Ini Efek Ganja Pada Tubuh dan Otak, Berikut Solusinya! - Ashefa Griya Pusaka

Ini Efek Ganja Pada Tubuh dan Otak, Berikut Solusinya!

Ini Efek Ganja Pada Tubuh dan Otak, Berikut Solusinya!
Share on:

Penyalahgunaan narkoba sangatlah berbahaya, salah satunya efek ganja pada kondisi tubuh yang memberikan masalah kesehatan dan jeratan hukum bagi Anda.

Efek Ganja

Banyak masalah yang akan muncul, jika Anda tidak segera berhenti mengkonsumsinya. Segera konsultasikan masalah kecanduan ganja ke Pusat rehabilitasi narkoba Ashefa Griya Pusaka sekarang juga.

Apa itu Ganja

Mengenal apa itu ganja? Mengetahui efek samping dan solusi terbaik mengatasi kecanduan ganja, sebelum terlambat.

Mariyuana atau ganja adalah tanaman, daun, batang, dan tunas dari Cannabis sativa. Penggunaan ganja sendiri cukup mudah, biasanya dijadikan sebagai bahan masakan, diseduh seperti teh, dan juga dilinting seperti rokok pada umumnya.

Orang yang menggunakan ganja ingin mendapatkan rasa rileks atau bahagia sesaat (high) memberikan rasa senang dan bisa membuat kira tertawa sendiri. Namun, perlu diketahui bahwa penyalahgunaan ganja secara terus-menerus bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Ganja Menyebabkan Kecanduan

Kecanduan Ganja adalah kondisi seseorang yang mengonsumsi ganja dalam jumlah besar dengan jumlah yang sering. Seseorang jika sudah mengalami kecanduan ganja, saat berhenti mengonsumsi maka akan mengalami sakau.

Tanaman ganja merupakan tanaman yang bisa menimbulkan efek psikoaktif. Ada tiga jenis tanaman yang masuk dalam tanaman ganja yaitu Cannabis Sativa, Cannabis Indica dan Cannabis Ruderalis.

Bunga dari tanaman tersebut akan di panen lalu kemudian dikeringkan. Itulah tanaman yang sering di sebut ganja dan disalahgunakan oleh orang. Ganja sering disalahgunakan oleh seseorang karena bisa memberikan efek menenangkan dan senang. Karena sering disalahgunakan dengan mengonsumsi ganja dengan jumlah yang banyak dan berulang kali maka akan mengalami kecanduan ganja.

Selain itu, mengonsumsi ganja dalam jangka panjang akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan tubuh. Salah satunya yang bisa terjadi akibat kecanduan ganja adalah gangguan psikotik.

 Seseorang jika sudah mengalami kecanduan ganja, saat berhenti mengonsumsi maka akan mengalami sakau. Jika seseorang mengalami sakau maka orang tersebut akan menjadi emosional, sulit tidur, tidak nafsu makan, berkeringat, merasa sakit dan gemetaran.

Efek Ganja Jika Sudah Kecanduan

Segala jenis penyalahgunaan NAPZA yang dikonsumsi terus-menerus bisa menyebabkan kecanduan. Namun, banyak dari mereka yang tidak menyadari akan efek samping yang diberikan akibat penyalahgunaan tersebut.

Efek ganja terhadap tubuh manusia tidak bisa dianggap sepele, karena bisa merusak kondisi mental dan tubuh orang tersebut. Walaupun ganja dianggap yang paling ringan, tetap saja akan ada efek samping berbahaya bagi tubuh jika Anda tidak segera berhenti mengkonsumsinya. Efek yang akan timbul setelah penyalahgunaan ganja antara lain:

Efek Penyalahgunaan Ganja Bagi Kondisi Mental

Apabila seseorang menyalahgunakan ganja tentunya akan berdampak buruk untuk kesehatan fisik maupun psikis. Efek penggunaan ganja, seseorang akan sering mengalami gangguan fungsi kognitif seperti:

  • Rendahnya untuk mengendalikan emosi
  • Sulit mengambil keputusan
  • Sulit konsentrasi
  • Memecahkan masalah menurun.

Selain pada fungsi kognitif, ganja juga bisa berdampak pada berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, hubungan, karier, dan ekonomi.

Efek Penyalahgunaan Ganja Bagi Tubuh

Ganja merupakan tanaman herbal, sebenarnya memiliki banyak manfaat jika konsumsinya benar dan dibawah pengawasan dokter. Namun, penggunaan ganja sendiri masih tergolong ilegal atau belum disahkan secara hukum oleh pemerintah Indonesia.

Penyalahgunaan ganja, memakai dengan dosis tidak tepat, tidak adanya pengawasan dari dokter akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan penggunanya.

