Barbiturat: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping - Ashefa Griya Pusaka

Barbiturat: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Barbiturat: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping
Share on:

Penyalahgunaan obat obatan marak terjadi pada lingkungan kita. Banyaknya jenis obat adiktif yang dijual secara bebas menyebabkan seseorang bisa membeli secara ilegal. Salah satu contoh jenis obat adiktif adalah barbiturat. Ini merupakan obat yang memiliki risiko overdosis sangat tinggi.

Barbiturat:

Barbiturat merupakan jenis obat penenang yang digunakan untuk mengurangi aktivitas pada otak. Bisa mengatasi berbagai macam masalah, termasuk bisa digunakan untuk mengatasi masalah tidur. Namun, obat ini tidak bisa sembarangan digunakan tanpa resep dokter.

Jika Anda memiliki masalah penyalahgunaan obat, segera hubungi Ashefa Griya Pusaka untuk konsultasi secara gratis.

Apa itu Barbiturat?

Mengenal pengertian, yaitu barbiturat adalah kelompok obat yang memiliki banyak manfaat seperti digunakan sebelum operasi, untuk pengobatan kejang, gangguan kecemasan, insomnia berat, atau sebagai obat supaya menginduksi proses pembiusan. Penggunaanya harus sesuai dengan resep dokter, jika disalahgunakan akan menimbulkan dampak buruk bagi hidup Anda.

Hal ini digunakan sebagai hipnotis dan obat penenang dan dapat menyebabkan ketergantungan. Barbiturat juga digunakan dalam praktik kedokteran hewan untuk depresi sistem saraf pusat.

Barbiturat

Cara kerjanya menekan sistem saraf pusat dan memproduksi gamma-aminobutyric acid (GABA). Zat kimia ini memiliki fungsi menghambat hantaran sinyal diotak, sehingga efeknya seperti obat penenang pada pasien. Setelah diberikan, efeknya akan merasa tenang, relaksasi otot, mengantuk, menurunkan tekanan darah, dan denyut jantung.

Obat ini tidak bisa digunakan sembarangan, karena bisa menyebabkan ketergantungan, akibatnya akan sangat fatal.

Memiliki sifat hipnotik, sedatif, antikonvulsan dan anestetik. Bersifat hipnotik maksudnya adalah obat ini bereaksi menghilangkan kesadaran si pemakai. Sedatif adalah menimbulkan efek ketergantungan bagi seseorang yang memakainya.

Antikonvulsan dapat didefinisikan sebagai obat untuk mencegah atau mengatasi kejang atau epilepsi. Bentuk obat ini hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Sedangkan anestetik adalah obat bius pada saat menjalankan operasi.

Definisi Barbiturat

Gangguan kecemasan menjadi perhatian khusus bagi organisasi kesehatan dunia. Setiap tahunnya, akan bertambah sebanyak 1%. Barbiturat adalah salah satu obat yang membantu manusia untuk meredakan gangguan tersebut. Namun, obat ini sering disalahgunakan pemakaiannya

Jenis obat ini adalah obat yang digunakan pada orang yang mengalami gangguan kecemasan. Dalam arti yang lebih luas, barbiturat digunakan untuk mengendalikan kejang dan obat bius. Penggunaan obat ini harus melalui anjuran dokter.

Obat ini banyak diresepkan pada mereka yang memiliki penyakit kecemasan. Selain itu, obat ini juga sering diresepkan kepada mereka yang mengalami insomnia. Akhir – akhir ini, banyak obat pengganti barbiturat dengan kandungan yang lebih aman dan terjangkau.

Pada obat ini ada beberapa kandungan yang rawan sekali disalahgunakan oleh kebanyakan orang. Penyalahgunaan obat ini menyebabkan seseorang mengalami kecanduan akut serta ketergantungan untuk meredakan kecemasannya.

