Mengenal Tumbuhan Bernama Opium dan Efek Penggunaannya - Ashefa Griya Pusaka

Mengenal Tumbuhan Bernama Opium dan Efek Penggunaannya

Mengenal Tumbuhan Bernama Opium dan Efek Penggunaannya
Share on:

Mengenal tumbuhan bernama opium dan efek samping penggunaannya. Apa itu opium? Simak selengkapnya dalam artikel ini!

Mengenal-Tumbuhan-Bernama-Opium-dan-Efek-Penggunaannya
Mengenal-Tumbuhan-Bernama-Opium-dan-Efek-Penggunaannya

Pada gambar diatas itu bunga Opium, Anda mungkin jarang mendengar nama ini. Tumbuhan atau pohon bernama opium ini umumnya dibudidayakan di daerah pegunungan terutama kawasan subtropis. Tanaman tersebut dapat tumbuh dengan tinggi sekitar satu meter saja. Lantas, seperti apa efek penggunaannya? Cari tahu lebih lanjut.

Kenali Dahulu Tumbuhan Bernama Opium Lebih Jauh

Mengenal Tumbuhan Bernama Opium dan Efek Penggunaannya
Mengenal Tumbuhan Bernama Opium dan Efek Penggunaannya

Bunga opium adalah salah satu tanaman yang dapat menghasilkan getah sebagai bahan baku pembuatan narkotika. Tanaman semusim ini sendiri memiliki bunga dengan warna sangat cerah dan khas. Setiap satu tangkai tanamannya hanya terdiri dari satu kuntum bunga saja dengan warna mahkota berbeda-beda.

Seperti putih, ungu, dan merah cerah. Tentu saja, jika dilihat dari kejauhan tanaman yang dapat berbunga tersebut akan sangat terlihat indah. Selain itu, tanaman ini juga mampu menghasilkan buah dengan bentuk bulat seperti bola pimpong. Buah berwarna hijau tersebut adalah penghasil getahnya.

Pada zaman dahulu sendiri, ysl black opium digunakan dengan berbagai manfaat seperti sebagai obat-obatan. Hanya saja, seiring berjalannya waktu ada banyak orang ataupun oknum yang menyalahgunakannya. Padahal, jika tidak digunakan dengan tepat tentu akan sangat membahayakan.

Ciri Fisik Tumbuhan Opium secara Umum

Perlu Anda ketahui bahwa tanaman opium akan tubuh dengan daun bertepi gerigi. Setelah berbunga, tanaman tersebut hanya akan menghasilkan satu bunga saja. Yakni dengan warna kuntum bermahkota cerah dan sangat indah. Beberapa spesiesnya bahkan dijadikan sebagai tanaman hias.

Tidak hanya dapat berbunga saja, tanaman ini juga dapat berbuah. Apabila buah tersebut dilukai menggunakan pisau, maka akan mengeluarkan getah kental berwarna putih. Apabila getah sudah kering, maka akan berubah warnanya menjadi kecokelatan.

Tanaman ini sendiri memang terlihat sangat cantik. Hanya saja, ada banyak orang yang menyalahgunakannya. Ketika melihat pada zaman dahulu, maka opium lebih sering dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Beberapa orang juga memakainya untuk ritual acara keagamaan.

Ketahui Seperti Apa Opium Diproduksi

Setelah mengenal lebih jauh mengenai opium dan ciri-cirinya secara fisik, Anda mungkin masih penasaran bagaimana cara memproduksi. Perlu diketahui bahwa tanaman ini akan diambil getahnya yang ada pada bagian buah. Getah tersebut diambil kemudian dipasarkan sebagai opium mentah.

Selanjutnya, opium mentah ini dapat diproses secara sederhana sampai menjadi candu lalu siap untuk dikonsumsi. Tidak jarang juga getah dari tanaman tersebut diekstrak kembali kemudian dapat menghasilkan morfin. Ketika morfin tersebut diekstrak, maka akan menjadi heroin.

Kemudian, apabila limbah ekstraksi tersebut diolah kembali dapat menjadi narkotik dengan harga murah. Contohnya seperti sabu atau metamfetamina. Yakni salah satu jenis obat simpatomimetik dan psikostimulansia yang sebenarnya digunakan untuk obat penyakit tertentu.

Penggunaan Opium yang Perlu Anda Ketahui

Meski beberapa orang sering mendengar istilah opium, akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak seperti apa penggunaannya. Padahal, hal ini sangat penting untuk diketahui agar tidak menyalahgunakannya. Saat ini sendiri ada banyak penggunaan yang kerap dilakukan oleh beberapa orang.

Contohnya seperti dihisap oleh penggunanya. Beberapa orang juga menggunakan opium dengan cara disuntikkan, diminum, atau bahkan ditelan. Hanya saja, apabila cara penggunaannya dengan disuntikkan dan ditelan dapat menambah resiko overdosis pada seseorang.

