Cara Agar Generasi Muda Terhindar dari Bahaya Narkoba - Ashefa Griya Pusaka

Cara Agar Generasi Muda Terhindar dari Bahaya Narkoba

Agar terhindar dari bahaya narkoba bagi generasi muda seharusnya
Share on:

Agar terhindar dari bahaya narkoba bagi generasi muda seharusnya memang tak pernah sekalipun mencobanya. Godaan narkoba memang berat, namun bila generasi muda paham betul risiko yang akan dihadapi, maka mereka tak akan pernah tertarik atau kematian pilihannya.

Masalah kecanduan narkoba menjadi semakin akut setiap harinya. Karena itu, penting untuk memberikan perhatian sebesar mungkin untuk pencegahan bahaya narkoba bagi generasi muda. Fakta yang mengerikan, hasil dari survei, hanya 2-3% pecandu narkoba yang bisa kembali ke kehidupan normal, dan mengatakan selamanya tidak untuk zat psikoaktif. Sisanya, akan terus tenggelam dalam cengkeraman narkoba jika mereka tidak mendapatkan bantuan tepat waktu di pusat rehabilitasi narkoba.

Baca juga: Penyebab Kecanduan Narkoba, Dampak, & Cara Menghilangkannya

Fakta Generasi Muda dan Narkoba

Rata-rata usia pecandu narkoba berada pada kisaran 16-18 tahun. Menurut statistik, 60% dari total jumlah pecandu narkoba adalah anak muda berusia 16 hingga 30 tahun. Seperlima adalah anak sekolah yang menggunakan narkoba dari usia 9-13 tahun. Tidak jarang malah anak usia 6-7 tahun pun sudah terlibat dalam lingkaran narkoba. Kurang dari 20% pecandu narkoba berusia 30 tahun ke atas. Angkanya tidak besar, karena kebanyakan pecandu tidak hidup sampai usia tersebut.

Baca juga: Ini Penyebab Anak Remaja Rentan Kecanduan Narkoba!

Cara Agar Terhindar dari Bahaya Narkoba

Pencegahan penggunaan narkoba di kalangan anak muda tidak bisa hanya dengan upaya medis saja. Kegiatan bersama orang tua, dokter, psikolog, guru, lembaga penegak hukum, dan masyarakat umum sangat diperlukan. Harus diakui bahwa sejauh ini tidak ada strategi tunggal untuk mencegah generasi muda dari pemakaian narkoba. Ceramah umum tentang bahaya kecanduan narkoba yang diberikan oleh ahli yang mengunjungi ke sekolah-sekolah terbukti tidak efektif. 

Pertama, pencegahan seharusnya tidak berfokus pada siswa sekolah menengah yang sudah memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang narkoba, dan beberapa dari mereka bahkan memiliki pengalaman menggunakan narkoba untuk pertama kalinya. Fokus sasaran kini adalah di kelompok yang lebih muda, dari 6-7 tahun. Misalnya dengan media visual kita perlu memberi tahu anak-anak seperti apa rupa orang yang menggunakan narkoba. Ini akan membantu menciptakan citra negatif pecandu narkoba di benak anak-anak. Namun, jangan mengintimidasi anak-anak, perlu dijelaskan secara cerdas bahwa penggunaan narkoba memiliki efek yang merugikan tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada penampilan pengguna.

Baca juga: Inilah Cara Menghindari Narkoba yang Efektif Dilakukan

Banyak ahli juga berpendapat bahwa di sekolah menengah untuk remaja beresiko, sangat disarankan untuk membawa mereka mengunjungi klinik perawatan narkoba. Dengan begitu para remaja dapat melihat sendiri seperti apa jadinya orang yang tadinya sehat, muda, dan cantik ketika sudah menggunakan narkoba. Tindakan seperti itu, meskipun menyebabkan banyak diskusi di antara para spesialis, telah berulang kali membuktikan hal itu efektif. Cara pencegahan ini secara tidak sadar akan menyamakan penggunaan narkoba dengan akhir hidup bahagia dan sehat.

Perwakilan dari dinas kesehatan dan ahli narkologi pun bisa mengadakan seminar dan ceramah tentang topik anti-narkoba di antara guru sekolah menengah, sekolah teknik, dan lembaga tinggi. Mereka akan mengajari pula teknik paling sederhana untuk mengidentifikasi berbagai jenis keracunan, membentuk kewaspadaan yang tepat, dan berbicara tentang konsekuensi sosial dan medis yang serius dari kecanduan narkoba.

Pencegahan penggunaan narkoba harus menjadi bagian integral dari pendidikan. Namun, peran terpenting dalam pencegahan kecanduan narkoba adalah keluarga. Para orang tua tentu harus memberikan contoh yang baik terkait sikap mereka pada narkoba. Bagi seorang anak, hampir semua tindakan orang dewasa adalah normal, benar, terutama jika orang dewasa ini adalah otoritas bagi mereka. Anak-anak selalu tertarik pada orang-orang seperti itu dan mengambil contoh dari mereka. Anak-anak akan meniru apa yang dilakukan orang tua mereka.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top