Jenis Barbiturat

Barbiturat memiliki berbagaimacam jenis, merk dagang dan dosis pemakaiannya juga berbeda-beda. Setiap jenis memiliki efek samping yang berbeda-beda jika penggunaanya tidak sesuai dengan resep dokter. Berikut Jenis, Merek Dagang, dan Dosis Barbiturat menurut alodokter:

  • Amobarbital
  • Butabarbital
  • Phenobarbital
  • Secobarbital
  • Pentobarbital
  • Methohexital
  • Primidone
  • Thiopental
  • Mephobarbital

Obat Tergolong Barbiturat

Ada beberapa jenis obat yang beredar dipasaran yang mengandung barbiturat. Obat – obatan ini harus dalam anjuran dokter. Untuk itu, mengetahui apa saja obat – obat ini sangat penting untuk kita pahami.

1.   Luminal (Phenobarbital)

Luminal digunakan untuk mengontrol kejang. Obat ini juga digunakan untuk meredakan kecemasan. Luminal banyak juga digunakan untuk mencegah gejala penarikan pada orang yang ketergantungan. Luminal atau phenobarbital ini difungsikan sebagai obat untuk melambatkan otak.

Luminal ada yang tablet dan obat cair untuk diminum. Biasanya diminum satu hingga tiga kali sehari. Ikuti petunjuk pada label resep dokter dan mintalah dokter atau apoteker untuk menjelaskan bagian mana pun yang tidak dimengerti. Konsumsi luminal seperti apa yang sudah ditunjukkan.

2.   Brevital (Methohexital)

Methohexital adalah golongan obat penenang yang disebut barbiturat. Obat ini seringkali digunakan sebagai obat penenang yang bekerja mengurangi aktivitas di otak dan sistem saraf. Seperti obat jenis barbiturat pada umumnya, obat ini melambatkan kerja otak.

Obat ini merupakan obat resep khusus dokter. Berfungsi sebagai anestesi, obat ini harus digunakan pada indikasi yang tepat. Pasien dengan riwayat epilepsi, gangguan hati dan ginjal, asma, hipotensi, gagal jantung, anemia, dan obesitas harus berkonsultasi terlebih dahulu untuk pemakaian obat ini.

3.   Sekonal (Secobarbital)

Sekobarbital adalah obat penenang untuk membantu pengobatan insomnia berat. Obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi kecemasan sebelum prosedur operasi.

Sama seperti 2 jenis barbiturat lainnya, fungsi dari obat ini adalah memperlambat kerja dan sistem saraf. Efek yang ditimbulkan setelah meminum obat ini adalah tenang. Sama seperti yang lainnya, obat ini harus diresepkan oleh dokter.

4.   Butisol (Butabarbital)

Butisol adalah obat resep yang digunakan sebagai obat Butisol termasuk dalam kelas obat yang disebut Sedatif, Ansiolitik, Barbiturat.penenang atau hipnotis. Butisol dapat digunakan sendiri atau dengan obat lain.

Penggunaan obat jenis ini jika tidak berdasarkan anjuran dokter akan menyebabkan gatal gatal. Selain itu, para penggunanya juga akan mengalami kesusahan bernapas. Selanjutnya akan memperlambat kerja jantung dan pingsan.

5.   Fiorinal (Butalbital)

Fiorinal adalah obat kombinasi yang mengandung butalbital, aspirin, dan kafein yang membantu mengobati sakit kepala tegang. Obat ini dapat menjadi kebiasaan buruk baru dan menyebabkan gejala yang mengganggu jika dihentikan secara tiba-tiba.

Florinal jika tidak digunakan dalam kontrol maka akan menyebabkan demam tinggi. Selain itu akan menyebabkan peradangan sendi akut. Efek lainnya akan lebih mudah terjangkit serangan jantung dan resiko stroke.

Cara Kerja Barbiturat

Obat jenis barbiturat ini mengandung asam gamma-aminobutirat (GABA) yang cara kerjanya mempengaruhi sistem saraf pusat otak. Obat ini juga merupakan golongan antikonvulsan. Artinya, obat ini dapat mengatasi gangguan kecemasan, insomnia berat, serta obat bius sebelum operasi.

