Efek Samping Mengonsumsi Narkoba Pada Kondisi Emosional - Ashefa Griya Pusaka

Efek Samping Mengonsumsi Narkoba Pada Kondisi Emosional

Efek Samping Mengonsumsi Narkoba Pada Kondisi Emosional
Share on:

Efek samping mengonsumsi narkoba pada kondisi emosional, simak selengkapnya pada penjelasan ini agar kamu bisa lebih paham!

Emosi yaitu perasaan psikologis dan mental seseorang yang muncul akibat adanya pengaruh kondisi dari luar maupun dalam, bersamaan dengan ekspresi dalam tingkah laku.

Efek Samping Mengonsumsi Narkoba Pada Kondisi Emosional
Efek Samping Mengonsumsi Narkoba Pada Kondisi Emosional

Apa itu Emosional?

Emosi yaitu perasaan psikologis dan mental seseorang yang muncul akibat adanya pengaruh kondisi dari luar maupun dalam, bersamaan dengan ekspresi dalam tingkah laku. Sementara itu emosional yaitu berkaitan dengan timbulnya emosi yang di luar kendali. Perbedaannya terletak pada emosi lebih mengarah ke perasaan, sedangkan emosional lebih mengarah pada karakteristik, ekspresi dari emosi.

Apa Kaitannya Emosional dengan Narkoba?

Seseorang mengonsumsi narkoba secara berlebihan dan berkepanjangan akan menimbulkan rasa kecanduan. Kecanduan ini menimbulkan efek samping salah satunya sulit mengendalikan Emosi. Dari emosi ini seseorang akan lebih emosional, sehingga melampiaskan dengan marah besar. Parahnya lagi saat korban penyalahguna narkoba emosional bisa melakukan tindakan kekerasan seperti memukul, menendang, meninju.

Dilansir dari badan Penanggulangan NAPZA, pengguna narkoba sering sekali meluapkan perasaan emosional seperti mengabaikan orang yang dicintai dalam waktu lama tanpa alasan yang jelas. Beberapa orang merasa bingung dengan tingkah laku korban penyalahguna narkoba yang marah-marah. Di balik tingkah laku marah-marah ternyata pengguna narkoba memiliki alasan tersendiri yaitu  seseorang yang mengalami kecanduan narkoba merasa sulit untuk mengekspresikan emosi kemarahan dengan cara yang positif atau sehat, korban penyalahguna narkoba tidak menyadari bertingkah tidak sehat dalam mengekspresikan kemarahan, saat menghadapi masalah korban penyalahguna menyalahkan orang lain dibandingkan pada dirinya sendiri.

Perubahan Karakteristik Pengguna Narkoba

Menurut dokter spesialis kesehatan kecanduan narkoba, mendiagnosis jika terjadi kecanduan narkoba  bisa dilihat dari beberapa gejala seperti fisik, emosional, psikologis, dan prilaku. Kecanduan narkoba bisa mengubah persepsi, emosional, pemikiran tidak jernih, dan harga dirinya rendah.

Efek Samping Mengonsumsi Narkoba Pada Kondisi Emosional
Efek Samping Mengonsumsi Narkoba Pada Kondisi Emosional

Baca juga :
Gejala Fisik dan Psikis Pengguna Ekstasi
Ciri Psikis Korban Kecanduan Ganja, Simak Pembahasan Lengkapnya Disini!

Dilansir dari Altamira Recovery ada perubahan karakteristik pengguna narkoba seperti pada psikologis dan emosional. Berikut ini karakteristik kondisi emosional dan psikologis korban penyalahguna narkoba:

  • Rasa senang yang hilang

Obat-obatan terlarang bisa mengakibatkan emosi seseorang  tidak terkendalikan bahkan hanya menyisakan sedikit ruang untuk merasa senang.

  • Mood sering berubah

Tidak seimbangnya kimiawi yang ada pada tubuh, membuat pengguna narkoba bisa mengalami rasa cemas, depresi, cepat marah, paranoid dan permusuhan yang bisa datang kapan saja

  • Rasionalisasi dan penolakan

Penyalahguna narkoba cinderung mempunyai pemikiran yang tidak logis dan terus menyangkal untuk melindungi diri dari kebenaran.

