Tanda-Tanda dan Bahaya Kecanduan Ganja - Ashefa Griya Pusaka

Tanda-Tanda dan Bahaya Kecanduan Ganja

Tanda-Tanda dan Bahaya Kecanduan Ganja
Share on:

Berikut ini tanda-tanda orang yang sedang kecanduan ganja, akibatnya akan sangat bahaya bagi penyalahgunanya. Simak pembahasan lengkapnya disini!

Tanda-Tanda dan Bahaya Kecanduan Ganja

Jenis narkoba satu ini memang sangat populer di Indonesia. Meski dianggap memiliki efek lebih ringan daripada lainnya walau dikonsumsi dalam jumlah banyak, namun tetap menimbulkan adanya bahaya ketika digunakan terus-menerus. Tanda-tanda dan akibat dari kecanduan ganja pun perlu dikenali. 

Apa Itu Kecanduan Ganja? 

Orang-orang biasanya menyebut dengan istilah sakau ganja yang diartikan sebagai putus obat. Kondisi ini menunjukkan ketika tubuh sedang mengalami pemberhentian pemakaian obat dalam waktu mendadak. Umumnya hal ini dikarenakan oleh penurunan atau pemberhentian penggunaan obat(putus obat). 

Tanda-Tanda dan Bahaya Kecanduan Ganja

Kecanduan ganja terjadi ketika pengguna berat yang sudah berada pada fase kecanduan diharuskan untuk memberhentikan penggunaan obat tersebut. Setidaknya sebanyak 50% pemakai ganja berkepanjangan akan mengalami sakau ganja hingga membuat fungsi otak juga kian menurun. 

Jenis bahan aktif di dalam ganja yang berperan langsung pada ganja adalah THC. Tingkat keparahan dari kecanduan ini bisa dilihat dari seberapa parah ketergantungan seorang pengguna. Faktor lain yakni jangka waktu pemakaian, cara penggunaan ganja, jumlah dosis, riwayat keluarga dan faktor medis. 

Tanda-Tanda Kecanduan Ganja 

Seseorang yang mengalami kecanduan ganja biasanya merasakan gangguan antara kondisi emosional, mempengaruhi fisik dan mentalnya. Biasanya mereka akan merasakan mudah marah, cemas, gugup, mood swing, gampang gelisah, perubahan pola tidur secara drastis hingga nafsu makan berkurang atau hilang. 

Begitu pun gangguan fisik yang juga bisa saja dirasakan. Beberapa contohnya seperti sakit perut, mudah berkeringat, mual, panas dingin, demam, gemetaran dan ngidam. Umumnya jika seorang pengguna sudah memakainya dalam waktu lama, tanda-tanda ini terasa memuncak di hari ke 2 dan 3. 

Sebenarnya kecanduan ganja ini tidak mengancam jiwa dikarenakan intensitas tanda dan gejalanya yang dikenal lebih ringan jika dibandingkan dengan kelas narkotika lainnya seperti kokain dan heroin. Meskipun begitu, sakau ganja juga bisa saja membuat penggunanya sangat rentan kambuh (relapse). 

Cara Mengatasi Kecanduan Ganja 

Beberapa orang yang mengalami kecanduan ganja ringan memang bisa berhenti dengan sendirinya meski harus mendapatkan perawatan intensif terutama dari dokter. Namun jika sudah diketahui gejala tersebut diketahui cukup kronis hingga mengganggu psikologis, maka perlu dilakukan rehabilitasi. 

Salah satu solusi yang umum dilakukan oleh orang-orang yakni dengan mendapatkan tidur malam cukup. Istirahat ini akan memastikan keberhasilan dari pengguan untuk mendapatkan pembersihan dari ganja. Mungkin saja awalnya terasa sangat sulit karena insomnia menjadi gejala paling sering. 

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencoba mendapatkan tidur malam cukup. Misalnya dengan menghindari konsumsi kafein, tempat tidur nyaman dan bersih, mencegah pemakaian alkohol dan obat-oabat lain hingga menghindari rangsangan sebelum istirahat seperti komputer dan ponsel.  

Bahaya Ganja Bagi Penyalahgunanya 

Memang ada banyak alasan mengapa orang-orang menggunakan ganja terutama untuk menurunkan kemungkinan stress. Jenis narkoba paling sering digunakan yakni berasal dari obat herba terdiri atas daun, bunga dan juga tunas tanaman Cannabis sativa. Berikut beberapa efek buruknya: 

1. Otak 

Ketika Anda menggunakan ganja dalam jumlah banyak, maka kondisi ini akan mengganggu kemampuan berpikir. Terutama jika penggunaan narkoba ini telah digunakan sebelumnya cukup lama, tentu efek yang dirasakan juga semakin berat atau bahkan berbahaya. 