Penggunaan obat ini sejatinya harus disesuaikan dengan resep dokter. Ketika seseorang berkonsultasi dan diresepkan obat ini, maka dokter juga akan menghitung dosis yang sesuai dengan tubuh pasien sehingga obat ini bekerja secara maksimal dalam tubuh.

Ketika seseorang akan berhenti menggunakan obat ini pun juga harus mengikuti anjuran dokter. Jika menghentikan penggunaan obat jenis ini secara mendadak juga akan semakin memacu risiko epilepsi dalam rentan waktu yang relatif lama.

Efek Samping yang Akan Terjadi

Setiap obat memiliki efek samping jika disalahgunakan. Salah satunya bahaya barbiturat jika penggunaannya tidak sesuai dengan resep dokter, biasanya akan menimbulkan gejala pada tubuh penyalahgunanya.

Gejala yang timbul bisa bervariasi, seperti jenis barbiturat apa yang digunakannya? Secara umum efek sampingnya bisa dikenali sebagai berikut, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Pusing
  • Sulit menjaga keseimbangan
  • Lemas atau merasa lelah
  • Sakit perut
  • Mengantuk
  • Rasa cemas berlebihan
  • Bingung
  • Tekanan darah tinggi

Jika penggunaanya dengan dosis berlebihan bisa memicu overdosis, selain itu akan timbul gejala atau keluhan lainnya seperti sulit konsentrasi, pernapasan berat, gangguan berbicara, mudah lesu, sangat kaget, penurunan kesadaran, koma, dan kematian. Jika keluhan ini mulai Anda rasakan, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Sifat – Sifat Umum Barbiturat

Berbagai jenis obat memiliki karakteristik tersendiri. Khususnya pada obat – obat adiktif yang beredar di pasaran. Obat-obatan ini memiliki sifat-sifat umum yang bisa dijadikan pembeda antara satu obat dengan obat yang lain.

  • Sukar Larut Dalam Air

Obat ini menjadi sukar larut dalam air dikarenakan sifatnya yang asam berbasa. Obat ini tergolong lemah namun sukar terlarut di dalam air. Asam barbiturat dapat dalam bentuk keto dan bentuk enol, bentuk enol ini yang menyebabkan bereaksi asam dan dapat diionisasi.

Jika sudah mulai terlarut pun, obat ini tidak larut seutuhnya. Perubahan perubahan yang bisa dilihat antara interaksi obat ini dengan air adalah bentuknya yang perlahan memudar. Untuk itu, obat ini harus disimpan dengan baik.

  • Bersifat Menghilangkan Kesadaran

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa obat ini berfokus pada kehilangan kesadaran si pengguna. Obat jenis ini merilekskan otak dan otot yang tegang. Untuk itu obat ini dapat menghilangkan kesadaran si pengguna untuk membantunya beristirahat.

Ketika otot dan otak mengalami rileksasi, maka seseorang akan lebih mudah untuk melupakan keadaan yang ada. Pada umumnya obat ini diberikan pada penderita kejang atau gangguan kecemasan yang memerlukan pertolongan.

  • Antikonvulsan

Istilah ini diterapkan pada obat yang digunakan untuk pengobatan serangan epilepsi, oleh karena itu, sinonimnya adalah antiepilepsi. Antikonvulsan juga digunakan dalam pengobatan nyeri neuropatik dan sebagai penstabil suasana hati dalam pengobatan gangguan kejiwaan seperti gangguan bipolar.

Obat jenis barbiturat sendiri adalah hasil pengembangan dari berbagai macam obat antikonvulsan. Obat antikonvulsan lama dengan variasi baru masih banyak digunakan dan tetap menjadi andalan pengobatan epilepsi di negara berkembang.

  • Menimbulkan Kecanduan

Obat penenang jenis ini juga digunakan untuk mengobati berbagai kondisi. Beberapa contoh umum termasuk kecemasan, ketegangan, kejang, gangguan panik dan gangguan tidur. Kebanyakan obat penenang yang digunakan untuk tujuan relaksasi telah dialihkan dari penggunaan medis.

