Cara Pencegahan Penularan HIV/AIDS yang Paling Efektif Lebih Intensif - Ashefa Griya Pusaka

Cara Pencegahan Penularan HIV/AIDS yang Paling Efektif Lebih Intensif

Cara Pencegahan Penularan HIV AIDS yang Paling Efektif Lebih Intensif
Share on:

Cara Pencegahan Penularan HIV/AIDS yang Paling Efektif Lebih Intensif, mencegah lebih baik daripada mengobati. Virus ini sangat berbahaya dan bisa menular, oleh karena itu edukasi dini sangat penting untuk menghentikan penyebarannya. Berikut ini tips cara mencegah penyakit hiv.

Cara Pencegahan Penularan HIV/AIDS yang Paling Efektif Lebih Intensif
Cara Pencegahan Penularan HIV/AIDS yang Paling Efektif Lebih Intensif

Permasalahan penularan HIV/AIDS bukan menjadi salah satu masalah nasional, akan tetapi sudah masuk dalam permasalahan internasional dengan jumlah yang terinfeksi bertambah ditiap tahunnya. Mirisnya lagi orang yang terinfeksi virus HIV tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak juga. HIV yaitu penyakit menular seksual yang bisa terjadi pada siapapun.

Apa itu HIV AIDS

Apa itu HIV ? Sebenarnya ini adalah virus yang bisa merusak sistem kekebalan tubuh manusia dan menghancurkan sel CD4. Virus ini sangat berbahaya karena melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga fungsi melawan infeksi dan virus menjadi semakin menurun.

Penyebaran virus ini biasanya dilakukan melalui kontak darah dengan orang yang sudah terinfeksi sebelumnya, cairan vagina, air mani. Dalam beberapa minggu setelah Anda terinfeksi, maka akan mengalami demam, sakit tenggorokan dan gejala seperti kelelahan.

Virus ini terus berkembang hingga menjadi AIDS, gejala dari AIDS sendiri bisa dilihat dari penurunan berat badan, demam, berkeringat, mudah lelah, infeksi berulang.

Sampai saat ini untuk AIDS sendiri belum ada obatnya, tetapi kamu bisa mengonsumsi anti-retroviral untuk mencegah atau memperlambat semakin parahnya virus ini di tubuh Anda.

Cara Pencegahan Penularan HIV AIDS

Pencegahan HIV/AIDS merupakan hal yang penting dilakukan sejak dini. Metode ini bertuy untuk mengetahui bahaya samlay menginsuny obat PrEP. Biasanya dokter akan memberikan obat antiretroviral tenofovir. Perlu diketahui sampai sekarang upaya pencegahan penyebaran HIV menjadi salah satu perbincangan kesehatan utama di seluruh dunia. Oleh karena itu penting sekali cara pencegahan penularan HIV/AIDS yang efektif lebih insentif.

HIV/AIDS masih bisa di cegah jika kita paham mengenai fakta yang benar mengenai hal tersebut. Pencegahan HIV AIDS sangat perlu, karena penyakit ini masih belum ada obatnya. Memahami cara pencegahan HIV AIDS adalah salah satu tindakannya.  

Upaya yang dilakukan untuk mencegah penularan HIV dan AIDS tidak hanya untuk diri sendiri melainkan orang lain juga. Mencegah infeksi virus ini sekaligus melindungi keluarga dan membantu menekan resiko berkembangnya  virus HIV/AIDS di lingkungan.

  • Waspada pada Jalur Penularan

Pencegahan HIV AIDS yang paling pertama dilakukan yaitu dengan mengetahui cara penularan HIV. Nah sekarang ini masih banyak mitos dan pemanahan tentang penyebaran virus HIV.  Hal paling umum yang terjadi penularan HIV adalah dengan hubungan seks oral, atau tanpa pengaman. Tapi, ada juga hal lainnya yang tidak pernah diduga sebelumnya. 

HIV bisa ditularkan lewat hubungan darah dengan darah, atau hubungan langsung antara selaput lendir atau luka yang terbuka pada cairan tubuh. Misalnya, ASI, air mani, darah dan lainnya. Jadi penularan HIV terjadi karena adanya pertukaran cairan tubuh antara orang yang sakit HIV dengan yang sehat.

  • Menghindari Kontak Langsung dengan Cairan yang Terinfeksi

Mengindari penularan melalui cairan adalah langkah pencegahan HIV yang bisa dilakukan. Upaya yang dilakukan mencegah penularan HIV AIDS, alangkah baiknya untuk menghindari kontak  cairan seperti sperma dan cairan pra-ejakulasi, lendir rektal, ASI dan lainnya. Tetapi, kamu tidak tahu siapa yang mengidap HIV.  Selain itu ada beberapa orang yang tidak tahu, apabila dirinya terkena HIV. Maka dari itu lebih baik menghindari menyentuh cairan tubuh milik orang lain.

  • Menggunakan Pre-Exposure Prophylaxis

Menggunakan Pre-Exposure Prophylaxis untuk mencegah HIV yang tak sengaja. Obat ini merupakan kombinasi dari dua obat HIV yakni Tenofovir dan Emtricitabine (Truvada). Di lansir dari Centers for Disease Control and Prevention, menggunakan obat tersebut, cara yang bisa digunakan untuk mencegah HIV/AIDS yang efektif. Obatnya juga di pakai berdasarkan resep dari dokter bagi yang berisiko terkana infeksi HIV. Seperti pasangannya yang terkena infeksi HIV/AIDS.