Berikut efek ganja bagi tubuh manusia:

  • Bahaya Ganja Bagi Ibu Hamil dan Menyusui
    Menyalahgunakan ganja saat hamil sangat berbahaya karena bisa mempengaruhi perkembangan otak janin, menyebabkan cacat lahir, menghambat pertumbuhan, dan gangguan lainnya. Bayi juga bisa mengalami lahir secara prematur dengan kondisi berat badan yang rendah. Ketahui juga bahaya ganja bagi wanita hamil

Efeknya juga bukan saja berbahaya bagi janin, sang ibu juga akan merasakan efek sampingnya. Hal ini bisa dilihat dari tingkah laku ibu seperti sering mengalami kebingungan, mudah lupa, dan yang lebih parah mendatangkan risiko terkena anemia.

Sedangkan untuk ibu menyusui, ganja mengandung tetrahydrocannabinol (THC). Zat kimia ini akan masuk kedalam asi dan bisa bertahan selama 6 minggu. Hal ini sangat berbahaya karena jika dikonsumsi oleh bayi, bisa menghambat pertumbuhan.

Selain iu banyak sekali efek samping lainnya yang diberikan. Misalnya menyebabkan halusinasi, cemas berlebihan, delusi, dan depresi berat.

  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh
    Penyalahgunaan ganja secara terus menerus, membuat sistem kekebalan tubuh yang dimiliki manusia menjadi kurang efektif.

Karena melemahnya sistem kekebalan, individu tersebut akan merasa lemah, lesu dan sering terhidap penyakit lainnya.

  • Sistem pencernaan
    Mengkonsumsi ganja biasanya dibakar seperti rokok, tanpa disadari hal ini bisa sangat mempengaruhi kondisi pencernaan kita lho.

Rasa menyengat, terbakar atau perih bisa semakin terasa pada bagian mulut dan tenggorokan. Jika tidak segera dihentikan, hal ini bisa berlanjut dan menyebabkan mual hingga muntah.

  • Sistem peredaran darah
    Setelah mengkonsumsi ganja, biasanya detak jantung akan terasa lebih cepat. 20-50 denyut permenit, efeknya ini bisa kita rasakan dalan beberapa jam kedepan.

Jika orang yang memiliki penyakit jantung mengalami ini, berisiko terkena serangan jantung. Naiknya tekanan darah dalam waktu yang singkat ini juga bisa membuat mata menjadi merah karena pelebaran pembuluh darah.

  • Turunnya fungsi otak
    Mengkonsumsi ganja terlalu lama secara terus-menerus bisa mengakibatkan seseorang mengalmi penurunan kinerja otak.

Hal ini bisa kita lihat dari hal sederhana seperti hilangnya fokus, menurunnya daya ingat, sulit konsentrasi mengakibatkan belajar menjadi terganggung.

Fatalnya hal ini bisa saja permanen dalam hidup Anda. Tentu saja bisa mempengaruhi kualitas hidup penyalahguna tersebut dan membuatnya menderita jika tidak segera ditangani.

  • Paru-paru
    Umumnya penyalahgunaan ganja bisa mempengaruhi paru-paru. Asap yang timbul akibat mengisap ganja, lebih berbahaya daripada rokok pada umumnya.

Asapnya yang mengandung racun dan zat-zat berbahaya lainnya bisa memicu peradangan hingga membuat sel-sel kanker muncul.

Gejala Akibat Kecanduan Ganja

Seseorang yang mengalami ketergantungan bahkan kecanduan ganja kemungkinan akan menimbulkan beberapa gejala berikut ini:

  • Menjadi mudah tersinggung dan gelisah
  • Tidak mau menerima pendapat mengenai didii yang telah berubah
  • Lebih banyak membutuhkan waktu untuk memikirkan sensasi ketika mengonsumsi ganja
  • Terpengaruh oleh zat yang terkandung pada ganja, sehingga mempengaruhi kehidupannya
  • Membutuhkan jumlah yang semakin banyak mengkonsumsi ganja
  • Menghabiskan uang dan waktu hanya untuk mengonsumsi ganja
  • Terjadi ketergantungan fisik dan perubahan perilaku

Gejala Putus Obat pada Ganja

Menurut penelitian jika seseorang yang berhenti mengonsumsi ganja akan mengalami putus obat. Zat yang terkandung pada ganja yaitu THC sangat mempengaruhi gejala putus obat.  Gejala putus obat yang akan dirasakan oleh pengguna ganja yakni:

  • Memiliki sifat yang cepat marah
  • Muncul rasa cemas dan insomnia
  • Nafsu makan berkurang
  • Air liur yang berlebihan
  • Denyut nadi menurun
  • Terjadi perubahan suasana hati
  • Menjadi lebih agresif

Komponen Zat pada Ganja

Ganja terdiri dari beberapa komponen yang dikenal dengan istilah Cannabinoid. Komponen Cannabinoid yaitu delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBD). Kedua kompenen tersebut mempunyai efek yakni THC bisa menimbulkan efek “high” sedangkan CBD sering menimbulkan perasaan menenangkan.  Selain itu zat THC bisa membuat seseorang ketagihan hingga berpotensi kecanduan karena sifat psikoaktifnya.

