Psikotropika: Definisi, Jenis, dan Bahaya Penyalahgunaan - Ashefa Griya Pusaka

Psikotropika: Definisi, Jenis, dan Bahaya Penyalahgunaan

psikotropika
Share on:

Psikotropika adalah zat atau obat-obatan yang bisa merubah fungsi otak dan merangsang susunan syaraf pusat, sehingga menimbulkan efek pada suasana hati, kesadaran, persepsi, emosi dan tingkah laku seseorang.

Psikotropika seringkali disalahgunakan oleh banyak orang. Padahal, obat-obatan psikotropika dapat menyembuhkan berbagai gangguan mental saat Anda pakai pada kondisi yang tepat. 

Penggunaan psikotropika harus sesuai dengan resep dan dosis dari dokter. Pasalnya, ada beberapa dampak psikotropika yang cukup berbahaya termasuk memberikan ketenangan, menghilangkan kecemasan yang berlebihan dan halusinasi.  

Zat aktif ini memang bukan termasuk dalam jenis narkoba. Namun, overdosis psikotropika juga dapat menyebabkan adiksi yang mungkin saja berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang. 

Untuk mengetahui perihal psikotropika secara lanjut, Anda dapat terus menyimak artikel ini. 

Apa itu Psikotropika? 

Psikotropika: Definisi, Jenis, dan Bahaya Penyalahgunaan

Pengertian Psikotropika merupakan pengobatan untuk orang-orang yang menderita gangguan mental. Obat ini bekerja dengan cara melakukan penyesuaian fungsi otak dengan mengontrol jumlah neurotransmitter pada otak. 

Pada banyak kasus gangguan kesehatan mental, peningkatan atau penurunan neurotransmitter tentu saja dapat menanggulangi dampak kondisi kesehatan ini. 

Namun, penggunaan psikotropika sendiri seringkali mengalami penyalahgunaan yang menyebabkan korban. 

Golongan Psikotropika 

Psikotropika: Definisi, Jenis, dan Bahaya Penyalahgunaan

Psikotropika terbagi menjadi 4 golongan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah Anda mengenali jenis psikotropika yang berbahaya dan mudah menyebabkan risiko penyalahgunaan atau kecanduan. 

Perlu Anda ingat, konsumsi psikotropika harus sesuai dengan resep dokter. Dosisnya pun tidak boleh berlebihan sehingga Anda bisa terhindar dari overdosis psikotropika. 

1. Psikotropika Golongan 1

Psikotropika jenis ini punya potensi penyalahgunaan dengan risiko tinggi. Beberapa di antaranya juga masuk ke dalam daftar obat terlarang sehingga menyalahgunakan psikotropika golongan 1 dapat membuat Anda terkena sanksi secara hukum. 

Psikotropika golongan 1 biasanya tidak memiliki kegunaan secara medis. Beberapa contohnya antara lain:

  1. Ekstasi
  2. LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
  3. DOM (domperidone)

Penyalahgunaan psikotropika golongan 1 dapat mengubah mood serta mengakibatkan halusinasi kepada korban penyalahgunaan. Selain itu, zat golongan ini juga memiliki risiko kematian jika dosisnya berlebihan. 

2. Psikotropika Golongan 2

Psikotropika yang termasuk pada golongan 2 tetap dapat menyebabkan ketergantungan meskipun risikonya tidak setinggi golongan 1. 

Beberapa psikotropika golongan 2 sering memberikan manfaat tersendiri bagi berbagai kondisi penyakit serta gangguan mental. 

Kendati demikian, penggunaan obat-obatan ini tetap harus sesuai dengan saran dan resep dari dokter. Beberapa contoh psikotropika golongan 2 antara lain:

  1. Amfetamin
  2. Metamfetamin
  3. Fenetilin

3. Psikotropika Golongan 3

Penggunaan psikotropika golongan 3 secara berlebihan dapat mengganggu fungsi otak sehingga kinerja tubuh dapat berkurang secara drastis. 

Obat jenis ini memang menyebabkan penggunanya tertidur pulas sehingga sedikit penyalahgunaan saja dapat mengakibatkan kematian. 

Beberapa zat yang termasuk pada psikotropika golongan 3 adalah:

  1. Brupronorfina
  2. Mogadon
  3. Amobarbital

4. Psikotropika Golongan 4 

Kendati memiliki risiko penyalahgunaan yang cukup ringan, pemakaian psikotropika golongan 4 tetap harus mendapatkan pengawasan dari dokter. Terlebih lagi, obat-obatan ini tetap punya dampak psikotropika yang sama dengan golongan lainnya. 

Beberapa contoh psikotropika golongan 4 antara lain:

  1. Diazepam
  2. Lexotan
  3. Sedativa
  4. Hipnotika

Bahaya Penyalahgunaan Psikotropika 

Psikotropika: Definisi, Jenis, dan Bahaya Penyalahgunaan

Ketika terjadi penyalahgunaan, psikotropika malah memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan psikotropika harus berada dalam pengawasan dokter sehingga Anda terhindar dari berbagai permasalahan berikut: 

1. Membuat Badan Terasa Lemah 

Psikotropika dapat berfungsi sebagai stimulan yang meningkatkan kinerja tubuh Anda. Namun, saat efek psikotropika hilang, badan terasa lebih lemah. Hasilnya, inilah yang menyebabkan korban penyalahguna merasa harus mengkonsumsi psikotropika. 

