Bagi banyak orang, mengalami sexual and gender disorder bisa menjadi hal yang merepotkan. Belum lagi harus berurusan dengan disforia gender, gangguan identitas gender, atau masalah terkait lainnya, memahami diagnosis gangguan ini dapat membingungkan bagi kebanyakan orang.
Dalam artikel ini, akan memberikan panduan untuk mencari tahu dan mengelola masalah ini dengan cara yang sesuai untuk Anda. Selain itu, juga akan membahas jenis gangguan seksual dan juga penyebabnya.
Di mana pun Anda berada dalam fase atau penyembuhan seputar masalah terkait gender atau seksualitas, panduan ini sangat cocok untuk Anda. Jadi, mulailah membaca artikel ini dari awal hingga selesai.
Apa yang Dimaksud dengan Sexual and Gender Disorder ?
Dalam hal memahami dan menavigasi gangguan seksual dan gender, anda perlu mengetahui dasar-dasarnya terlebih dahulu. Sexual and gender disorder adalah istilah umum untuk berbagai masalah kesehatan mental yang melibatkan kesulitan dalam mengenali, memahami, dan mengekspresikan identitas gender seseorang atau menyesuaikan diri dengan peran gender tradisional.
Hal ini dapat berkisar dari perasaan terputus dari orang-orang dengan jenis kelamin yang sama dengan Anda hingga kesulitan dalam pengaturan emosi dan hubungan interpersonal.
Penting untuk diingat bahwa semua jenis masalah terkait gender atau seksualitas tidak selalu mengindikasikan adanya gangguan; namun, adanya tekanan yang signifikanlah yang dapat mengindikasikan adanya gangguan.
Jenis-jenis Sexual and Gender Disorder
Ketika berbicara tentang gangguan seksual dan gender, memahami jenis-jenisnya juga bisa menjadi sangat penting. Ada beberapa jenis gangguan seksual dan gender yang harus Anda ketahui, yaitu:
1. Disforia Gender
Disforia gender adalah kondisi di mana seseorang mengalami tekanan karena ketidaksesuaian antara jenis kelamin lahir dan identitas gender yang ditetapkan. Timbul perasaan gelisah atau tidak nyaman karena ketidaksesuaian antara jenis kelamin yang ditetapkan sejak lahir dan perasaan tentang identitas gender.
2. Disfungsi Seksual
Gangguan ini mencakup masalah apa pun yang berkaitan dengan gairah atau aktivitas seksual, seperti disfungsi ereksi atau anorgasmia.
3. Paraphilias
Paraphilias adalah kondisi hasrat, fantasi, atau perilaku seksual yang berulang dan intens yang berfokus pada objek, aktivitas, atau orang yang tidak biasa. Dimana intens yang dianggap tidak biasa atau ekstrem menurut standar budaya, agama, atau sosial. Contohnya termasuk eksibisionisme dan voyeurisme.
4. Gangguan Identitas Gender
Gangguan identitas gender adalah keinginan yang terus-menerus untuk mengubah peran gender seseorang dari apa yang ditetapkan saat lahir. Hal ini juga dikenal sebagai transeksualisme.
Gangguan Orientasi Seksual: Gangguan dimana seseorang mengalami tekanan yang terus-menerus mengenai orientasi seksualnya.
Perlu dipahami bahwa kondisi-kondisi ini bukan hanya tentang seks. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda dengan cara-cara seperti kesehatan mental, hubungan, dan bahkan kemampuan untuk melakukan aktivitas tertentu. Mencari bantuan dari seorang profesional dapat membantu Anda mempelajari lebih lanjut tentang gangguan ini dan cara mengelolanya dalam kehidupan sehari-hari.
Penyebab Gangguan Sexual and Gender Disorder
Gangguan seksual dan gender tidak selalu memiliki penyebab yang jelas, tetapi ada bukti bahwa faktor biologis, psikologis, dan lingkungan tertentu dapat berkontribusi pada perkembangannya.