Apa Dampak dari Frekuensi Penggunaan Ganja?

Penggunaan ganja harian maupun mingguan sudah terbukti bisa meningkatkan seseorang menjadi ketergantungan pada ganja di masa depan. Bahkan menjadi kecanduan ganja .

Apakah Faktor Genetika juga Berpengaruh Penggunaan Ganja?

Hubungan keluarga sudah terbukti mempunyai peran dalam kasus kecanduan ganja. Misalnya dalam sebuah penelitian menemukan jika orang tua yang menyalahgunakan alkohol atau obat terlarang lainnya, kemungkinan besar anak juga akan ikut menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan lain salah satunya ganja.

Dalam studi tahun 2020 menemukan bahwa orang yang mempunyai masalah penyalagunaan ganja, maka akan mempunyai keturunan yang masuk dalam meningkatkan resiko penyalahgunaan ganja juga. Para ahli juga setuju ada faktor lain yang berkontribusi dalam penyalagunaan ganja seperti faktor lingkungan, status sosial ekonomi, dan lainnya.

Pengobatan untuk Kecanduan Ganja

Penyalagunaan obat-obatan terlarang jika tidak segera ditangani akan menimbulkan efek buruk untuk kesehatan tubuh baik fisik dan psikis jika dibiarkan berkepanjangan. Oleh karena itu penting sekali bagi orang yang mengalami kecanduan ganja untuk melakukan pengobatan. Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa di lakukan untuk orang yang kecanduan ganja. Berikut ini pengobatan yang bisa di jadikan alternatif:

  • Terapi perilaku kognitif

Terapi ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental baik itu pikiran maupun prilaku yang berkontribusi pada kecanduan ganja. Kemudian mengidentifikasi secara bersama-sama mengenai mekanisy Kopinh yang sehat. Kopinh yaitu perubahan kognitif dan prilaku dalam upaya untuk mengatasi tuntutan dari luar dan dalam yang melebihi kapasitas individu.

  • Terapi peningkatan motivasi

Terapi ini berfokus pada sikap dan keyakinan internal seseorang. Terapis akan membantu kamu membuat pernyataan yang berkaitan dengan mengapa kamu ingin berhenti mengonsumsi ganja. Kemudian melakukan crencana tindakan yang terbaik dan tepat untuk berhenti mengonsumsi ganja.

Selain melakukan terapi, ada cara lainnya yaitu dengan mengubah gaya hidup supaya berhenti mengonsumsi ganja. Caranya berikut ini:

  • Ubah lingkungan sosial

Jika kamu masih berada di ruang lingkup pengguna ganja lebih baik menghindarinya untuk bersosialisasi. Memang ini terlihat tidak mudah. Tapi, ini adalah salah satu cara yang tepat supaya kamu tidak menyalahgunakan ganja lagi. Lebih baik bersosialisasi dengan orang yang tidak mengonsumsi ganja.

  • Fokus pada alasan ingin berhenti

Apabila kamu ingat tentang alasan mengapa ingin berhenti mengonsumsi ganja, mungkin menjadi lebih termotivasi untuk berhenti mengonsumsi ganja. Misalnya menuliskan beberapa alasan berhenti mengonsumsi ganja. Kemudian di tempelkan di kamar atau ruangan lainnya. Sehingga kamu bisa melihat setiap hari, dan terus termotivasi untuk berhenti mengonsumsi ganja.

  • Menjalankan hobi yang disukai

Kamu akan mempunyai waktu luang yang banyak saat berhenti mengonsumsi ganja. Jadi, untuk mengisi waktu luang tersebut bisa dengan hobi atau aktivitas yang disukai. Hal ini dilakukan untuk menghindari keinginan untuk mengulangi kesalahan yang sama, dan bisa meningkatkan suasana hati.

  • Mengikuti program rehabilitasi

Salah satu cara yang paling efektif hingga saat ini, menjalani program rehabilitasi guna mendapatkan pemulihan yang tepat.

Mengikuti program rehabilitasi di Ashefa Griya Pusaka dengan fasilitas premium dan tenaga medis yang profesional bisa memaksimalkan proses pemulihan yang sedang Anda jalani.

Demikianlah informasi mengenai efek ganja. Ganja jika di konsumsi berkepanjangan akan menimbulkan efek ketergantungan bahkan kecanduan. Bagi yang mengalami kecanduan ganja akan mengalami gejala putus obat saat berhenti mengonsumsi. Mengonsumsi ganja juga bisa berdampak menurunkan prestasi, rusaknya hubungan, pekerjaan, ekonomi dan lainnya. Oleh karena itu jangan pernah coba-coba. Jika sudah terjadi, sebaiknya mencari pusat bantuan di pusat rehabilitasi di Ashefa Griya Pusaka, untuk mengetahui cara dan pengobatan yang tepat dalam mengatasi kecanduan ganja.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top