Gangguan Kontrol Impuls dan Cara Mengatasinya - Ashefa Griya Pusaka

Gangguan Kontrol Impuls dan Cara Mengatasinya

Gangguan Kontrol Impuls dan Cara Mengatasinya
Share on:

Gangguan kontrol impuls adalah penyakit dimana seseorang sulit untuk mengontrol perilaku dan emosinya. Kali ini kita akan mengenal ciri-ciri gangguan kontrol impuls dan bagaimana cara mengatasinya, hal ini bisa membantu Anda mengontrol diri untuk menjadi lebih baik lagi.

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang pernah mengalami kesulitan dalam mengontrol perilaku? Perlu diketahui jika kondisi tersebut merupakan gangguan kontrol impuls. Jika gangguan tersebut tidak segera diatasi, akan berdampak pada banyak hal, terutama lingkungan. Maka dari itu, pahami dahulu beberapa hal penting yang harus dilakukan.

Apa Itu Gangguan Kontrol Impuls

Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai apa itu gangguan kontrol impuls? Akan lebih baik lagi jika mengetahui pengertiannya. Kontrol Impuls adalah kondisi dimana seseorang sulit untuk mengontrol perilaku dan emosinya.

Gangguan Kontrol Impuls dan Cara Mengatasinya
gangguan impuls

Bahkan, ada beberapa penyakit mental yang menjadi bagian dari kontrol impuls seperti pyromania dan kleptomania. Sedangkan seseorang yang mengalami gangguan ini akan muncul beberapa gejala perilaku buruk secara ters menerus seperti berbohong, mencuri dan lainnya.

Mengenal Ciri Gangguan Kontrol Impuls

Perlu diketahui jika gejala setiap orang yang menunjukkan gangguan kontrol impuls berbeda-beda. Maksudnya, perbedaan ini terletak dari jenis gangguan yang dialami. Adapun gejala tersebut dapat dilihat dari perilaku, fisik, kognitif dan psikososial.

Gejala Perilaku

Adapun gejala-gejala gangguan kontrol impuls dari segi perilaku, sebagaimana berikut ini:

  • Mempunyai perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  • Mempunyai kebiasaan mencuri.
  • Sering berbohong.
  • Suka menarik rambut tanpa alasan.
  • Merusak barang orang lain dan melakukan kekerasan eksplosif.
  • Tidak mau menurut.
  • Selalu menghindar dari tanggungjawab dengan alasan yang tidak jelas.

Gejala Fisik

Adapun gejala-gejala gangguan kontrol impuls dari segi fisik, sebagaimana berikut ini:

  • Cedera pada fisik karena perilaku sendiri.
  • Rambut rontok karena suka ditarik.
  • Terdapat banyak luka bakar.
  • Mempunyai penyakit menular.

Gejala Kognitif

Adapun gejala-gejala gangguan kontrol impuls dari segi kognitif, sebagaimana berikut ini:

  • Seringkali banyak yang mengganggu pikiran.
  • Mempunyai obsesi tertentu.
  • Seringkali dorongan untuk melakukan sesuatu tidak dapat terkendali.
  • Emosional.
  • Sulit konsentrasi.

Gejala Psikososial

Adapun gejala-gejala gangguan kontrol impuls dari segi psikososial, sebagaimana berikut ini:

  • Merasa tegang berlebihan.
  • Cemas Berlebihan.
  • Dihantui perasaan bersalah dan penyesalan.
  • Selalu merasa tertekan.
  • Menghindar dari kehidupan sosial.
  • Suasana hati berubah drastis.

Kondisi yang Berhubungan Dengan Gangguan Kontrol Impuls

Sebenarnya mengenai penyebab gangguan kontrol impuls tidak dapat diketahui secara pasti. Adapun kondisi tersebut diduga berhubungan dengan perubahan zat kimia pada otak seperti dopamin. Sedangkan lebih jelasnya mengenai gangguan yang berhubungan dengan impuls, berikut penjelasannya.

  • Conduct disorder merupakan masalah kontrol impuls, dimana seseorang menunjukkan kemarahan yang besar dan dapat membahayakan apapun yang ada di sekitarnya.
  • Intermittent explosive disorder merupakan kondisi dimana seseorang yang menunjukkan kemarahannya di lingkungan rumah, kerja dan sekolah.
  • Oppositional defiant disorder merupakan kondisi dimana seseorang mudah marah tanpa alasan yang jelas dan menjadi pendendam.

Penyakit Gangguan Kontrol Impuls

Gangguan kontrol impuls dapat disebabkan karena beberapa penyakit mental. Dimana keduanya saling berkaitan, dikarenakan berhubungan dengan perilaku seseorang. Selain itu, ada juga beberapa penyakit kontrol impuls yang jarang diketahui banyak orang.

  • Pyromania

Pyromania merupakan penyakit gangguan kontrol impuls yang menunjukkan seseorang tidak bisa menahan dirinya. Biasanya orang yang seperti ini akan sering melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri, seperti menyulut api.