Beberapa efek ganja yang mungkin dirasakan orang-orang setelah mengalami kecanduan ganja adalah kehilangan memori sampai terhambatnya fungsi otak. Kondisi ini bisa ditunjukkan dari adanya perubahan strukur tertentu khususnya di otak ketika seseorang telah menggunakannya cukup lama. 

2. Paru-Paru 

Penggunaan narkotika memang tidak jarang selalu berimbas pada organ vital di dalam tubuh termasuk juga otak dan paru-paru. Perlu Anda ketahui bahwa kandungan senyawa tar yang terkandung di dalam ganja memiliki jumlah tiga kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan tembakau pada rokok. 

Asap yang dihasilkan dari proses pembakaran ganja juga mempunyai kandungan zat penyebab kanker jauh lebih tinggi jika dibandingkan pada asap rokok biasa. Akibatnya, resiko mengalami kanker paru-paru pun memiliki kecenderungan bagi pengguna jenis narkotika tersebut.

3. Kesehatan Mental 

Pemakaian ganja secara berlebihan pun bisa saja mengganggu kesehatan mental yang sedang Anda hadapi saat ini. Salah satunya adalah ketika pengidap gangguan skizofrenia akan mudah kambuh terutama dim masalah psikosisnya. Selain itu, efek buruk ini pun juga terjadi pada orang-orang biasa. 

Mereka akan menyebabkan efek delusi, halusinasi, rasa cemas berlebihan hingga serangan panik. Pemakaian ganja dalam jangka panjang juga bisa saja membuat seseorang lebih sulit tidur di malam hari, berkurangnya nafsu makan hingga mengalami perubahan suasana hati. 

4. Sistem Imun 

Ganja juga menjadi salah satu penyebab dari menurunnya kekebalan tubuh dari seseorang. Bukan hanya itu saja, hal ini juga telah ditunjukkan melalui sebuah penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara pemakaian jenis narkotika tersebut dengan melemahnya sistem imun. 

Bagi penderita HIV / AIDS, tubuh mereka akan lebih sulit untuk melawan infeksi sehingga mudah merasa lemah. Sebaiknya, jangan menunda agar segera ke dokter demi mendapatkan perawatan sesegera mungkin. Dengan penanganan cepat dan tepat, harapannya bisa menjauhkan dari penyakit komplikasi

Hubungan Penyalahgunaan Ganja dengan Gangguan Psikotik 

Gangguan psikotik ini ditujukan kepada seseorang yang tidak bisa membedakan antara imajinasi dan realita. Pada saat mengalami kondisi seperti ini, mungkin saja mereka melihat, mendengarkan, hingga merasakan hal-hal tidak nyata bagi orang di sekitarnya. 

Suatu penelitian yang berasal dari National Academies of Sciences, Engineering and Medicine menunjukkan bahwa pemakaian ganja memang bisa menimbulkan efek psikotis terutama jika terjadi di usia remaja. Masalah ini biasanya terjadi akibat kecanduan ganja secara berlebihan dalam waktu lama. 

Tidak semua pengguna ganja memiliki tanda yang menunjukkan adanya gangguan psikotis. Biasanya jika muncul, ada beberapa sifatnya dapat Anda lihat. Diantaranya adalah perubahan pola pikir hingga sulit berkonsentrasi, suasana hati mudah berubah, tidur tidak teratur, makan lebih banyak dan lainnya. Demikian ulasan lengkap mengenai kecanduan ganja mulai dari penyebab hingga tanda-tandanya. Anda pun perlu waspada untuk tidak menggunakannya agar terbebas dari resiko buruknya. Solusinya yakni dengan mengikuti rehabilitasi narkoba terpercaya di Ashefa Griya Pusaka secara rutin.

Sumber:
Anonim. 2021. Kecanduan Ganja Bisa Sebabkan Gangguan Psikotik. Diakses pada tanggal 29 Januari 2022 dari https://www.halodoc.com/artikel/kecanduan-ganja-bisa-sebabkan-gangguan-psikotik
Annisa Widya. 2018. Tanda-tanda Seseorang Kecanduan Ganja. Diakses pada tanggal 19 Januari 2022 dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4209352/tanda-tanda-seseorang-kecanduan-ganja
Ajeng Quamila. 2017. Perhatikan, Ini Tanda dan Gejala Orang yang Sakau Ganja Diakses pada tanggal 29 Januari 2022 dari https://hellosehat.com/hidup-sehat/berhenti-merokok/tanda-gejala-orang-sakau-ganja/.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top