2. Membuat Halusinasi 

Halusinasi adalah salah satu dampak psikotropika yang tidak dapat Anda hindari. Terlebih lagi, perubahan persepsi ini biasanya terjadi ketika Anda mengkonsumsi psikotropika jenis tertentu seperti ganja. 

3. Bekerja Sebagai Antidepresan 

Penggunaan psikotropika dapat menurunkan kerja sistem saraf pusat. Kendati treatment psikotropika dapat mengobati kondisi depresi, penyalahgunaannya dapat berakibat fatal. 

Legalitas Psikotropika 

Psikotropika: Definisi, Jenis, dan Bahaya Penyalahgunaan

Anda tidak bisa menyamakan psikotropika dengan narkotika. Di Indonesia, persoalan psikotropika sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Thn 1997 pasal 1 angka 1 tentang psikotropika. 

Undang-undang ini menyatakan bahwa psikotropika adalah obat atau zat yang memiliki sifat buatan atau alamiah dan bukan narkotika. 

Psikotropika memberikan efek psikoaktif yang dapat mengakibatkan penggunanya mengalami perubahan perilaku serta aktivitas mental. 

Kendati demikian, melalui UU No 35 Thn 2009, pemerintah telah menetapkan beberapa jenis psikotropika yang termasuk pada golongan 1 dan 2 menjadi narkotika golongan satu. 

Ingin mendapat tempat rehabilitasi narkoba premium? fasilitas bintang 5 bisa kamu dapatkan di Ashefa Griya Pusaka.

Cara Menanggulangi Korban Penyalahguna Psikotropika 

Psikotropika: Definisi, Jenis, dan Bahaya Penyalahgunaan

Korban penyalahguna materi psikotropika memiliki risiko yang sama dengan penyalahguna obat-obatan terlarang. Oleh karena itu, korban juga membutuhkan treatment khusus demi menghilangkan sifat adiksi dari berbagai jenis psikotropika yang telah mereka konsumsi. 

Ashefa Griya Pusaka menggunakan 12 langkah Narcotics Anonymous untuk membantu korban penyalahguna psikotropika pulih dari sifat adiksi psikotropika.  Anda tidak perlu khawatir mengenai biaya rehabilitasi narkoba, apa yang diperlukan akan kita sesuaikan dengan kebutuhan korban penyalahgunaan.

Mari kita tengok bersama program 12 langkah Narcotics Anonymous yang menjadi keunggulan Pusat Rehabilitasi Ashefa Griya Pusaka

12 langkah Narcotics Anonymous

  • Pengakuan – Kami mengakui bahwa kami tidak berdaya menghadapi kecanduan dan hidup kami menjadi sulit terkendali karenanya. 
  • Keyakinan – Kami yakin bahwa ada kekuatan lebih besar yang mampu membawa kami kembali pada kewarasan. 
  • Keputusan – Kami telah membuat keputusan untuk kembali kepada jalan yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. 
  • Pencarian – Kami mencari dan membangun moral diri kami sendiri. 
  • Menyadari Kesalahan – Kami membuat pengakuan kepada Tuhan, kepada diri kami sendiri, dan kepada orang lain bahwa kami telah membuat kesalahan. 
  • Kesiapan – Kami siap membiarkan Tuhan mengatasi kelemahan pada karakter kami. 
  • Permintaan – Kami dengan tulis meminta kepada Tuhan untuk mengatasi kekurangan kami. 
  • Penebusan – Kami membuat daftar nama-nama orang yang telah kami sakiti dan bersedia untuk menebus kesalahan kami kepada mereka semua. 
  • Batasan – Kami bersedia untuk menebus kesalahan secara langsung kecuali jika melakukannya dapat menyakiti orang-orang lain. 
  • Mencatat – Kami akan mencatat perkembangan pribadi kami dan jika kami membuat kesalahan lanjutan, kami akan mengakuinya. 
  • Berdoa – Kami akan berdoa dan melakukan meditasi untuk meningkatkan kesadaran hubungan kami dengan Tuhan. Kami berdoa karena mengetahui bahwa Tuhan memiliki kehendak dan kekuatan untuk melaksanakan perubahan. 
  • Kebangkitan Spiritual – Setelah mengalami kebangkitan spiritual dari langkah-langkah ini, kami akan mencoba membawa pesan kepada korban penyalahguna lain dan mempraktikkan prinsip ini ke dalam kehidupan kami. 

12 langkah Narcotics Anonymous inilah yang Ashefa Griya Pusaka gunakan sebagai pedoman untuk menanggulangi korban penyalahguna psikotropika dan membawa mereka kembali kepada kehidupan yang sehat tanpa gangguan. 

Kesimpulan 

Kendati memberikan efek baik terhadap pasien yang memiliki kondisi gangguan mental, berbagai jenis psikotropika juga dapat memberi pengaruh negatif ketika terjadi penyalahgunaan. 

Oleh karena itu, Anda harus selalu berada dalam pengawasan dokter ketika terpaksa mengkonsumsi zat ini. Pastikan untuk selalu mematuhi resep dokter dan tidak menambah dosis psikotropika di luar saran mereka. 

Kenali jenis-jenis psikotropika dan bahayanya bagi tubuh Anda. Jangan sampai Anda menyalahgunakan psikotropika karena obat-obatan ini memiliki risiko yang fatal bagi kesehatan. Pusat rehabilitasi narkoba Ashefa Griya Pusaka menyediakan program 12 langkah Narcotics Anonymous untuk menanggulangi korban penyalahguna psikotropika. Segera hubungi kami, jika Anda membutuhkan bantuan!

Infomasi dan konsultasi gratis hubungi hot line Ashefa Griya Pusaka

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top