Obat penenang pasien atau sedatif, meredakan agitasi dan memungkinkan tidur. Obat penenang umumnya bekerja dengan memodulasi sinyal di dalam sistem saraf pusat. barbiturat sendiri adalah jenis obat penenang yang membantu untuk beristirahat sehingga menimbulkan kecanduan.

  • Obat Bius

Ada empat kategori utama obat bius atau anestesi yang digunakan selama operasi dan prosedur lainnya. Anestesi umum, anestesi regional, sedasi, dan anestesi lokal. Terkadang pasien dapat memilih jenis anestesi yang akan digunakan.

Dalam jenis obat anti kejang ini, anestesi yang digunakan adalah anestesi sedasi. Obat-obatan sedatif diberikan melalui infus, untuk membuat pasien merasa mengantuk dan rileks. Tingkat sedasi yang berbeda dimungkinkan dan tergantung pada jenis prosedur dan preferensi pasien.

Penyalahgunaan Barbiturat

Barbiturat diklasifikasikan sebagai obat penenang karena depresan sistem saraf pusat dan efek menginduksi tidur. Penggunaan terapi utama barbiturat adalah sebagai obat anestesi dan antikonvulsan. Penyalahgunaan barbiturat – baik resep dan terlarang – memuncak pada 1970-an.

Tetapi pada akhir 1980-an, barbiturat sebagian besar telah digantikan oleh jenis lain untuk pengobatan kecemasan dan insomnia karena masalah keamanan. Karena tingkat penggunaannya menurun secara dramatis, begitu pula penyalahgunaan barbiturat

Penggunaan obat ini secara teratur dapat menyebabkan ketergantungan fisik yang dimulai dengan sakit kepala, mengakibatkan lingkaran setan sakit kepala berulang dan hanya berkurang dengan seringnya pemberian kembali butalbital.

Risiko Barbiturat

Dalam penggunaan barbiturat, ada risiko yang akan dialami oleh para pecandu. Hal tersebut sudah dijelaskan pada bahasan di beberapa sumber. Namun, ada beberapa risiko yang lebih kompleks bagi para pecandu yang mengkonsumsi barbiturat.

1.   Tidak bisa berfikir dan berfikir panjang

Para pecandu cenderung tidak bisa berfikir dikarenakan terpengaruh oleh obat. Hal ini menyebabkan otak mereka menjadi semakin melemah karena selalu memfokuskan diri pada adiksi obat jenis ini. Selain itu, mereka akan cenderung melakukan hal hal yang merugikan diri mereka sendiri.

Para pecandu obat jenis ini juga tidak dapat berpikir panjang mengenai risiko yang akan mereka dapatkan. Dalam beberapa kasus, seseorang yang secara berkelanjutan mengkonsumsi barbiturat akan bingung saat dihadapkan oleh pilihan mudah sekalipun.

2.   Nafas pendek dan sangat pelan

Sifat dari obat ini sangat berkaitan erat dengan tegang pada daerah saraf otak dan saraf otot. Maka ketika obat ini dikonsumsi secara terus menerus, nafas pecandu akan semakin pendek dan pelan sehingga mengakibatkan pecandu susah untuk bernafas.

Hal inilah yang menjadi awal obat ini menguasai tubuh dengan meminimalisir kerja bagian – bagian tubuh. Mereka melemahkan saraf saraf dan membuat susah mengambil nafas. Biasanya, para medis akan memberikan oksigen tambahan untuk bernapas.

3.   Sangat mengantuk bahkan koma

Karena memacu saraf untuk rileks, efek samping selanjutnya yang akan dirasakan adalah rasa kantuk yang berlebihan. Bahkan pada situasi tertentu, obat ini dapat menyebabkan pecandu koma jika dikonsumsi secara terus menerus.

Koma ketika mengkonsumsi obat ini dikarenakan banyaknyanya dosis yang masuk setiap harinya di tubuh pecandu. Kebanyakan kasus menyatakan bahwa seseorang yang mengkonsumsi obat ini juga mengkonsumsi obat stimulan, alkohol, dan jenis obat penenang lainnya.

