Mental Breakdown: Ciri, Gejala, dan Cara Mengatasinya - Ashefa Griya Pusaka

Mental Breakdown: Ciri, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Mental Breakdown
Share on:

Mental Breakdown adalah salah satu masalah pada kesehatan mental yang menyebabkan seseorang menjadi tidak berdaya dengan hidupnya sendiri dan biasanya dipicu akibat stres berlebihan yang tidak dikelola dengan baik.

Stres sebenarnya merupakan salah satu cara tubuh untuk melindungi diri dari bahaya, sehingga mampu membuat kita tetap fokus dan selalu waspada. Namun, respons perlindungan diri ini tidak mudah untuk dikendalikan oleh otak, bahkan hal tersebut bisa menyebabkan tekanan mental dalam jangka waktu yang panjang. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami mental breakdown.

Ketika kamu terus-menerus didera oleh berbagai masalah yang menyebabkan stres berat, maka kamu tidak dapat untuk beraktivitas normal seperti biasa, bahkan ini mungkin juga membuat kamu untuk melakukan hal yang berisiko. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak terus artikel ini sampai selesai.

Apa itu mental breakdown?

Apa itu mental breakdown? Mental breakdown adalah sebuah kondisi kesehatan mental yang disebabkan oleh stres berlebihan. Walaupun keadaan yang sebenarnya,kondisi ini bukanlah sebuah istilah medis. Namun, mental breakdown yang kerap sering kali dipakai sebagai pola perilaku yang memicu pada seseorang dapat mengganggu aktivitas keseharian mereka.

Kamu mungkin pernah mengalami gejala fisik, psikologis, dan perilaku saat mengalami mental breakdown. Pasalnya, gejalanya sendiri sangat berbeda bagi setiap orang. Karena penyebab yang mendasarinya bisa mempengaruhi gejala yang kamu alami.

Ternyata, kondisi yang satu ini rupanya dapat menyerang siapa saja, tapi pada umumnya paling banyak sering dialami oleh para pekerja. Hal tersebut karena dipengaruhi oleh tingginya tuntutan pekerjaan, sekaligus tekanan kerja yang tak kunjung usai.

Tanda dan gejala mental breakdown

Seseorang yang mengalami mental breakdown biasanya ia mungkin akan menunjukkan tanda-tanda termasuk gejala fisik, perilaku dan psikologis. Tanda ini sangat bersifat unik, yang artinya bisa berbeda-beda pada setiap orang yang mengalaminya. 

Namun demikian, beberapa gejala mental breakdown umumnya yaitu depresi, cemas (ditandai dengan otot tegang, kegelisahan, tangan berkeringat, atau gemetar), insomnia, halusinasi, perubahan mood yang mendadak, paranoia dan muncul serangan panik.

Sementara itu, untuk orang-orang yang memiliki mental breakdown juga sering kali menarik diri dari keluarga dan teman. Bahkan sebagian dari mereka sering menghindari keterlibatan sosial, mengalami penurunan nafsu makan dan mengisolasi diri.

Ciri-ciri Mental breakdown

Menurut pengertiannya diatas, mental breakdown adalah sebuah istilah lama yang sering digunakan untuk menggambarkan gangguan mental pada seseorang seperti depresi, kecemasan atau stres akut. Namun, sekarang ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan orang yang sedang berada dalam kondisi merasakan gejala stres. Gejala stres yang dimaksud yaitu dengan munculnya gangguan stres secara intens sampai mengganggu orang tersebut melakukan aktivitas.