Ketika menelannya juga akan menimbulkan rasa pahit karena terdapat kandungan bernama alkaloid. Tidak hanya itu, opium juga pada dasarnya memang memiliki efek analgesik (narkotika) dan menenangkan. Tidak heran apabila sampai saat ini ada banyak orang yang menyalahgunakannya. Narkotika juga bisa digunakan dalam terapi medis sebagai sarana rehabilitasi narkoba.

Beberapa Efek Penggunaan Opium yang Membahayakan Tubuh

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa opium pada dasarnya digunakan sebagai obat. Seperti gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau sering dikenal sebagai narkolepsi. Hanya saja, kebanyakan orang menyalahgunakannya sebagai narkotika.

Opium adalah tanaman berbahaya bagi tubuh, salah satu contohnya bisa menyebabkan gejala psikis. Orang yang menggunakan akan mengalami gangguan kesehatan antara lain:

  • Hilang Kecemasan

Ketika seseorang merokok yang didalamnya terdapat kandungan bahan opium, maka akan menghasilkan beberapa efek tertentu. Sama seperti ketika mereka memakai putau ataupun narkoba jenis morfin. Umumnya, adanya efek samping penggunaan bahan ini akan terjadi sekitar 3-6 jam.

Lantas apa saja gejalanya? Mulai dari penurunan kewaspadaan, kecemasan, hilangnya rasa sakit, merasa santai, pandangan terbatas, pernapasan yang melambat, hingga menyebabkan seseorang merasa mual. Itulah mengapa sangat tidak dianjurkan untuk menggunakannya secara sembarangan.

  • Efek Kecanduan

Saat seseorang menyalahgunakan opium, maka tentu saja akan ada efek samping yang ditimbulkan. Salah satunya seperti efek kecanduan. Tidak hanya itu, tanaman ini juga dapat memberikan rasa tenang cukup ekstrim. Beberapa orang juga dapat merasakan euforia tinggi atau rasa bahagia tinggi.

Selain itu, apabila seseorang merasa kesulitan maka ia akan merasakan sensasi hilang masalah sehingga tampak lebih tenang. Akan tetapi, ketika sudah habis tentu saja dapat menjadikan seseorang mengalami halusinasi akibat tidak memakainya kembali. Itulah mengapa efeknya adalah kecanduan.

  • Mimpi Buruk dan Kesakitan

Apabila seseorang menggunakan opium kemudian tidak memakainya kembali, maka efek kecanduan yang ditimbulkan sangat kompleks. Mereka bisa saja mengalami halusinogen dan mimpi buruk. Hal tersebut merupakan sebuah kondisi dimana pengguna memerlukan kembali opium tersebut.

Tidak hanya itu saja, tubuh pengguna juga tidak akan mampu menjalankan fungsi-fungsinya jika tidak menggunakannya seperti dosis sebelumnya yang digunakan. Mereka bahkan akan mengalami sakit luar biasa pada anggota tubuh hanya karena berhenti menggunakan obat tersebut.

  • Otot Menjadi Layu

Penyalahgunaan opium pada dasarnya sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, ada banyak efek samping berbahaya yang dapat mengintai para penggunanya. Terutama ketika mereka sudah tidak menggunakan obat tersebut kembali. Kesehatan tubuh akan menurun secara drastis.

Bagi mereka yang tidak menggunakannya kembali juga akan menjadikan otot-otot tubuh layu. Ingatan seseorang juga akan sangat melemah disertai dengan turunnya nafsu makan. Beberapa orang juga dapat mengalami sianosis di area mata serta berat badan menurun secara drastis.

  • Menyebabkan Konstipasi

Apabila menggunakan opium dalam jangka panjang, maka tentu efek sampingnya sangat berbahaya. Salah satunya adalah dapat menghambat fungsi otot polos di dalam usus. Hal tersebut menjadikan seseorang mengalami konstipasi. Beberapa orang juga dapat mengalami sembelit sebagai dampaknya.

Penggunaan opium juga dapat menyebabkan selaput lendir menjadi kering. Tidak heran jika mereka akan memiliki mulut dan hidung sangat kering. Apabila seseorang sudah kecanduan, maka resiko overdosis akan meningkat lebih tinggi. Hal inilah yang memicu mereka mengalami gejala-gejala lebih parah.

Itu tadi beberapa penjelasan lengkap mengenai tumbuhan bernama opium beserta efek penggunaannya. Setelah mengetahui lebih jauh tentang tanaman tersebut tentu sangat penting bagi Anda untuk menghindarinya. Terlebih jika hanya untuk menyalahgunakan opium karena efek sampingnya berbahaya.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top