Cara Menjaga Kesehatan Mental dengan Mudah - Ashefa Griya Pusaka

Cara Menjaga Kesehatan Mental dengan Mudah

Cara Menjaga Kesehatan Mental
Share on:

Dalam upaya memperkuat kesejahteraan holistik, kita tak boleh cuma berorientasi di kesehatan jasmani. Kesehatan mental pun berperan penting dalam hidup. Kesehatan mental merupakan kemampuan diri mengelola perasaan dan menghadapi masalah keseharian. Berbagai metode simpel dapat diaplikasikan sebagai cara menjaga kesehatan mental yang berkualitas. Berkat perubahan yang dilakukan, tentu bisa dipastikan seseorang akan mendapatkan suasana hati positif, mengembangkan kekuatan, dan menikmati hidup.

Terkadang memalukan untuk mengakui bahkan kepada diri sendiri, bahwa ada sesuatu yang salah. Ada sesuatu yang perlu dikeluhkan baik mengenai keluarga maupun pekerjaan. Ketika tidak ingin menghabiskan waktu bersama teman, menghabiskan waktu untuk hobi. Mungkin ada banyak tanda bahwa kita sedang menderita masalah mental.

Kita sering dinasihati agar jangan mengeluh ketika menghadapi masalah. Pergi ke psikolog hanya dianggap sebagai kelemahan. Agar tidak dihakimi, kita pun terpaksa menyembunyikan masalah yang dihadapi dari kerabat dan teman, yang itu akhirnya hanya memperburuk keadaan. Kini saatnya untuk memahami bahwa tidak memalukan untuk memikirkan kesehatan mental kita.

Lantas bagaimana cara menjaga kesehatan mental dengan baik? Mari kita bicara lebih lanjut di artikel ini.

Apa itu Kesehatan Mental ?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, kesehatan mental adalah : “keadaan sejahtera di mana setiap orang dapat memenuhi potensinya sendiri, mengatasi tekanan hidup yang normal, bekerja secara produktif, dan berkontribusi pada komunitasnya.

Dengan pengertian sederhananya,  jika Anda memiliki kekuatan untuk mengatasi stres, Anda terus berkembang, pekerjaan dan komunikasi menyenangkan dan tidak merasa memiliki suasana hati yang buruk, maka kesehatan mental Anda normal.

Apa yang Menyebabkan Kesehatan Mental Buruk?

Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh perubahan sosial sekitar, stres kerja, diskriminasi, pelanggaran hak asasi manusia, pengucilan sosial, kebiasaan buruk, hingga masalah kesehatan fisik. Dalam kasus yang terakhir, ada juga efek sebaliknya. Ketika orang berkomunikasi dengan psikolog, mereka cenderung mencari bantuan medis lainnya.

Dari sebuah penelitian yang mengamati orang dengan gangguan mental, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang bermasalah dengan mentalnya dan mau berkonsultasi dengan psikolog menghabiskan 35% lebih sedikit uang untuk pengobatan penyakit fisik daripada mereka yang memilih untuk tidak menyelesaikan masalah mental mereka.

Tanda Mental Tidak Sehat

Bagaimana memahami bahwa mental kita tidak sedang baik-baik saja? Jadi menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia, bahwa ada yang tidak beres jika kita :

  • Tidak merasa menjadi bagian dari komunitas sosial, agama, profesional dan lainnya;
  • Bereaksi secara emosional terhadap situasi akrab yang serupa;
  • Tidak mau mempertanyakan kondisi mental kita;
  • Reaksi mental tidak sesuai dengan situasi;
  • Tidak mengatur diri sendiri dan melanggar norma sosial, peraturan dan hukum;
  • Kita tidak dapat merencanakan hidup kita dan mengimplementasikan rencana;
  • Kita tidak dapat mengubah perilaku kita tergantung pada keadaan hidup.

Jika kita melihat diri sendiri di salah satu poin, maka lebih baik tidak menunggu, tetapi buat janji dengan psikolog. Mungkin hanya satu kali pertemuan akan membantu kita memahami diri sendiri. Psikolog akan menentukan keseriusan situasi,dan jika perlu, menyarankan untuk mengunjungi psikoterapis. Dia mungkin juga meresepkan obat yang akan mempercepat pemulihan.

