Mengenal Jenis Halusinasi dan Cara Mengatasinya - Ashefa Griya Pusaka

Mengenal Jenis Halusinasi dan Cara Mengatasinya

Mengenal Jenis Halusinasi dan Cara Mengatasinya
Share on:

Halusinasi adalah suatu gangguan yang terjadi pada diri seseorang yang membuat persepsi seakan melihat, mendengar atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

Penyebab dari halusinasi bisa terjadi akibat gangguan mental, efek samping penyalahgunaan obat dan juga bisa terjadi akibat penyakit tertentu. Selain itu pun halusinasi juga bisa terjadi dengan disertai delusi.

Mengenal Jenis Halusinasi dan Cara Mengatasinya
Mengenal Jenis Halusinasi dan Cara Mengatasinya

Untuk membantu keluarga keluar dari penyalahgunaan obat dan menghilangkan efek halusinasi, segera konsultasikan masalah yang sedang dialami ke Ashefa Griya Pusaka. Sebagai rehabilitasi narkoba terdepan dan terpercaya yang siap membantu untuk proses pemulihan Anda.

Jenis-Jenis Halusinasi

Jenis-jenis halusinasi yang mungkin terjadi dan bisa mengakibatkan hal buruk bagi penderitanya.

Halusinasi terjadi dengan sensasi yang dirasakan seperti begitu nyata padahal hal tersebut hanya dibuat oleh pikiran saja. Halusinasi bisa mempengaruhi berbagai indera. Namun halusinasi berbeda dengan mimpi.

Mimpi yang muncul ketika tidur terjadi secara tidak sadar. Sedangkan halusinasi terjadi ketika kondisi terbangun atau sadar. Tidak melihat waktu itu siang, sore ataupun malam. Berikut ini jenis-jenis halusinasi yang mungkin Anda alami:

1. Halusinasi Auditori

Halusinasi auditori merupakan tipe halusinasi yang paling umum terjadi. Pada kondisi ini anda akan merasakan seperti mendengar suara yang berasal dari dalam ataupun luar pikiran. Padahal tidak ada suara apapun.

Suara yang didengar bisa jadi seperti orang mengobrol atau berbicara antara satu sama lain atau pun suara memerintahkan untuk melakukan sesuatu. Tak hanya itu suara seperti bunyi, kebisingan atau pun musik bisa saja terasa.

Sehingga jenis halusinasi ini paling banyak dialami oleh kebanyakan orang. Ketika mengalami skizofrenia biasanya suara yang didengar berupa hal negative dan tidak menyenangkan. Ketika mendengar suara perintah bisa saja anda melakukan hal yang merupakan perintah halusinasi.

2. Halusinasi Visual

Halusinasi visual merupakan tipe halusinasi seperti melihat suatu objek, orang, pola atau cahaya yang sebenarnya tidak ada. Biasanya yang mengalami halusinasi visual seperti melihat cahaya di suatu ruangan padahal orang lain tidak melihat hal tersebut.

Halusinasi ini juga sangat sering terjadi seperti merasa ada orang dibelakang kita atau bahkan di depan kita namun sebenarnya tidak ada. Hal ini juga sering dianggap berkaitan dengan makhluk halus seperti setan.

3. Halusinasi Taktil

Halusinasi taktil merupakan salah satu tipe halusinasi yang melibatkan perasaan sentuhan dan juga pergerakan pada tubuh. Misalnya seperti merasa ada yang merayap ke dalam punggung atau seperti ada yang menyentuh tangan. 

Selain itu pun bisa juga merasa seperti organ tubuh yang bergerak. Hal ini juga biasa dikenal dengan formikasi. Bisa juga merasakan tubuh yang tersetrum. Sensasi yang dirasakan ini berasal dari hypochondriacal preoccupations dan juga gangguan medis.

Selain itu pun halusinasi ini berbeda dengan halusinasi somantik. Halusinasi taktil ini hanya melibatkan sentuhan ataupun gerakan pada anggota tubuh baik dari dalam maupun luar. 

4. Halusinasi Penciuman (Olfaktori)

Halusinasi ini berkaitan dan melibatkan indra penciuman. Hal tersebut berarti merasakan halusinasi seperti mencium sesuatu yang berbau baik sedap maupun tidak sedap padahal tidak ada bau apa-apa. 

Namun sebagian besar mencium aroma tidak sedap seperti asap, feses, urin ataupun daging busuk. Hal tersebut juga biasa dikenal dengan phantosmia yang terjadi akibat gangguan pada indra penciuman. 

Gangguan atau kerusakan pada indra penciuman mungkin terjadi akibat trauma, virus, bakteri, tumor otak ataupun zat-zat beracun dan obat-obatan. Phantosmia biasanya disebakan karena epilepsi.

