Ketahui Keamanan Obat Antidepresan Untuk Insomnia - Ashefa Griya Pusaka

Ketahui Keamanan Obat Antidepresan Untuk Insomnia

anti depresan
Share on:

Banyak obat anti depresan yang sering digunakan untuk pengobatan insomnia. Walaupun tidak ada yang dikhususkan atau terlisensi untuk insomnia, penggunaan obat anti depresan harus dengan resep dokter dan tidak boleh digunakan sembarangan.

anti
canti depresan

Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang tidak bisa dianggap remeh karena dapat menggangu kegiatan sehari-hari menjadi tidak efektif. Jika sudah parah insomnia juga dapat menyebabkan depresi dan penyakit berbahaya lainnya. Untuk mengetahui keamanan obat antidepresan dalam mengobati insomnia, simak artikel ini hingga selesai.

Obat Anti Depresan untuk Insomnia 

Insomnia adalah gangguan tidur atau sulit untuk tertidur, menyebabkan sulit untuk tetap tertidur, bangun terlalu dini dan tidak dapat kembali tidur. Tubuh akan merasa lelah saat bangun tidur.

Insomnia dapat membuat energy dan suasana hati menjadi lemah, tidak hanya itu kesehatan tubuh, kinerja dan kualitas hidup juga dapat terganggu. Yang akhirnya membuat depresi dan datangnya penyakit berbahaya seperti kardiovaskuler dan ansietas.

Ada beberapa hal yang menyebabkan obat antidepresan digunakan untuk mengobati insomnia diantaranya :

  • Beberapa antidepresan sedatif sudah terbukti dapat mengatasi gangguan tidur pada orang yang mengalami depresi.
  • Antidepresan dosis rendah seperti amitriptilin golongan trisiklik terbukti bisa mengurangi nyeri kronis dan membuktikan bahwa nyeri berhubungan dengan gangguan tidur.
  • Tidak ada batasan durasi pemberian antidepresan untuk insomnia, sehingga banyak  orang medis yang mengganggap antidepresan memiliki potensi penggunaan jangka panjang.

Jenis obat depresan untuk mengobati insomnia 

1. Doxepin dosis rendah

Doxepin adalah obat antidepresan trisiklik yang mempunyai efek antihistamin. Bekerja terhadap reseptor H1 paling paten dibandingkan dengan antidepresan trisiklik yang lain. Dengan perbandingan 4 kali lipat dibandingkan amitriptilin dan 800 kali lipat dengan difenhidramin.

Beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa obat doxepin memiliki efek kecil hingga sedang dalam durasi tidur dan masalah tidur tetapi tidak efektif dalam menurunkan durasi memulai tidur.

Efek samping dari obat doxepin menyebabkan nyeri kepala, mual dan penurunan kesadaran. Efek samping doxepin mempunyai frekuensi yang sama dengan kelompok plasebo.

2. Trazadon 

Trazadone adalah obat dengan efek antihistamin sedang. Penelitian membuktikan bahwa trazadone meningkatkan waktu total tidur pada pasien yang mengalami depresi berat. 

Trazadon dapat menimbulkan efek samping seperti pusing, gangguan psikomotor bahkan priapisme (ereksi abnormal pada pria) namun jarang ditemukan. Hal ini menyebabkan pentingnya mempertimbangkan keuntungan dan risiko penggunaan obat trazadone untuk insomnia.

3. Amitriptilin 

Obat amitriptilin adalah antidepresan triskiklik dengan efek yang kuat sebagai inhibitor reuptake serotonergic dan efek menengah inhibitor reuptake norepinerfin. Dalam suatu penelitian obat ini dalam mengobati insomnia sekunder disimpulkan bahwa pasien dengan gangguan tidur mengalami peningkatan waktu tidur total.

Penelitian lain menyebutkan bahwa amitriptilin sama efektif nya dengan lorazepam untuk mengobati pasien insomnia karena withdrawal opiat. Tetapi ada studi yang dilakukan menemukan bahwa pasien akan merasa lebih sulit bangun pagi ketika mengkonsumsi amitriptilin dibandingkan lorazepam.

Amitriptilin aman digunakan namun efek samping yang dirasakan seperti merasa tidak enak badan selama pengobatan berlangsung. Efek nya akan dirasakan antara minggu ketiga dan keempat saat menggunakan obat hngga minggu pertama dan kedua setelah penghentian obat.

4. Obat Melatonergik 

Melatonin berhubungan dengan ritme regulasi tidur dan ritme sirkandian. Reseptor melatonin MT1 dan MT2 terletak di lokasi spesifik yang berhubungan dengan fungsi tidur. Reseptor MT2 terletak pada thalamus retikuler yang berhubungan dengan modulasi slow wave sleep.

Obat obtatan yang mempengaruhi reseptor melatonin hanya dapat menurunkan wakrtu memulai tidur tanpa ada efek terhadap waktu total tidur. Sehingga obat melatonergik tidak lebih baik dari pada obat-obatan insomnia yang lainnya.

Di Indonesia obat melatonergik sangat terbatas, namun sudah banyak jenis lain yang dikembangkan dan digunakan di dunia seperti agomelatin yang relatif aman dibandingkan setralin dan escitalopram. Namun penggunaanya harus hati hati pada orang tua 75 ke atas.

Obat jenis lainnya seperti melatonin prolong release, ramelteon, tasimelteon, semua jenis obat melatonergik tersebut relative aman digunakan, efek samping yang biasa muncul seperti nyeri kepala, konstipasi,  penurunan kesadaran, nyeri punggung, lelah, pharyngitis. Efek yang serius serti penurunan kesadaran dan leukopenia namun hal itu jarang terjadi.

5. Mirtazapine 

Obat mirtazapine adalah obat anti depresan dan noradrenergic. Obat ini juga merupakan antidepresan spesifik serotonergik yang dapat meningkatkan neurotransmisi adrenergic dan serotonergic secara berbeda dari obat lain. 

Banyak penelitian yang menyimpulkan penggunaan mirtazapine pada pasien kanker dengan gejala nyeri dan mengganggu lain seperti insomnia dapat mengurangi gejala insomnia. Penggunaan mirtazapin juga lebih efektif mengurangi insomnia dibandingkan fluoksetin.

Efek samping mirtazapin diantaranya menyebakan kelemahan tubuh, konstipasi, penurunan kesadaran pada minggu pertama, namun efek samping akan hilang diminggu kedua. Untuk itu disimpulkan bahwa mirtazapine aman digunakan untuk pengobatan insomnia.

Kesimpulan

Demikianlah artikel Ketahui Keamanan Obat Antidepresan Untuk Insomnia. Ada beberapa obat antidepresan yang digunakan untuk mengobati insomnia, walaupun tidak ada yang terlisensi tetapi manfaatnya memiliki efek yang baik untuk insomnia.

Ada beberapa jenis obat antidepresan yang berguna untuk mengobati insomnia seperti amitriptilin, mirtazamelatonin, trazadone, doxepin dan obat melatonergik seperti agomelatin, melatonin prolong release dan ramelton.

Penggunaan antidepresan untuk insomnia aman walaupun harus diperhatikan penggunaanya, dan tidak boleh disalahgunkan tanpa resep dokter. Adapun obat yang harus diawasi seperti trazadone yang mempunyai lebih banyak risiko dari pada manfaatnya.

Sedangkan obat melatonergik yang hanya berpengaruh pada durasi memulai tidur, tidak mempengaruhi waktu total tidur.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top