Tips Simpel Cara Menjaga Kesehatan Mental

Untuk menjaga kesehatan mental, seperti penyakit lainnya, langkah pencegahan tidak akan terlalu berat dibanding dengan mengobati. Berikut adalah tips untuk membantu kita merasa lebih baik dalam hal mental, yaitu :

1. Berpikir positif menghasilkan keajaiban

Ada cerita kartun tentang Akha dan Okha. Akha selalu menemukan kelebihan dalam segala hal, menikmati karyanya, matahari dan merasa hebat. Dan Okha terus menerus merengek, dia tidak puas dengan segalanya dan akibatnya jatuh sakit. Kartun anak-anak itu dengan sempurna menggambarkan kekuatan berpikir positif.

2. Belajar membangun hubungan yang sehat

Hubungan apa pun baik itu dengan kerabat, teman, atau kolega membutuhkan perhatian. Hindari kontak dengan orang beracun (toxic people). Jika kita stres dengan rekan kerja, kurangi menjadi nol. Berusahalah untuk orang-orang yang akan membuat kita lebih baik. Dan bagikan masalah kita dengan orang yang kita cintai, jangan mencoba mengatasinya sendiri.

3. Terimalah diri sendiri

Berhentilah berpikir bahwa kita melakukan semuanya salah. Tidak perlu mencari persetujuan orang lain dan takut dengan apa yang mereka pikirkan tentang kita. Jadilah diri sendiri, cintai dan hargai diri sendiri, dan kemudian kita akan bisa menghargai dan menerima orang lain. Ini akan membantu menyelamatkan tidak hanya kesehatan mental kita, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.

4. Menetapkan tujuan hidup

Sangat penting menetapkan tujuan dan bergerak ke arah itu. Rencanakan hidup kita, buat rencana untuk hari, minggu, bulan, dan bahkan dalam satu tahun. Mulailah dengan jangka pendek, buat rencana untuk minggu ini dan ikuti pelaksanaannya. Rekam apa yang berhasil dan apa yang tidak. Ini akan membantu kita menetapkan tujuan baru. 

5. Singkirkan stres

Seperti yang telah dijelaskan, gangguan mental tidak hanya memengaruhi emosi tetapi juga kesehatan fisik. Identifikasi sumbernya dan buat rencana tindakan untuk menghilangkannya. Jika terlalu banyak stres yang terakumulasi, mungkin ada baiknya beralih dan mengubah lingkungan. Misalnya, pergi ke sanatorium untuk program Antistress.

6. Cukupi waktu tidur

Tidur malam harus berlangsung setidaknya 7-8 jam. Kita harus tertidur sebelum tengah malam (idealnya, tengah tidur harus jatuh pada interval 0 – 2 pagi). Bangun bukan pada jam alarm, tetapi pada waktu yang ditentukan oleh tubuh sendiri (yaitu, bangun harus alami). Jika ada keinginan untuk tidur saat makan siang, maka kita harus memberi kesempatan ini (tidak mungkin memakan waktu lebih dari 1 – 2 jam), dan tidak melawannya dengan kopi, teh, dll. Hindari tidur antara jam 5 sore dan 7 malam.

7. Perbanyak aktivitas fisik

Stres mental harus dibarengi dengan aktivitas fisik. Kerja otot yang teratur memungkinkan kita untuk menormalkan keseimbangan proses eksitasi dan penghambatan dalam sistem saraf dan memiliki efek menguntungkan pada aliran darah dan metabolisme neurotransmiter (dopamin, serotonin, norepinefrin, GABA, dll.) di otak.

Sejak zaman kuno, telah diketahui bahwa orang sakit jiwa yang melakukan pekerjaan fisik pulih lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang melakukan beban kerja intelektual. Cara paling universal untuk melindungi jiwa adalah aktivitas jasmani secara teratur (setidaknya 30 menit 2 kali sehari).

8. Penguatan rohani

Konsep baik dan jahat, definisi makna hidup untuk diri sendiri, kematian yang tak terhindarkan, pertanyaan iman dan banyak lagi yang dikaitkan dengan kategori moral manusia tertinggi, pertanyaan-pertanyaan tersebut cepat atau lambat akan muncul di hadapan setiap orang. Evolusi setiap orang dalam topik-topik penting tersebut merupakan faktor integral dalam memperkuat jiwa. Itu bisa diperoleh dengan mendalami ilmu agama.

Jika kita sudah bertanya-tanya bagaimana cara menjaga kesehatan mental, maka kita sudah berada di jalur yang benar. Dan kita pasti akan berhasil.

Scroll to Top