Apa Itu Skrining dan Kapan Melakukannya? - Ashefa Griya Pusaka

Apa Itu Skrining dan Kapan Melakukannya?

Apa Itu Skrining
Share on:

Apa itu skrining? Kalimat ini pasti sudah sering didengar di lingkungan masyarakat. Wajar saja, sebab istilah ini sering digunakan dalam dunia kesehatan. Maka, jangan heran orang biasa yang bukan bekerja di rumah sakit atau sejenisnya tidak terlalu paham dengan kata ini

Pengertian Apa Itu Skrining

Apa Itu Skrining dan Kapan Melakukannya?

Arti skrining kesehatan adalah serangkaian prosedur yang diterapkan untuk mengetahui potensi penyakit pada seseorang. Sangat disarankan melakukan tes ini jika memiliki penyakit dengan potensi serius. Apalagi jika dilakukan saat dalam kondisi sehat, lebih mudah untuk mencegahnya saat sudah menemukan masalah kesehatan yang diderita.

Prosesnya harus sederhana dan mudah dengan hasil akurat yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika berbicara tentang masalah kesehatan, memang harus segera diatasi dengan pengobatan dan alat-alat yang tersedia.

Baca juga Bagaimana Program Rehabilitasi Narkoba Yang Tepat?

Pastinya semua sudah paham, bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini ada hubungannya dengan prosedur kesehatan dimana tes dilakukan untuk mengetahui jenis penyakit. Jika memang ditemukan mengidap dalam tubuh, bisa langsung diobati atau dicegah agar tidak bertambah besar (parah).

Tujuan Dilakukan Skrining

Skrining dilakukan di rumah sakit bertujuan untuk menentukan pengobatan yang paling tepat dan bagus sesuai jenis penyakit yang diderita pasien. Tes ini lebih identik kategori diagnostik dimana dilakukan pemeriksaan untuk menemukan gejala penyakit dan menentukan jenisnya.

Diagnosa dilakukan berdasarkan tanda atau gejala yang dimiliki pasien dengan sejumlah peralatan kesehatan. Namun, skrining ini sebagai penentu seseorang tersebut diharuskan melakukan tes tambahan atau tidak. Selain itu, tujuan lain dari prosedur ini adalah untuk mengurangi risiko penyakit yang muncul di kemudian hari.

Pengobatan sejak dini memberikan dampak positif untuk tubuh dibandingkan saat penyakit tersebut sudah parah. Bahkan, jika memang diperlukan seseorang dapat mengikuti pemeriksaan skrining lanjutan. Sebab, jika sekali saja melaksanakan tes bisa saja hasilnya kurang tepat.

Kapan Tes Skrining Ini Dapat Dilakukan

Seperti yang sudah disebutkan di atas skrining bertujuan untuk mengetahui kesehatan seseorang. Tes tentu saja tak dapat dilakukan sembarangan sebab harus dapat persetujuan dari orang yang bersangkutan. Beberapa kondisi yang menjadi acuan untuk melakukan serangkaian prosedur ini,diantaranya yaitu:

  • Memiliki Penyakit Serius

Saat memiliki suatu penyakit yang serius, cobalah ke rumah sakit untuk membuat jadwal skrining. Nantinya, dokter atau perawat tidak langsung menerapkan tes. Tetapi, menulis data pasien terlebih dulu, menanyakan beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatan.

Selain itu, pihak rumah sakit akan bertanya apakah seseorang tersebut yakin untuk melanjutkan tes atau tidak. Masalah kesehatan serius akan lebih jelas setelah pemeriksaan dan tes. Bisa jadi tubuh memiliki beberapa penyakit yang harus segera diobati.

  • Pemeriksaan Praklinis

Jika seseorang ingin melakukan pemeriksaan praklinis, juga sangat disarankan mengikuti tes skrining terlebih dulu. Karena sesuai dengan pengertian apa itu skrining tes, pasien dapat lebih dulu mengetahui penyakit yang mengendap dalam tubuhnya. Setelah itu, lebih mudah memutuskan untuk melanjutkan atau tidaknya uji praklinis.

  • Pemeriksaan Skrining

Sebelum dilakukan tes, seseorang harus melalui pemeriksaan skrining terlebih dulu. Jika sesuai dan benar ditemukan penyakit dalam tubuhnya barulah dilakukan serangkaian prosedur. Namun, seperti yang sudah dijelaskan di atas hal ini dilakukan atas persetujuan dari pasien itu sendiri.