4.   Gangguan kecemasan berlebihan dan gangguan tidur

Pada hakikatnya, obat ini berfungsi sebagai obat penenang yang indikasinya disesuaikan oleh resep dokter. Namun, mengkonsumsi obat ini secara kontinu hingga mengalami kecanduan akan menyebabkan seseorang cemas secara berlebihan setelahnya.

Gangguan tidur yang diderita oleh pecandu juga menjadi salah satu efek samping penggunaan obat ini. Beberapa jenis obat ini seperti methohexital, secobarbital, dan phenobarbital yang dikonsumsi berkepanjangan malah akan menyebabkan pecandu susah tidur.

Penyalahgunaan Barbiturat dikatakan sangat berbahaya dan dapat menyebabkan gejala fisik dan psikis lain yang serius. Efek samping paling bahaya adalah kematian mendadak. Umumnya kondisi seperti ini dikarenakan dosis berlebih dan telah dikonsumsi dalam jangka Panjang.

Beberapa orang menyalahgunakan Barbiturat untuk mendapat efek psikoaktif. Sensasinya hampir mirip seperti mabuk alkohol. Mereka akan merasakan tubuh menjadi lebih enteng, senang, cuek dan juga banyak berbicara.

Resiko penyalahgunaan akan semakin besar apabila dikonsumsi Bersama alkohol dan stimulan lain. Jika pasien masih sadar, maka solusinya hanya memerlukan pengawasan untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Namun Ketika sudah tidak bisa bernafas, segera lakukan pemeriksaan dokter.

Peringatan Sebelum Memakai

Karena penggunaan barbiturat harus dengan resep dokter, maka ada beberapa peringatan yang harus diperhatikan. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan seseorang sebelum mengkonsumsi jenis obat ini. Pertama, seseorang tersebut harus memberitahu dokter perihal alerginya.

Kedua, pasien harus memberitahukan dokter bila ada riwayat penyakit asma. Barbiturat tidak boleh diberikan pada pasien dengan status asmatikus. Ketiga, pasien harus menceritakan tentang ketergantungannya terhadap NAPZA, alkohol, dan keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Selanjutnya, setelah menjalani pengobatan, pasien tidak diperkenankan mengkonsumsi alkohol. Pasien harus melakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang ditentukan dokter. Pasien harus selalu mengkomunikasikan apapun yang dirasakan kepada dokter secara berkala.

  • Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter mengenali riwayat alergi yang pernah Anda alami.
  • Jika Anda memiliki Asma segera beritahu dokter, karena obat ini tidak boleh digunakan pada pasien asmatikus atau porfiria intermittent variegate.
  • Penderita penyakit saluran pernapasan, memiliki ketergantungan NAPZA, apnea tidur, kecanduan alkohol, memiliki rasa ingin bunuh diri. Sebaiknya tidak digunakan untuk pasien dengan kondisi seperti ini.
  • Ketika ingin mengonsumsi obat ini, jangan dipadukan dengan minuman alkohol karena bisa membuat kesadaran Anda hilang hingga mematikan.
  • Menurunkan aktivitas berat seperti mengemudi, efek samping obat ini bisa menyebabkan pusing atau kantuk.
  • Jangan melewatkan jadwal kontrol yang telah diberikan oleh dokter.
  • Jangan menambah, mengurangi atau menghentikan pengobatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Untuk ibu hamil, menyusui, dan ingin merencanakan program hamil, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang dalam pengobatan barbiturat ketika ingin melakukan tindakan medis seperti operasi.
  • Jika terjadi overdosis, alergi atau efek samping lainnya segera temui dokter.

Cara Penanganannya

Membebaskan diri dari kecanduan narkoba atau NAPZA bukanlah perkara mudah. Pasien harus membangun niat dan memperkuat upaya dalam memperoleh hasil yang diinginkan. Penanganan terbaik bisa berkonsultasi dengan pusat rehabilitasi narkoba seperti Ashefa Griya Pusaka.

