunaan narkoba akan mengikuti tahap rehabilitas psikososial. Pada tahapan ini, korban penyalahgunaan narkoba akan mendapatkan penanganan dari psikolog yang berpengalaman. 

Korban penyalahgunaan narkoba akan mendapatkan terapi perilaku kognitif untuk mencari jalan keluar ketika gejala sakau muncul. 

Selain itu, tahap ini juga mengajarkan beberapa strategi untuk mencegah atau menghindari keinginan menggunakan zat terlarang kembali. 

Para korban penyalahgunaan narkoba akan mengasah kepribadian sehingga menjadi pribadi yang normal kembali. Serta mampu kembali bersinergi dengan orang lain. 

  • Fase re-entry

Pada tahap ini, korban penyalahgunaan narkoba telah siap kembali ke masyarakat. Korban penyalahgunaan akan mendapatkan pelatihan untuk mengasah bakat dan minat mereka. 

Sehingga mereka dapat menyingkirkan stigma negatif dari masyarakat dan lebih berdaya untuk bertahan hidup. 

Cara Menasehati Penyalahguna Narkoba

Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah serius yang bisa menimbulkan dampak buruk bagi hidup Anda. Banyak faktor yang bisa menyebabkan anak kita atau generasi muda yang memiliki potensi berharga, akhirnya rusak karena penggunaan narkoba.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menasehati pecandu narkoba agar bisa keluar dari zona penyalahgunaan tersebut. Walaupun penyalahguna narkoba tersebut adalah suami kita sendiri, jika sudah kecanduan maka harus segera dihentikan.

Terkadang maksud baik Anda untuk membantu penyalahguna narkoba tidak mendapat respon positif. Penyampaian nasehat yang tidak tepat seringkali membuat penyalahguna merasa tersudutkan, marah bahkan menjauh. 

Begini cara menasehati penyalahguna narkoba dengan bijak, seperti :

Menunjukkan empati

Cobalah memposisikan diri seolah Anda menjadi penyalahguna narkoba. Dengan demikian, Anda akan mengetahui bahwa penyalahguna narkoba akan merasa kesepian, terasing ketika orang lain tak mendukungnya. 

Tunjukkan bahwa Anda peduli, siap mendengarkan dan membantu semampu Anda. Coba tanyakan kepada penyalahguna apa yang membuatnya sulit untuk meninggalkan narkoba. 

Menawarkan solusi untuk ikut program rehabilitasi

Sebagai orang terdekat, Anda bisa menawarkan solusi kepada penyalahguna untuk mengikuti program rehabilitasi. Salah satu tempat rehabilitasi yang membantu korban penyalahgunaan narkoba adalah Ashefa Griya Pustaka. 

Ashefa Griya Pustaka merupakan pusat rehabilitasi swasta bagi korban penyalahgunaan NAPZA yang telah memiliki cabang di beberapa kota. 

Sebagai pusat rehabilitasi, Kami telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan secara profesional. Sehingga korban penyalahguna NAPZA dapat pulih dan kembali hidup normal. Ketahui juga Apakah Pecandu Narkoba Bisa Pulih Tanpa Rehabilitasi?

Tidak sekadar memberikan terapi medis, di Ashefa Griya Pustaka juga terdapat rehabilitasi sosial. Kami membantu para korban penyalahguna NAPZA kembali produktif sehingga mampu mengaktualisasikan diri. 

Kami siap berdedikasi untuk melayani korban penyalahguna NAPZA dengan perawatan yang sesuai kebutuhan masing-masing. Terlebih lagi, kami telah mengembangkan metode terapi holistik dan perawatan humanis.  

Kami memastikan bahwa semua korban penyalahguna NAPZA mendapatkan pelayanan dan fasilitas terbaik agar mampu menjalani hidup sehat dan bahagia. Seperti layanan medis 24 jam yang siap memantau dan memastikan pasien selalu dalam kondisi prima.  

Hubungi kami di hotline 081388884646 atau kunjungi langsung Ashefa Griya Pusaka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Semoga Anda, maupun korban penyalahguna NAPZA lainnya merasa bahagia dengan fasilitas premium yang kami tawarkan. 

Tempat rehabilitasi narkoba premium dengan fasilitas mewah didalamnya membuat anda merasa lebih nyaman selama proses rehab, segera hubungi hot line kami untuk mendapatkan program rehab yang tepat.

Jadi, apakah pecandu narkoba bisa hidup normal? Tentu saja bisa. Hidup normal bagi pecandu narkoba bukanlah hal yang musatahil, selagi memiliki niat untuk berubah dan tidak kembali menggunakan obat-obatan terlarang.

Artikel ini dipublikasikan oleh: https://ashefagriyapusaka.co.id.

Scroll to Top