Meskipun begitu, jika ada pengobatan lanjutan yang lebih bermanfaat juga sebagai acuan untuk melakukan skrining. Jadi, meskipun sudah mengetahui penyakitnya dan belum menemukan pengobatan yang cocok, sebaiknya dilanjutkan ke tahap tes kesehatan ini. Maka, harus dilaksanakan diagnosa terlebih dulu.

  • Adanya Alat Kesehatan yang Tepat dan Cocok

Diagnosa dilakukan menggunakan alat khusus agar jenis penyakit yang ditemukan nantinya tidak salah. Tanpa perlengkapan yang lengkap, maka hasil pemeriksaan pun tidak akurat. Jika seperti ini terjadi, maka tes skrining tidak dapat dilakukan.

Sebaliknya jika di rumah sakit tersebut memiliki alat pemeriksaan yang lengkap dan memadai. Kemudian memang ditemukan ada masalah kesehatan pada pasien. Dokter akan menjelaskan kepada orang tersebut dan menyarankan untuk dilakukan tes skrining, barulah diterapkan prosedurnya.

Baca juga Jangan Main-main, Efek Buruk Kokain Bisa Menyebabkan Kematian

Kategori Skrining Tes

Secara umum, terdapat dua jenis prosedur yang biasa dilakukan. Pertama, skrining untuk pencegahan primer merupakan pemeriksaan penyakit secara dini tetapi membutuhkan biaya yang lumayan besar. Contohnya, pada jenis masalah kesehatan diabetes melitus tipe 2.

Sedangkan yang kedua bernama skrining preventif sekunder selektif untuk mendeteksi penyakit kronis. Contohnya pendeteksian kanker leher rahim pada wanita ataupun jenis yang lainnya. Adanya pemeriksaan dini memudahkan memilih teknis pengobatan yang tepat.

Sementara itu, untuk kategori pemeriksaan skrining ini terbagi menjadi tiga kategori. Pembagian ini didasarkan pada manfaat atau dampak yang dapat diperoleh dari tes. Jika tidak ada manfaat maka tidak dilaksanakan.

  • Tingkat Populasi

Tes dilakukan jika memiliki bukti kuat dan akurat bahwa skrining dapat mengobati dan mengetahui penyakit secara klinis. Selain itu, juga hemat biaya saat diterapkan prosedur tes pada tingkat populasi. Biasanya kategori ini dikhususkan untuk pasien dengan rentang usia tertentu.

  • Keputusan Tingkat Individu

Kategori kedua cocok untuk keputusan tingkat individu jika manfaat yang diperoleh tidak lebih tinggi dari risiko pada tingkat populasi. Meskipun sudah diketahui efektif dalam hal klinis, tetapi karena biayanya belum dapat ditentukan dengan jelas dan rasionya tidak menguntungkan maka dipilihlah kategori ini.

  • Tidak Direkomendasikan

Tes skrining juga ada kategori yang tidak disarankan untuk diterapkan jika tidak ada bukti kuat bahwa prosedur kesehatan ini efektif. Apalagi jika nantinya akan merugikan diri sendiri, sebaiknya tidak dilanjutkan.

Perlu juga diketahui bahwa skrining biasanya dilakukan mulai dari pemeriksaan darah, tinja, air seni hingga tekanan darah. Jika dokter menemukan sesuatu yang mencurigakan atau mengindikasi adanya penyakit, maka akan dilakukan tes lanjutan.

Baca juga Cara Menghilangkan Trauma dan Sakit Hati Berkepanjangan

Proses pemeriksaan ini bisa berlangsung selama satu hari penuh. Selanjutnya dokter akan mendiskusikan dengan pasien untuk langkah selanjutnya. Baik pria maupun wanita dapat melakukan skrining jika menginginkannya.

Melakukan serangkaian tes kesehatan secara tepat waktu adalah hal yang penting sekali untuk dilakukan. Namun, pasien harus tahu dulu apa itu skrining sebelum dilaksanakan. Siapa saja yang memiliki penyakit serius dan membutuhkan pemeriksaan klinis, jangan sungkan ke rumah sakit untuk membuat jadwal skrining.

Konsultasi gratis kecanduan NAPZA untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan rehabilitasi narkoba Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Medan, Palembang, Surabaya, Bali, Banten, Bandung dan lainnya, hubungi hot line Ashefa Griya Pusaka tempat rehabilitasi narkoba.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top