1. Faktor Biologis
Penelitian telah menunjukkan bahwa mungkin ada komponen genetik pada beberapa kelainan seksual dan gender. Sebagai contoh, orang yang memiliki riwayat keluarga transgender lebih mungkin untuk menjadi transgender. Selain itu, beberapa hormon, seperti testosteron, mungkin berperan dalam perkembangan disforia gender.
2. Faktor Psikologis
Ada juga kemungkinan bahwa faktor psikologis tertentu dapat berkontribusi terhadap perkembangan suatu gangguan. Sebagai contoh, individu dengan citra tubuh yang buruk atau pengalaman trauma mungkin lebih mungkin untuk mengembangkan hubungan yang tidak sehat dengan identitas seksual atau ekspresi gender mereka.
3. Faktor Lingkungan
Terakhir, faktor lingkungan juga dapat memainkan peran penting dalam perkembangan gangguan seksual dan gender. Mengalami diskriminasi atau stigma karena orientasi seksual atau identitas gender seseorang dapat menyebabkan kesulitan untuk menerima diri sendiri atau menimbulkan perasaan malu akan seksualitas atau ekspresi gendernya.
Selain itu, kurangnya dukungan dari teman sebaya, anggota keluarga, dan masyarakat dapat berkontribusi pada kesulitan dalam penerimaan diri dan dapat mengarah pada perkembangan kelainan seksual dan gender.
Cara Mengatasi Sexual and Gender Disorder
Apa pun jenis gangguan seksual atau gender yang Anda alami, penting untuk menemukan cara mengatasi gejalanya. Untuk membantu Anda melakukannya, berikut ini adalah beberapa strategi penanganan yang dapat bermanfaat.
1. Mulai Ikuti Terapi
Terapi sering kali merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi segala jenis gangguan, dan dapat memberi alat dan keterampilan yang diperlukan untuk lebih memahami situasi yang dialami dan membuat keputusan yang tepat. Saat mencari terapis, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
- Pastikan terapis tersebut berspesialisasi dalam gangguan seksual dan gender serta memiliki pemahaman tentang semua perawatan yang tersedia saat ini.
- Ajukan pertanyaan tentang filosofi mereka tentang pengobatan, serta pertanyaan lain yang mungkin Anda miliki.
- Pastikan mereka merasa nyaman untuk membicarakan topik-topik yang berhubungan dengan seks dan gender secara terbuka dan jujur.
2. Cari Dukungan
Menemukan seseorang yang memahami situasi Anda dapat menjadi sumber kenyamanan dan kelegaan saat menghadapi gangguan seksual atau gender. Baik itu teman atau anggota keluarga, atau bahkan kelompok dukungan online bagi mereka yang menderita masalah serupa, memiliki sistem pendukung penting untuk menjaga kesehatan mental saat menghadapi masalah tersebut.
3. Mengatasi Masalah yang Mendasari
Terkadang akan sangat membantu jika kita melihat masalah mendasar yang mungkin berkontribusi pada gangguan yang Anda alami. Misalnya, jika depresi berperan di sini, maka mengatasi masalah tersebut terlebih dahulu dapat membantu menurunkan intensitas gejala gangguan seksual atau gender. Mencari tahu apa yang menyebabkan masalah dapat membuat perbedaan besar dalam menemukan rencana perawatan yang efektif.
Penutup
Jika Anda sedang menghadapi sexual and gender disorder, ketahuilah bahwa hal tersebut bisa dihilangkan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, ada juga bantuan dari para profesional berpengetahuan luas yang dapat membantu memandu Anda untuk memahami dan mengelola kondisi tersebut.
Penting juga untuk diingat bahwa menjadi bagian dari komunitas LGBT bukan berarti Anda memiliki kelainan bawaan. Melainkan, kelainan adalah kondisi yang dapat didiagnosis yang dapat menyebabkan berbagai perjuangan bagi individu. Sangatlah penting untuk segera mencari perawatan dan dukungan untuk mengatasi masalah ini dan menjalani kehidupan yang layak Anda dapatkan kembali.
Publikasi: Ashefa Griya Pusaka