Dengan melakukan tindakan tersebut, biasanya akan meninggalkan bekas luka bakar di tubuhnya. Bahkan, parahnya lagi pyromania memaksa seseorang untuk melakukan hal tersebut dan tidak akan merasa lega jika belum melakukannya.

  • Pathological Skin Picking

Penyakit mental yang saat ini masih termasuk ke dalam golongan kontrol impuls. Orang yang mengalami gangguan ini akan melukai kulit di area tertentu. Misalnya saja kaki, tangan, lengan dan bagian lainnya.

Jika penyakit ini tidak segera diatasi, tentu akan sangat membahayakan diri sendiri. Bahkan, tindakan ini akan mengakibatkan infeksi yang tentunya akan membahayakan diri sendiri dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya.

  • Pembelian Kompulsif

Penyakit ini termasuk gangguan kontrol impulsif. Dimana penyakit ini menunjukkan dimana seseorang merasa terlalu senang berlebihan. Misalnya mempunyai sensor diri sendiri untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan secara berlebihan.

Kondisi yang seperti ini tentu akan sangat membahayakan jika menjadi kebiasaan. Apalagi jika berada di keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan, tentu akan sangat merepotkan. Parahnya lagi, jika tidak dituruti akan mudah emosi. Baca juga cara mengendalikan emosi

  • Kleptomania

Kleptomania merupakan kondisi dimana seseorang mempunyai keinginan yang berlebihan untuk mencuri. Bahkan, anaknya lagi ke ingin mencuri tersebut tidak hanya untuk barang-barang yang tidak terlalu mahal.

Kleptomania juga termasuk salah satu gangguan mental yang harus segera diatasi. Jika tidak, kebiasaan tersebut tentu akan sangat mengganggu orang-orang yang ada di sekitar dan menjadikan penderita menjadi kebiasaan.

Cara Mengatasi Gangguan Kontrol Impulsif

Memang tidak mudah untuk mengatasi penyakit gangguan mental ini. Namun, jika tidak segera diatasi akan mengakibatkan hal-hal yang jauh lebih merugikan diri sendiri dan orang lain. Adapun berikut ini cara mengatasi gangguan kontrol impulsif yang bisa dilakukan.

  • Berlatih Menahan Diri

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan kontrol impulsif yaitu dengan berlatih menahan diri. Memang untuk permulaan hal ini sulit untuk dilakukan, tapi setidaknya cobalah untuk memikirkan apa konsekuensi yang akan diterima.

Memulai upaya ini bisa dilakukan dengan kalau menarik nafas dalam-dalam sebelum melakukan sesuatu. Setelah itu, coba untuk mengatakan apapun hal yang menurut hati tidak benar dan merugikan.

  • Mengatasi Masalah yang Menjadi Penyebab

Cara selanjutnya untuk mengatasi gangguan kontrol impulsif yaitu dengan terlebih dahulu mengatasi masalah yang menjadi penyebab. Hal ini sangat membantu diri sendiri untuk menyadari jika apapun yang dilakukan akan mempunyai konsekuensi sendiri.

Misalnya saja jika mengalami depresi atau tidak terkontrol emosinya, masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan berbagai pengobatan atau konseling. Sekalipun jika merasakan gejala-gejala yang sederhana seperti tidak seimbang dalam hidup, bisa mengubah pola tersebut secara perlahan. Mengetahui ciri-ciri gangguan kontrol impuls akan membantu mempermudah untuk mengatasinya. Mengingat jika gangguan ini terlalu lama dibiarkan, akan semakin parah. Sedangkan untuk cara mengatasinya bisa melakukan dua hal tersebut.

Gangguan kontrol impuls harus segera ditangani, salah satu caranya dengan mengikuti berbagai terapi untuk perawatan seperti:

Cognitive behavioral therapy (CBT) ini adalah terapi yang biasa digunakan untuk individu merubah kepribadiannya dari pola pikir. Belajar bagaimana memodifikasi perilaku mengarah ke yang lebih positif.

Terapi dialektik Dialectical behavior therapy (DBT), menurut American Psychological Association merupakan perpaduan antara terapi sikap, kognitif, dan pusat perhatian.

Individu akan dilatih untuk meningkatkan kemampuannya dan mengurangi prilaku implusifnya. Tujuannya agar individu bisa berfikir sebelum bertindak, hal ini bisa membantunya mempertimbangkan hal baik dan buruk yang akan dilakukannya.

Manajemen kontingensi (Rewarding) Setiap orang sangat senang jika dirinya mendapatkan sebuah penghargaan. Kontingensi atau rewarding bisa dicoba diberikan kepada individu jika melakukan kegiatan yang positif. Hal ini bisa membantu individu terbiasa menghindari perilaku-perilaku buruk, seperti penyalahgunaan narkoba.

Gangguan kontrol impuls memiliki risiko yang besar, terutama jika hal ini terjadi karena efek samping penyalahgunaan NAPZA. Segera hubungi pusat rehabilitasi narkoba Ashefa Griya Pusaka untuk membantu masalah Anda.

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top