Oabat yang satu ini akan melindungi kamu secara maksimal dari penularan HIV melalui seks dan pemakaian jarum suntik setelah 20 hari di pakai.

  • Mewaspadai Gejala Pencegahan HIV/AIDS

Selanjutnya dalam mencegah tertular virus HIV yaitu mencari tau gejala HIV maupun tanda-tanda penyakit. HIV dan AIDS adalah kondisi rambut sjt berbeda. HIV yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan pada AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV kronis. Berikut ini perbedaan gejala HIV dan AIDS.

Gejala pada HIV seperti demam, badan lemas, sakit tenggorokan, badan pegal-pegal, mulut sariawan, ruam merah pada kulit namun tidak gatal, kelenjar getah bening bengkak, diare, berkeringat di malam hari.

Sedangkan pada gejala AIDS yaitu mudah memar, berat badan turun drastis, sering sakit kepala, batuk kering kronis, pendarahan mulut, hidung, anus, kebas dan lainnya.

Jika kamu merasakan tidak enak badan dan muncul gejala seperti di atas maka jangan ragu untuk memeriksakan pada dokter. Semakin cepat tau terinfeksi atau tidak, maka akan semakin baik. Cara ini salah satu pencegahan HIV dan AIDS yang efektif.

  • Berhubungan menggunakan pengaman

Menggunakan pengaman dengan benar dan konsisten  saat berhubungan adalah cara efektif dalam pencegahan HIV AIDS. Memakai pengaman bisa mengurangi resiko terinfeksi HIV. Pengaman ini salah satu alat yang bisa digunakan untuk pencegahan HIV. Untuk memakai pengaman gunakanlah sesuai dengan ukuran. Jangan memilih pengaman yang besar karena bisa lepas saat penetrasi. Sedangkan pada pengaman yang sempit atau kecil bisa merusak dan robek, sehingga kemungkinan cairan akan masuk kedalam.

Selain itu pengaman dipakai saat melakukan seks oral atau anal. Karena virus HIV bisa ditularkan sebelum ejakulasi. Kemudian, jika kamu tidak tau pasangan bebas HIV atau tidak sebaiknya gunakan pengaman yang baru saat beralih posisi. Jadi menggunakan pengaman tidak boleh di pakai berulang kali.

  • Saling Terbuka dengan Pasangan

Saling terbuka dengan pasangan untuk pencegahan penularan HIV juga sangat penting dilaksanakan. Sebaiknya terbuka mengenai kesehatan sebelum melakukan hubungan. Demi kesehatan pahami seluk-beluknya, sehingga membantu dalam pencegahan penyebaran HIV dan AIDS. Kamu juga bisa melakukan tindakan selanjutnya untuk mengajak pasangan dalam tes HIV. Bertujuan memastikan kalian terinfeksi atau tidak. Tes ini dilakukan supaya tau status HIV seseorang. Selain itu bisa juga untuk mendeteksi infeksi yang sebelumnya tidak diketahui.

  • Jangan Berbagi Jarum Suntik

Penyalahgunaan NAPZA juga bisa jadi faktor virus hiv tumbuh, jarum suntik yang digunakan secara bergantian akan sangat berbahaya.

Penggunaan obat Intravena dan berbagi jarum atau alat suntik ada kemungkinan terinfeksi HIV. Jika jarum yang digunakan tidak steril, menjadi salah satu media penularan HIV dari penderita pada tubuh yang sehat. Kemudian buat kamu yang mau mentato, dalam pencegahan HIV bisa dilakukan dengan cara memastikan jika studio tato memakai peralatan dan body piercing steril. Begitu pun pada petugas kesehatan yang keseharian memakai jarum suny dan terpapar darah. Sebab, jika tak sengaja terkena suntikan bekas pasien HIV atau terkena darah pasien HIV pada bagian luka maka bisa terinfeksi virus HIV.

  • Konsultasi Pada Dokter jika Hamil

HIV/AIDS sering sekali tidak ada gejala yang berarti. Bagi wanita hamil terinfeksi HIV tidak menyadarinya. Padahal sakit ini bisa dituruny dari ibu ke anak semasa kehamilan, persalinan atau menyusui. Jika kurang waspa maka tindakan pencegahan akan terlambat. Menurut The American College of Obstetricians and , wanita hamil yang menderu HIV memepunyay peluang 1 banding 4 untuk menularkan viry HIV pads bayinya. Oleh sebab itu, dokter menyarankan untuk melakukan tes darah sebagai pemeriksaan kandungan sekaligus pencegahan HIV/AIDS. Sehingga anak bisa terhindar day infeksi HIV.

Nah itulah beberapa cara pencegahan penularan HIV/AIDS yang efektif untuk dilakukan. Yuk terapkan cara untuk menghindari infeksi HIV/AIDS yang sudah di jelaskan di atas.

Butuh konsultasi penyalahgunaan narkoba gratis? Hubungi Ashefa Griya Pusaka untuk mendapatkan program rehabilitasi narkoba yang baik dan tepat.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top