Bagi kamu yang mengalami beberapa gejala di bawah ini, artinya kamu sedang berada dalam kondisi mental breakdown. Adapun beberapa ciri-ciri mental breakdown adalah:

  1. Tidak mempunyai waktu untuk istirahat.
  2. Menarik diri dari lingkungan sosial. 
  3. Gangguan Kecemasan, kegelisahan dan Depresi
  4. Sulit untuk tidur
  5. Hidup normal serasa tidak bisa dikendalikan.
  6. Mudah Kehilangan Konsentrasi
  7. Nafsu Makan Berubah Drastis
  8. Perubahan suasana hati yang ekstrem.
  9. Selalu Merasa Kelelahan
  10. Mencari pelarian negatif. 
  11. Mengalami serangan panik
  12. Merasa gagal tanpa harapan. 
  13. Mengalami mati rasa.

Amati dirimu dan orang sekitar dengan seksama. Jika diri sendiri mengalami ciri-ciri tersebut, maka Kamu tahu harus berkonsultasi ke ahli psikologi. Namun, jika seseorang yang Kamu kenal mengalaminya, maka ceritakan kemungkinan dari ciri yang dialaminya itu. Kemudian, kamu bisa membawanya bertemu dengan psikolog.

Penyebab mental breakdown

Penyebab munculnya mental breakdown seringnya terjadi ketika seseorang mempunyai masalah yang datang bertubi-tubi, tanpa ada solusi yang berarti. Stres tersebut juga bisa saja disebabkan oleh pengaruh luar. Beberapa di antaranya seperti stres di tempat kerja, peristiwa traumatis (termasuk kehilangan anggota keluarga), kehilangan teman dan masalah keuangan yang serius.

Pasalnya, perubahan yang besar dalam hidup seperti perceraian orang tua juga bisa menjadi pemicu munculnya mental breakdown. Dan seseorang dapat mengalami mental breakdown jika dirinya terlalu banyak kadar stres yang mereka hadapi.

Perasaan stres tersebut juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor eksternal. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Masalah finansial
  2. Stres akibat pekerjaan
  3. Tidak mampu untuk bersantai
  4. Perubahan besar dalam hidup
  5. Mengalami peristiwa traumatis 
  6. Konflik di tempat kerja 
  7. Kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, teman, atau orang yang dicintai
  8. Pekerjaan menyebabkan stres dan tekanan tinggi 
  9. Memiliki riwayat keluarga yang mengalami kondisi gangguan mental
  10. Mengalami penyakit kronis 
  11. Tidak pernah mendapatkan dukungan dari lingkungan 
  12. Trauma
  13. Stres terus-menerus 
  14. Masalah akademis atau tekanan pendidikan
  15. Pindah ke tempat baru dan tidak bisa menyesuaikan diri
  16. Kekerasan

Psikiater atau psikolog mungkin bisa memberikan penjelasan lebih lengkap terkait hal yang bisa jadi penyebab mental breakdown ini. Mereka juga akan membantu dalam proses pemulihan pada pasien.

Cara mengatasi mental breakdown

Saat kamu atau bahkan orang terdekatmu mengalami mental breakdown, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah berkonsultasilah dengan tenaga profesional, misalnya psikolog dan psikiater. Karena, hal ini sangat penting agar orang yang mengalami mental breakdown tidak melukai diri maupun orang lain.

Berikut adalah upaya dalam beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif stres secara fisik maupun emosional yaitu:

  1. Terapi dengan Keluarga
  2. Mengubah gaya hidup
  3. Berkonsultasi dengan dokter serta minum obat-obatan medis.
  4. Melakukan praktik pernapasan dalam, seperti yoga dan meditasi 
  5. Membatasi asupan alkohol dan kafein
  6. Mengonsumsi makanan sehat dan teratur
  7. Olahraga dengan rutin
  8. Meningkatkan kualitas tidur 

Itulah beberapa hal yang perlu harus kamu ketahui tentang mental breakdown. Selain untuk mengenali gejala lebih awal, justru bisa lebih cepat untuk mengatasinya dan dapat hidup lebih baik. Namun, hindari melakukan self diagnose. Dan segera untuk berkonsultasi diri ke dokter, psikolog, atau psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan saran pengobatan lebih tepat. 

Publikasi: Ashefa Griya Pusaka

Scroll to Top