Ini Kegunaan dan Efek Samping Obat Sedacum - Ashefa Griya Pusaka

Ini Kegunaan dan Efek Samping Obat Sedacum

Kegunaan dan Efek Samping Obat Sedacum
Share on:

Obat bius yang sering digunakan dalam dunia medis memang sangat beragam. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Salah satu obat bius yang biasa digunakan yaitu sedacum. Sedacum adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk anestesi.

Anestesi merupakan suatu metode yang dilakukan di dunia medis untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit ketika melakukan operasi atau pembedahan. Cara kerja anestesi ini adalah dengan menghentikan kerja sistem saraf ketika memberikan sinyal rasa sakit.

Sehingga ketika melakukan operasi atau pembedahan rasa sakit tidak akan terasa. Anestesi bisa diberikan dalam beberapa bentuk seperti semprotan, suntikan, salep ataupun gas. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Lalu apa itu sedacum? Simak penjelasan berikut ini.

Kegunaan Sedacum

Kegunaan Sedacum

Obat bius yang akan dibahas kali ini adalah sedacum. Sedacum banyak digunakan ketika melakukan pembedahan atau operasi. Hal tersebut digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa sakit yang dirasakan.

Lebih tepatnya sedacum digunakan untuk anestesi dalam pra medikasi atau mengurangi atau menghilangkan rasa sakit sebelum melakukan operasi atau pembedahan sehingga akan membuat lebih nyaman, rileks dan tidak tegang.

Selain itu pun sedacum digunakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika induksi. Induksi merupakan suatu proses untuk merangsang kontraksi rahim ketika akan melahirkan sebelum adanya kontraksi alami terjadi.

Tak hanya itu sedacum juga bisa digunakan untuk anestesi lokal. Anestesi lokal ini dilakukan dengan menghentikan atau mengurangi rasa sakit pada bagian tubuh tertentu yang akan di operasi. Sehingga yang merasakan efek nya hanya bagian yang di anestesi lokal saja.

Seperti ketika melakukan operasi kecil atau minor, seperti operasi mata, gigi, tahi lalat dan lain sebagainya. Anestesi tersebut bisa dilakukan dengan disemprot, dioleskan ataupun disuntikan. Pada anestesi lokal ini tidak mempengaruhi kesadaran karena hanya bagian tubuh tertentu saja.

Sedacum merupakan salah satu obat golongan psikotropika. Kandungan di dalam sedacum ini adalah midazolam. Dari berbagai kegunaan yang telah dijelaskan maka obat sedacum juga sering disebut sebagai obat bius.

Sedacum biasanya tersedia dalam ukuran 15 mg/3 mL dan juga 5 mg/mL. Dalam pemasaran sedacum hanya bisa dibeli jika ada resep dari dokter dan sesuai dengan anjuran dokter sehingga tidak dijual secara bebas.

Penggunaan sedacum

sedacum

Sedacum merupakan obat keras yang harus diberikan atau digunakan sesuai dengan anjuran dokter dan tidak boleh disalahgunakan. Sedacum harus disimpan pada suhu 15-30 derajat celcius. Berikut ini dosis dan cara penggunaan sedacum secara garis besar. Namun tentu saja harus sesuai dengan resep dokter.

  • Induksi anestesi

Bagi orang dewasa diberikan dosis 10 mg dengan injeksi intravena atau melalui pembuluh darah. Namun jika diberikan untuk lansia maka dosis nya harus dikurangi.

  • Pra medikasi

Bagi orang dewasa diberikan dosis 0.07-0.1 mg/kg berat badan, sedangkan untuk lansia dan pasien yang lemah diberikan dosis 0.025-0.05 mg/kg berat badan dan diberikan melalui injeksi intramuscular atau melalui otot.

  • Sedasi basal

Bagi orang dewasa untuk dosis awal diberikan kurang dari 2.5 mg sebelum operasi, melalui injeksi intravena atau pembuluh darah. Namun, jika perlu ditambah maka dosis bisa ditambah 1 mg selama 2 menit. Dosis tidak boleh lebih dari 5 mg.

Sedangkan untuk lansia dan pasien yang lemah pada dosis awal diberikan 1-1.5 mg melalui injeksi intravena dan dosis tidak boleh lebih dari 3.5 mg.

Itulah beberapa cara penggunaan dan dosis yang dianjurkan dalam penggunaan sedacum. Namun perlu diingat bahwa pemberian dosis yang tepat harus sesuai dengan anjuran dokter dan kebutuhan pasien.

Efek samping sedacum

  • Lesu
  • Pusing
  • Gelisah
  • Gerakan tak sadar
  • Cadel
  • Thrombosis atau terbentuknya gumpalan darah
  • Tromboflebitis atau peradangan pada pembuluh darah di area injeksi

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  • Tidak boleh mengonsumsi sedacum ketika mengemudi atau sedang menjalankan mesin karena bisa berbahayakan terhadap diri sendiri dan juga orang lain. Hal tersebut dikarenakan sedacum digunakan untuk menghentikan kerja sistem saraf ketika memberikan sinyal rasa sakit dan membuat rileks.
  • Tidak boleh berhenti menggunakan sedacum dan melebihi dosis yang telah diberikan oleh dokter karena akan menyebabkan efek yang berbahaya bagi tubuh, sehingga dalam pemakaiannya harus sesuai dengan anjuran dokter.
  • Jika lupa menggunakan sedacum sesuai dengan jadwalnya, maka waktu yang terlewat masih mendekati jadwal segeralah minum. Namun jika sudah lama maka dosis tersebut lewati saja dan jangan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya. Gunakan lah pengingat untuk mengonsumsi sedacum agar tidak terlewat.
  • Tidak boleh membuang sedacum ke tempat penampungan air, toilet atau saluran air. Selain itu pun tidak boleh membuang sedacum semabarangan karena untuk menghindari penyalahgunaan obat.
  • Simpanlah sedacum pada tempat yang tertutup pada suhu 15-30 derajat celcius. jangan menyimpan sedacum di bawah sinar matahari dan jauhkan dari anak-anak dan hewan.
  • Sedacum merupakan obat yang termasuk ke dalam kategori D. Bagi ibu hamil yang menggunakan sedacum bisa mempengaruhi kehamilannya namun jika sangat diharuskan karena beberapa faktor tertentu maka sedacum bisa untuk digunakan sesuai dengan anjuran dokter.
  • Bagi ibu menyusui sedacum mengandung midazolam. Dimana midazolam diekskresikan ke dalam ASI. Sehingga bayi yang sedang menyusui berpotensi mengalami kantuk, lesu dan mengisap yang buruk.

Kesimpulan

Sedacum merupakan salah satu jenis obat bius yang sering digunakan untuk anestesi pra medikasi, induksi dan juga anestesi lokal. Selain itu pun bisa juga digunakan untuk sedasi basal. Cara kerja nya adalah dengan mengurangi dan menghentikan sinyal rasa sakit ke otak.

Sehingga ketika menggunakan sedacum akan mengurangi rasa sakit dan juga meningkatkan rasa nyaman dan rileks yang akan mengurangi rasa tegang ketika akan melakukan pembedahan atau operasi.

Dalam penggunannya harus disesuaikan dengan resep dan anjuran dokter. Karena penjualan sedacum pun tidak dijual secara bebas, harus sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter. Efek samping nya pun bermaca-macam seperti pusing, lesu dan lain sebagainya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk penggunaan sedacum. Seperti bagaimana penggunaannya, dosisnya, dan siapa yang menggunakannya. Tidak boleh menggunakan sedacum secara mandiri karena bisa membahayakan tubuh.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top