  • Detoksifikasi

Detoksifikasi obat adalah berbagai intervensi dalam kasus ketergantungan fisik terhadap obat meliputi proses dan membangun pengalaman baru untuk pecand, dan melakukan berbagai perawatan untuk overdosis obat akut.

Detoksifikasi adalah penghilangan zat beracun secara fisiologis atau medis dari organisme hidup, termasuk tubuh manusia, yang dilakukan oleh hati. Caranya adalah dengan melakukan periode puasa diikuti dengan diet ketat sayuran mentah, buah dan jus buah, dan air.

  • Terapi Perilaku Kognitif

Pada tahap ini, pasien akan dibantu psikolog atau pskiater berpengalaman. Terapis terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan kondisi guna menentukan tipe terapi yang sesuai. Dokter akan menganalisa dari gejala yang dirasakan pasien.

Beberapa tujuan dilakukannya terapi perilaku kognitif, antara lain adalah untuk mencari cara mengatasi keinginan menggunakan obat disaat kambuh, dan membuat strategi untuk menghindari dan mencegah kambuhnya keinginan menggunakan obat.

  • Bina Lanjut

Pada tahapan ini biasanya pasien diajak untuk melakukan kegiatan yang mereka gemari. Pasien akan diarahkan untuk melakukan kegiatan seperti bermain bola, menjahit, bahkan pada situasi tertentu pasien dapat kembali bersekolah atau bekerja dengan pantauan terapis..

Dukungan dari keluarga dan kerabat sangatlah berpengaruh. Pasien dianjurkan untuk bersikap terbuka kepada mereka, dan jangan ragu untuk menyampaikan apa yang ingin dikeluhkan. Hal tersebut dapat membantu pasien dalam mempercepat proses pemulihan.

  • Dorong mereka untuk mengeksplorasi minat baru.

Berhenti menggunakan narkoba dapat membuat seseorang memiliki banyak waktu ekstra untuk diisi. Untuk membantu mereka menghindari kembali ke kebiasaan lama, dorong mereka untuk mengembangkan minat baru yang tidak melibatkan narkoba tetapi menambah makna hidup mereka.

Seorang pecandu bisa menjadi sukarelawan, melakukan olahraga atau hobi baru, mendaftar di kelas, atau menghabiskan waktu di alam hiking atau berkemah. Intinya, apa pun yang tidak menjadi pemicu untuk keinginan mengkonsumsi obat kambuh kembali.

  • Ajari Untuk Mengatur Stress

Stres bisa sangat merugikan bagi seorang pecandu. Mereka dapat mengurangi tingkat stres dengan makan dengan benar, berolahraga secara teratur, tidur nyenyak, dan berlatih teknik relaksasi seperti yoga, atau meditasi.

Karena tingkat stres dapat meningkat ketika berhenti menggunakan narkoba, seseorang yang kecanduan dapat diajarkan meregulasi perasaan merka. Tingkat stress yang dirasakan bisa naik turun sesuai kondisi orang tersebut, namun mengajak mereka untuk meregulasi bisa jadi jalan keluar.

Demikianlah penjelasan rinci tentang manfaat, dosis, dan efek samping barbiturat. Seseorang akan merasa lebih mudah untuk mengatasi situasi sulit ketika kehidupannya terasa bermanfaat. Sisihkan waktu untuk mengejar aktivitas dan membangun hubungan yang membuat seseorang tersebut bahagia.

Sumber:
Alodoker, 2021. Barbiturat: Manfaat, Dosis dan Efek samping. Diakses pada 11 Januari 2022 melalui https://www.alodokter.com/barbiturat

Hellosehat, 2020. Penyalahgunaan Barbiturat: Gejala, Obat, dll. Diakses pada 11 Januari 2022 melalui https://hellosehat.com/obat-suplemen/penyalahgunaan-barbiturat/

Helpguide, 2020. Helping Someone with a Drug Addiction. Diakses pada 11 Januari 2022 melalui https://www.helpguide.org/articles/addictions/helping-someone-with-drug-addiction.htm

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top