5. Halusinasi Gustatori

Halusinasi ini merupakan tipe halusinasi yang berkaitan dan melibatkan indra pengecap. Tidak seperti halnya pada halusinasi olfaktori. Pada tipe halusinasi gustatori ini seringkali terasa tidak sedap. Hal tersebut terjadi pada orang yang mengalami epilepsi. 

Gangguan yang terjadi dengan tipe halusinasi gustatori lebih banyak ditemukan pada gangguan medis misalnya epilepsi dibandingkan dengan penderita yang mengalami gangguan mental.

6. Halusinasi Temporer

Halusinasi ini merupakan tipe halusinasi yang terjadi akibat dari suatu kejadian misalnya kehilangan orang terdekat. Tipe halusinasi ini akan mengakibatkan halusinasi seperti mendengar suara dan juga seperti melihat orang tersebut muncul kembali.

Halusinasi seperti ini akan hilang setelah rasa sakit atau rasa kehilangan mereka mereda. Sehingga waktu dan keadaan yang bisa menjawab halusinasi ini.

7. Halusinasi Somatik

Halusinasi ini merupakan tipe halusinasi yang muncul pada perasaan tubuh yang merasakan nyeri parah. Misalnya ketika seseorang yang mengalami mutilasi atau pergeseran sendi. Biasanya akan mengalami halusinasi somatik akibat dari sakit yang pernah dirasakan. 

Selain itu pun banyak juga kasus yang terjadi setelah penyerangan hewan pada tubuhnya. Seperti ada ular yang merayap pada tubuhnya. Halusinasi tersebut mungkin saja terjadi. Bisa jadi disebabkan karena trauma.  Baca juga cara menghilangkan trauma dan sakit hati

Penyebab Halusinasi

Banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab seseorang mengalami halusinasi. Penyebab halusinasi bisa disebabkan oleh berbagai berbagai macam gejala diantaranya adalah:

Penyakit gangguan mental

Penyebab paling umum dan seringkali dialami oleh penderita halusinasi adalah akibat dari gangguan mental. Hal yang menyebabkan gangguan mental tersebut diantaranya adalah:

Penyakit fisik

  • Penyakit Alzheimer
  • Tumor otak
  • Epilepsi
  • Stroke
  • Demam tinggi yang terjadi pada anak dan lansia
  • Migraine
  • Sindrom Charles Bonnet
  • Kekurangan Tidur

Halusinasi yang terjadi bisa disebabkan karena kekurangan tidur. Kekurangan tidur dalam jangka waktu yang lama memiliki potensi besar mengalami halusinasi karena tubuh yang merasa lelah dan kurang istirahat.

  • Penyalahgunaan zat 

Para penyalahguna narkoba dan zat-zat berbahaya memiliki potensi besar mengalami halusinasi. Terlalu banyak mengonsumsi zat-zat yang berbahaya akan membuat seseorang lebih banyak mendengar atau merasakan hal yang tidak nyata.

  • Mengonsumsi obat-obatan

Pengobatan yang dilakukan bagi para penderita yang memiliki penyakit bisa menyebabkan halusinasi. Misalnya obat Parkinson, depresi, epilepsi atau psikosis.

Cara Mengatasi Halusinasi

Halusinasi merupakan salah satu kondisi yang bisa dikendalikan dan diatasi. Meskipun tidak menjamin kembali seperti semula namun jika diikuti dengan usaha maka bisa menuju pada kondisi yang jauh lebih baik.

Lalu bagaimana cara menghilangkan halusinasi dalam pikiran? Berikut ini cara mengatasi halusinasi:

  • Konseling psikologis

Konseling merupakan cara ampuh untuk mengatasi halusinasi. Terutama halusinasi yang terjadi akibat dari gangguan kesehatan mental. Para konselor biasanya memberikan strategi untuk mengatasi halusinasi yang terjadi. Hal tersebut sangat membantu apalagi untuk pasien yang mengalami paranoid. 

  • Obat-obatan

Pengobatan yang diberikan oleh dokter bisa mengatasi halusinasi ang terjadi. Jika halusinasi terjadi setelah berhenti mengonsumsi alkohol maka anda harus mengonsumsi obat untuk menenangkan system saraf.

Namun berbeda hal nya jika halusinasi yang terjadi akibat dari penyakit lainnya misalnya demensia atau penyakit Parkinson. Hal tersebut perlu diatasi dengan obat lainnya yang sesuai.

Kesimpulan

Halusinasi merupakan suatu gangguan yang terjadi pada seseorang sehingga merasa melakukan atau ada hal yang terlihat atau terasa oleh dirinya namun pada kenyatannya tidak ada. Hal tersebut hanya berasal dari pikirannya.

Selain itu jenis dari halusinasi memiliki banyak jenisnya dan cara mengatasinya pun bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti konseling ataupun mengonsumsi obat-obatan.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top