  • Gejala penyakit mental

Penyalahguna narkoba juga berisiko mengalami gangguan mental. Gangguan mental ini terjadi jika pengguna narkoba saat di persulit dengan Ketergantungan zat. Gangguan mentsl pada pengguna narkoba tidak hnya depresi dan stress tetapi ada resiko yang lebih parah. Misalnya gangguan afektif yaitu merasa sering murung, sedih , tertawa, cemas banyak optimis, paranoid, dan lainnya.

  • Implusif

Korban penyalahguna narkoba lama kelamaan akan kehilangan kemampuan dalam menilai sesuatu hal. Pengguna lebih sering membuat keputusan yang terburu-buru, hal tersebut bisa terlihat jelas di luar karakter yang sebenarnya.

  • Merasa bersalah dan malu

Seseorang yang mengalami kecanduan akan kurang percaya diri karena tidak bisa lepas mengonsumsi narkoba dan merasa bersalah jika menyakiti orang yang dicintainya karena prilaku yang menyimpangnya.

  • Halusinasi dan delusi

Korban penyalahguna narkoba akan merasakan kehilangan dunia nyatanya. Jarang berinteraksi dengan orang yang ada disekitarnya. Jika sudah begitu, sangat dibutuhkan rehabilitasi untuk mengatasi masalah seperti ini.

Dampak Mengonsumsi Narkoba Bagi Kondisi Emosional

Sudah dijelaskan sebelumnya jika emosi yaitu perasaan psikologis dan mental seseorang yang muncul akibat adanya pengaruh kondisi dari luar maupun dalam, bersamaan dengan ekspresi dalam tingkah laku. Sementara itu emosional yaitu berkaitan dengan timbulnya emosi yang di luar kendali.

Emosi terbagi menjadi dua jenis yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif muncul ketika seseorang merasa bahagia, penuh cinta, sayang, bersyukur dan lainnya. Sedangkan emosi negatif terjadi jika seseorang merasakan kecewa, sedih, takut, kesepian dan lainnya. Di kehidupan proses perkembangan tak sekedar mengekspresikan emosi, melainkan bagaimana caranya untuk mengendalikan emosi. Oleh karena itu sangat penting seseorang untuk mengendalikan emosi agar tidak menjadi emosional.

Apa dampak penggunaan narkoba terhadap kondisi emosionalnya? Sudah kita ketahui jika dampak buruk narkoba bisa mempengaruhi perilaku manusia seperti emosi. Emosi negatif yang terjadi pada individu pengguna narkoba yakni menjadi pemurung, pemarah, cemas, paranoid, melakukan tindakan kriminal dan lainnya.

Kenapa bisa begitu? Karena zat yang ada pada narkoba bisa merusak syaraf-syaraf manusia sehingga menyebabkan sulit mengendalikan Emosinya. Perlu diwaspadai untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dilingkungan sekitar.

Kondisi Emosi Seseorang yang Berhenti Mengonsumsi Narkoba

Menurut dr. Muhammad Fadhil, penyalahgunaan narkoba bisa berakibat buruk untuk kesehatan. Setelah berhenti mengonsumsi narkoba bisa menyebabkan gejala Withdrawal atau putus obat, salah satunya emosi labil. Gejala Withdrawal pada setiap orang berbeda, tergantung pada lama mengonsumsinya. Gejala semakin parah jika di barengi dengan mengontrol obat atau zat lain misalnya alkohol.

Pada umumnya gejala gejala sakau berlangsung 10-30 hari. Puncaknya yang dirasakan setelah hari ke empat berhenti mengonsumsi narkoba. Setelah sebulan pengguna akan merasakan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Walaupun masih ada gejala yang dirasakan seperti depresi.

Selama masa berhenti mengonsumsi narkoba lebih baik pengguna berada dalam kontrol dokter atau tenaga kesehatan dan keluarga. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan.

Demikianlah informasi mengenai efek samping narkoba pada kondisi emosional seseorang. Jadi emosional itu lebih mengarah pada karakteristik, ekspresi dari emosi seseorang. Kondisi korban penyalahguna narkoba menjadi emosional di picu oleh beberapa hal yaitu tidak bisa mengendalikan diri untuk meluapkan emosi secara positif dan tidak sadar jika meluapkan emosi secara negatif.

Butuh penanganan rehabilitasi narkoba? Segera hubungi layanan hot line Ashefa Griya Pusaka

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top